
Waktu sudah menunjukkan pukul 5 pagi, seperti biasa Delina dan ibunya tak lupa menjalankan ibadah sholat subuh berjamaah di rumah kecilnya.
selesai sholat subuh mereka melakukan aktifitas masing masing, ibu yang memasak di dapur membuat sarapan dan menyiapkan barang dagangan untuk di bawa ke warungnya.
Delina yang membersihkan halaman dan sekitar rumah.
Seperti biasanya diteras rumah tampak lelaki sedang tidur meringkuk beralas lengan atau jaketnya.
Tapi pemandangan seperti itu sudah biasa bagi Delina dan ibunya, karena itu ayah tiri Delina.
"ibu kok bisa sih dulu nikah sama orang kayak dia..suka kdrt dan kejam..." gumam Delina.
Setelah semua beres dan selesai sarapan Delina pun mengantarkan ibunya ke warung.
Delina akan lbh tenang meninggalkan ibunya di warung daripada di rumah sama monster kejam yang suka kdrt.
Dengan motor bututnya Delina melaju memecah keramaian kota menuju kampusnya.
Seperti biasa setelah turun dari motor Delina hendak menemui kedua sahabatnya itu mita dan Rea.
Tapi kali ini Delina tidak menemukan ke dua sahabatnya itu.
"ya udah lah mungkin mereka sudah di kelas.." gumam Delina.
saat hendak melangkah dan memutar badannya menuju kelasnya, tiba tiba..
bruaks......
Dia menabrak seorang pemuda tampan mengenakan jaket kulit hitam , kacamata hitam ,celana jeans ,kulit putih dan senyum yang menawan...
idola para gadis di kampusnya.
Keduanya berpandangan, karena Delina yang hampir jatuh ,untungnya pemuda itu sigap menangkap pinggangnya dan membawanya ke pelukannya.
Sontak Delina mendorong tubuh pemuda itu..dan merapikan bajunya kembali.
"' sepertinya gue tidak asing sama wajah nya .." gumam Delina.
__ADS_1
Dan ketika pemuda itu membuka kaca matanya, Delina melotot kaget...
" elo....." ucap Delina.
" ngapain lo di sini, ikutin gua...ha..." ucap Delina ketus .
Raditya tidak menjawab dan hanya tersenyum dengan senyumannya yang manis dan mematikan.
" gue kuliah di sini juga ,gue anak ekonomi... lagian bukannya kedokteran berada di ujung sana , trus ngapain lo ke sini...jangan jangan lo yang sengaja nyariin gue... kangen sama tepung dan telur seperti kemarin..." ucap radit sambil mendekatkan wajahnya ke telinga Delina.
Sontak Delina menjadi marah dan menginjak sepatu raditya dengan keras.
"aduhhhhh...dasar nih bocah mainnya kekerasan mulu..." ucap Raditya.
" mangkanya jangan asal, jaga tu mulut..." ketus Delina.
kemudian dari sisi jalan seberang taman tampak Rea dan Mita melihat Raditya dan Delina yang lagi berdebat..
"mit itu bukannya Delina ya" ucap Rea.
"iya Re... benar itu mita.." jawab mita.
"ya udah yuk Re kita ke sana..." ucap mita.
"Del, ngapain kamu di sini..." ucap Rea.
Belum sempat Delina menjawab Starla dan teman temannya sudah muncul dari belakang Raditya.
"Hai sayang kamu ngapain di sini, sama cewek cewek gak jelas..." ucap Starla sambil bergelayut di lengan kekar milik Raditya.
Raditya yang sebenarnya risih sama Starla, pura pura suka dan malah merangkul pinggangnya membuat Starla seperti terbang melayang, karena dari dulu susah banget mendapat kan perhatian dari seorang Raditya.
Raditya hanya tersenyum dengan tetap melihat ke arah Delina, entah magnet seperti apa yang di miliki Delina yang membuat seorang Raditya pemuda gagah tampan tajir idola para gadis malah tertarik sama gadis polos,tomboi, gak pernah dandan dan keras kepala sepertinya.
Raditya pun tak habis pikir kenapa begitu tergila gila sama Delina. Dan sangat suka menggodanya, sehari tak melihatnya bisa membuat langit mau runtuh.
" eh nggak kok Starla, kami cuma kebetulan lewat saja, ayuk del..." ucap Rea sambil menarik tangan Delina mengajaknya cepat pergi dari sana, karena gak mau jadi masalah.
__ADS_1
" tunggu ..." ucap Starla.
Rea dan mita pun berbalik sambil memegangi jidatnya dan saling berpandangan
" aduh..masalah lagi nih .." gumam keduanya.
" sini berikan bukumu..." starla merebut buku yang dipegang oleh Delina.
Dan belum sempat Delina melawannya, buku itu sudah di sobeknya jadi beberapa bagian.
Sontak Delina melotot..tangannya mengepal.
ketika Delina mau menghajar mereka dia teringat ancaman ayah tirinya, dia takut kalau sasarannya adalah ibunya. Delina gak mau ibunya dihajar sama ayah tirinya yang jahat itu.
Dia hanya diam dan mematung...
Sebenarnya Raditya tidak tega melihatnya, tapi dia sengaja membiarkannya karena tahu sifat Starla kalau dia membela Delina, dia akan lebih kejam menyiksanya.
Starla pergi dengan senyum kemenangan sambil menggenggam tangan Raditya yang sejak tadi memandangi wajah gadis yang sangat dia kagumi itu.
Delina hanya berdiri diam membisu ,ingin menangis, sepertinya air matanya sudah mengering.
Selama ini dia dan ibunya sudah sangat menderita, karena kepergian ayahnya yang memilih perempuan selingkuhannya itu..
Rea dan mita membantu memunguti semua kertas yang sudah berserakan..
" Ayo del kita masuk ke kelas.." ajak Rea yang satu kelas dengan mita..
Delina tidak menyahut dia tetap saja diam .
"kalian pergi saja aku masih mau di dini dulu.." ucap Delina.
"tidak Del,kami juga mau di sini bersamamu.." ucap mita .
" percuma tugasku hari ini juga sudah rusak, padahal berhari-hari aku membuatnya.." jawab delina.
"nanti aku akan membantumu del membuatnya lagi.." ucap Rea.
__ADS_1
"terimakasih kalian sudah baik sama aku, tapi sepertinya aku gak akan bisa membuatnya dalam waktu dekat..karena butuh biaya yang banyak dan aku tidak punya dana sebanyak itu, itu pun dulu uang tabunganku selama 3 bulan.." ucap Delina dengan pandangan mata kosong penuh tekanan.
" kamu jangan menyerah Del, semampu kita pasti membantumu..." ucap mita.