
Aldi yang heran hanya diam dan bengong melihat semua kejadian ini...
Dia menatap Ray penuh tanda tanya...
Ray hanya menepuk pundaknya..
" itulah Al, gue gak mau lo nikahin adek gue karena Raditya dan Delina saling mencintai, cinta yang saling memendam hingga keduanya saling tersakiti... benar benar bodoh..." ucap Ray.
Aldi mengusap mukanya dengan kasar..
" berarti semua ini gara gara gue dong Ray, kenapa sih lo gak cerita ke gue sejak awal..ya niat gue sih emang mau deketin adek lo, ya maklumlah gue dan lo kan dah sama sama berumur waktunya berkeluarga.." gumam Aldi.
" ya mana gue tau Al..."
Starla pun beranjak hendak mengejar Delina..
tapi tangan Ray sigap meraih lengan Starla..
" gak usah, biarkan Delina dan Raditya sudah dewasa mereka bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.."
" tapi bang gimana kalau terjadi apa apa sama Delina.."
" udah gak apa apa ,abang sudah hubungi anak buah abang agar mencarinya, kalau ketemu pasti mereka hubungi abang..udah kamu tenang ya .." ucap Ray seraya mengusap kepala Starla.
Starla pun mengangguk.
" duh...nih anak gak tau apa ada jomblo di sini.." gumam Aldi kesal.
tak lama kemudian Salsa keluar dari ruangannya dan meminta Aldi untuk masuk dan bicara di dalam.
" ya udah Ray gue masuk dulu ya, kalau ada yang perlu gue bantu lo bisa hubungi gue.." ucap Aldi sambil menepuk bahu Ray.
" ok, gue juga mau cabut dari sini.." jawab Ray sambil menggandeng tangan Starla.
" bang, kayaknya tas Starla ketinggalan deh, abang duluan aja ke parkiran.. "ucap Starla kemudian kembali ke ruangan spa untuk mengambil tasnya.
kebetulan dia ketemu sama cindy...
Starla mendekat ke cindy dan menatapnya..
" hentikan, jangan kau teruskan..." ucap Starla.
" hah...apa maksudmu..." jawab Cindy.
" kalau kau tidak ingin berakhir dengan penderitaan dan siksaan , lebih baik kau jauhi Raditya.. karena Raditya dan Delina saling mencintai jangan kau rusak hubungan mereka ..." ucap Starla kemudian melangkah ke luar ruangan.
"apa sih yang dia omongin, dasar pembantu..udah bajunya kayak mak mak lusuh lagi, gak jelas..ya walaupun wajahnya lumayan cantik sih..." ucap cindy.
" mbak gadis itu tadi perawatan juga di sini ya, habis berapa mbak palingan juga yang murah, ngutang lagi.." ucap cindy merendahkan.
" enggak kok mbak, dia ambil paket eksklusif seluruh tubuh 45 juta, jadi tadi itu sama saudaranya habis 90 juta..lunas pakai debit.." jawab mbaknya pegawai salon.
__ADS_1
" hahhhh..45 juta ...." cindy terkejut dan lemas menahan malu , ternyata dugaanya salah.
mbaknya hanya tersenyum melihat muka merah cindy yang sangat malu.
**
Starla sudah berada di luar salon , dia berdiri menunggu Ray tapi tak kunjung tiba..
Namun tiba tiba sebuah taxi menghampirinya..
Ternyata Ray sudah berada di dalamnya..
" lho mobil abang mana .."
" tadi abang bersama Raditya pakai mobilnya Raditya. dan sekarang Raditya mengejar Delina..entah tu anak ada ada saja..."
gumam Ray..
" Nanti sampai rumah pasti yang pertama ditanyakan nenek, mana Delina..padahal yang cucunya..itu aku dan bukannya Delina "
" bang, jangan begitu ..semua nenek sangat menyayangi cucunya, dia hanya mengetahui cucu laki laki itu lebih kuat daripada cucu perempuan, makanya dia terlihat lebih menyayangi Delina..padahal enggak bang, sama , nenek itu sama sama menyayangi kamu dan Delina.." ucap Starla sambil tersenyum.
Ray memandang Starla dengan senyum palsunya karena masih gak terima dengan ungkapanya Starla.
" o iya kita nanti gak langsung pulang, kita mampir ke toko baju..aku minta kamu buang semua bajumu, dan memakai baju yang aku berikan...ke depannya kamu harus selalu bersamaku, karena ..karena sebentar lagi kamu akan menjadi istriku.." ucap Ray dengan menahan gejolak di dadanya yang bergemuruh.
Starla hanya tersenyum dan menggenggam tangan Ray..Ray pun membalasnya dengan genggaman hangat yang penuh cinta.. keduanya saling menatap, kemudian sama sama menunduk karena malu sendiri, dan senyum senyum sendiri..
* sementara Raditya yang masih bingung ke mana mencari Delina, dengan frustasi dia balik ke rumah ..
cring .....ponsel Ray berdering..
