
hari berganti waktu berlalu Delina semakin menunjukkan perubahan yang baik.
ting tong...bel berbunyi
Bi inah pun berlari untuk membukkan pintu.
"eh tuan Radit...masuk tuan" ucap bi Inah.
Raditya pun tersenyum dengan tampannya dan melangkah masuk.
"non Delina dan tuan muda sedang berada di taman belakang, tuan Radit langsung saja ke sana.." ucap bi inah sambil menutup lagi pintu nya.
Raditya pun mengangguk dan langsung berlari ke arah taman belakang, namun saat melewati ruang tengah tak sengaja dia melihat Starla sedang bersih bersih dengan mrngenakan daster kayak yang biasa biinah pakai.
Raditya hanya melihat tak berani menyapa, dia terus berjalan menuju tempat bang Ray dan gadis nya berada.
"hai dit, lo ke sini, kebetulan ayo gua ajarin silat...masak cowok gak bisa berantem.." ucap Ray sambil membetulkan posisi Delina.
" ok bang, kebetulan Radit tadinya juga mau minta abang ajari.."
" wah Del..gimana kabarnya.. Radit sudah seminggu lebih gak ke sini karena ada tugas ke luar kota, maafin ya..." ucap Raditya.
Delina tersenyum...
"Bang seperti nya Delina sudah sembuh ya, alhamdulillah ya bang perubahannya banya banget..." bisik Raditya.
Dan Ray hanya tersenyum.
"o iya bang, tadi kok Radit lihat Starla di ruang tengah, emang dia, kenapa dis di sini..." tanya Raditya penasaran.
"o...dia, ceritanya panjang, ntar aja gue ceritain kalau dah kelar belajar silatnya.." ucap Ray.
"tapi dia gak ngapa ngapain Delina kan"
" enggak ,justru selama ini dia yang bantu ngerawat Delina dan Delina pun sudah banyak mengalami perubahan, tinggal beberapa pemeriksaan dokter nanti siang mungkin Delina sudah bisa dinyatakan sembuh..." ucap Ray.
Dan Raditya pun hanya mengangguk.
__ADS_1
kemudian mereka segera melakukan latihan .
Starla yang menyaksikan mereka latihan hanya bisa tersenyum..
"Del, maafin gue ya, gue akan lakukan apapun agar lo bisa kembali pulih dan memaafkam semua kesalahan gue.." gumamnya dalam hati.
Dan waktu begitu cepat berlalu, sepertinya hari sudah siang ..
"Dit, sudah yuk kita istirahat, sebentar lagi dokternya datang.." ucap Ray.
" Delina dan Radit pun berhenti dan menuju kamar masing-masing..saat berjalan Raditya melihat Starla yang membantu delina.
." ayok Del gue bantu lo bersih bersih..." ucap Starla sambil tersenyum.
Delina pun hanya tersenyum dan mengangguk...
" eh ..apa Delina gak tahu siapa itu , apa dia gak menyadarinya kalau itu adalah Starla.." gumam Raditya heran.
"jangan jangan Starla mau jahatin Delina lagi.." imbuhnya sambil berjalan menuju kamar Delina tapi dihentikan oleh Ray.
"eh eh eh ...mau ke mana lo, kamar mandi di sana bukan ke situ bocah, ayo balik ...gue tau pikiran lo..." ucap Ray sambil menyeruput kopinya.
"gak papa, Starla gak akan berani apa apain Delina...udah kamu tenang aja..sana pergi mandi, setelah itu kita makan siang bersama..mumpung minggu juga lo gak ada tugas kan.." ucap ray kepada Raditya .
"ok ok bang " Jawa Raditya sambil berjalan menuju kamar tamu untuk mandi dan berganti pakaian.
setelah beberapa saat Delina dan Starla keluar dari kamar dan menuju ruang makan..
Raditya dan Ray yang sudah menunggunya sejak tadi terkejut melihat perubahan Delina, dia sudah jauh lebih baik..dengan pakaian tomboinya dia berhasil membuat hati Raditya berdetak tak karuan..
" wah cantik sekali kamu del, seperti pertama kita bertemu.. " gumam Raditya.
Ray yang melihat Raditya tertegun dan bengong menatap Delina langsung menimpuk kepalanya dengan koran yang ada di tangannya..
"heh..dasar bocil...gak bisa lihat adek gue yang cantik, udah sana habisin tu kopinya.." ucap Ray sambil terkekeh menahan tawa.
" i iya bang.." jawab Raditya.
__ADS_1
Delina hanya tersenyum, dalam hati sebenarnya dia mau mengakui kalau dia sudah ingat semua dan bisa memaafkan Starla tapi dia takut sama kakaknya.
bayangan beberapa hari yang lalu pun terjadi dalam pikiran Delina..
**flasback on**
saat itu waktu menunjukkan pukul 4 sore , Delina yang terkejut melihat Starla.
Pada awalnya dia kaget melihat Starla ada di rumah itu dan hendak menghajar tu cewek..tapi dia mengurungkan niatnya karena bang Ray datang lebih dulu mendekat pada Starla, dan tanpa belas kasihan dia pukul Starla, menjambak rambutnya dan menendangnya berkali kali, tapi Starla dengan muka tertunduk tidak melawan bahkan jauh berbeda dari Starla yang dulu.. pakaian yang lusuh , muka yang selalu lebam akibat siksaan dari bang Ray membuatnya merasa kasihan tapi kalau teringat waktu itu apa yang dilakukannya padanya jauh lebih menyakitkan.
" Starla, apa kamu benar benar sudah berubah..dan apa tujuan bang Ray mem bawamu kemari..." gumam Delina.
" au..sakit...ampun bang..." pekik Starla sambil terisak...
" udah baby jangan menangis, coba kamu nikmati siksaan dariku...kamu akan tau siapa aku yang sebenarnya...kamu pasti bisa merasakan penderitaan apa yang akan kau dapatkan selanjutnya..." ucap bang Ray sambil tersenyum miring.
starla yang tersungkur lemah dengan pakaian lusuh dan muka berantakan tanpa make up hanya bisa menangis dan menyesali.
Delina yang menyaksikan tidak tega melihat kondisi Starla , walaupun dia masih benci sama dia.
tapi Delina juga gak berani sama kakaknya jadi dia hanya bisa diam menyaksikan Starla yang selalu disiksa oleh kakaknya itu.
"aku akan maafin kamu apabila kamu bisa membuat Delina adik kesayanganku pulih dan sembuh dalam waktu dekat.." ucap bang Ray.
Starla hanya bisa diam.
" dan iya .. walaupun aku mamaafkanmu bukan berarti aku tidak akan menyiksamu lagi, tapi hanya mengurangi sedikit dari apa yang kulakukan hari ini.." ucap bang Ray sambil mencengkram kedua pipi Starla.
"ih ..bang Ray kok jadi kejam gitu sih..."gumam Delina.
**flashback off**
dan semua orang tercengang dengan yang diucapkan delina barusan..
" hah...apa kamu bilang..." tanya bang Ray dengan tatap mata tajam tapi untuk Delina tidaklah mematikan.
ternyata saat Delina mengatakan " bang Ray kok jadi kejam gitu sih..." bukanlah bayangan Delina tapi kenyataan dan di dengar oleh Ray dan Radit.
__ADS_1
Delina pun terkejut dan tertunduk.
dan mereka melanjutkan untuk makan siang.