" ya hallo , gimana ketemu Delina.."
" ok , kamu tungguin saja..jangan sampai dia kenapa napa , jangan samperin,dan fotoin kirim ke gue..udah biarkan, dia ingin ketenangan..ok trims ya.." Ray pun menutup ponselnya.
kemudian melihat apa yang dikirim anak buahnya membuatnya tersenyum dan segera dia kirim ke Raditya agar dia bisa lebih tenang tak mencemaskan Delina.
Starla pun tersenyum senang melihat Delina baik baik saja.
Delina yang duduk termenung di atas kap mesin mobil Ray sambil menatap ke arah bukit yang menyorotkan sinar berwarna kuning karena sudah senja...dia terduduk lesu dan lemas..sampai hampir magrib dia tak beranjak dari duduknya.. tiba tiba ada tangan hangat menyentuh pundaknya..
Delina pun tersentak dia kaget dan menoleh ke arah pemuda itu..
Ternyata itu Raditya.
Dengan senyum dan ketampanan nya dia mendekat dan ikutan duduk di atas kap mesin .
" Raditya merebahkan tubuhnya dan terlentang di samping Delina.
kilauan senja membuat suasana menjadi sangat syahdu dan romantis .
__ADS_1
"sudah marahnya.." tanya Raditya singkat yang membuat Delina menoleh.
" enggak, ngapain juga gue marah..lo jalan sama siapa aja kan terserah lo dit, gue gak ada hak buat marah.." ucap Delina datar, itu pun tanpa menoleh.
Raditya bangun dan menatap lekat wajah gadis itu dari samping...
" trus itu tadi apa...kamu ngendarai mobil sport dengan kecepatan tinggi , bahaya tau del..kamu gak mikir perasaan ku ...lihat aku dong Delina.." ucap Raditya.
Delina pun hanya tersenyum getir lalu menoleh, sejenak mata mereka saling beradu, ada sedih ,rindu dan kecewa..
" hehhhh....aku udah capek dit, rasanya hatiku sudah mati, tak tau lagi gimana rasanya mencintai apa lagi dicintai...." ucap Delina sambil menunduk dengan bulir bulir air matanya yang lolos tak terhenti.
Raditya semakin sedih melihat Delina yang terus menangis..
"maafkan aku sayang, maaf...aku gak sengaja bertemu cindy , dia bukanlah siapa siapa ku.." Raditya mendekat dan meraih kepala Delina untuk dibenamkan dalam pelukannya tapi Delina menghindar.
" enggak dit, aku gak peduli lagi...kamu hanya memberiku harapan yang tak pasti... semua lelaki sama, mereka hanya memanfaatkan wanita untuk kenikmatan semata, mereka semua jahat.." rengek Delina dengan deraian air mata yang semakin deras.
Raditya tak peduli dia paksa untuk memeluk Delina meskipun awalnya memberontak tapi akhirnya Delina menyerah .
Delina pasrah saat Raditya mendekapnya di dadanya , dengan tersedu sedu tangisan Delina semakin menjadi jadi.
" menangislah sayang, menangislah sampai kamu puas ..karena saat ini yang kamu butuhkan bukan lagi cinta melainkan dada yang nyaman untukmu mengadu dan pundak untukmu bersandar...dan semua itu hanya ada padaku.." dengan lembut Raditya tetap mendekap Delina dan mengelus rambutnya.
beberapa saat kemudian Delina pun sudah mulai tenang.
Dia menatap Raditya yang dengan sabar tetap mendekapnya...
" hei kamu sudah baikan...lihat matamu menjadi sembab, percuma dong perawatan di salon tadi.." ucap Raditya sambil mengusap air mata di pipi Delina.
Delina hanya terdiam dan tetap menatap Raditya.
Raditya memegang pipi Delina dengan kedua telapak tangan nya yang hangat.
" sayang dengarlah, dari dulu sampai sekarang dan untuk selamanya, Raditya hanya untuk Delina dan Delina hanya untuk Raditya..ya aku mencintaimu Del, sangat mencintaimu bahkan lebih besar dari yang aku tau.."
" kau masih tak percaya...udah aku gak ingin kau percaya padaku, tapi aku hanya ingin kau tahu bahwa aku sangat menyayangimu..hanya kau tahu cukup bagiku..tak usah menjawab juga aku udah tahu perasaanmu..."
mereka saling menatap.
" Dit , terima kasih sudah mencintai ku..." ucap Delina seraya mencium punggung tangan Raditya seperti istri yang mencium tangan suaminya.
dan lagu this love pun diputar ~ Sarangheo gomawoyo.......~ membuat suasana semakin syahdu dan romantis.
kring.....
ponsel Raditya pun berdering yang merusak suasana romantis.
ternyata dari bang Ray vicall..
kemudian Raditya mengangkat, tampak wajah Ray dan Starla yang sudah rapi menggunakan baju pesta untuk menghadiri acara di kantor cabang.
__ADS_1