Cinta Dan Trauma

Cinta Dan Trauma
Ray yang harus turun tangan


__ADS_3

Dengan segala upaya akhirnya tim SAR bisa menemukan Raditya, Rea, Hendra dan Aldo yang kelelahan mencari Delina.


Kemudian bang Ray menemui mereka..


Dengan sorot mata tajam yang menakutkan dia mendekat ke arah Raditya, dia pegang kerah Raditya dan melotot seakan ingin menerkamnya.


" gue udah percayakan adek gue ke lo..tapi lo gak bisa menjaganya dit, brengsek lo ..."


bruks bruks bruks....


Ray meninju berkali kali muka dan perut Raditya, Raditya pun tersungkur tanpa perlawanan .


seketika darah segar mengalir dari mulut dan hidung Raditya.


Rea, Hendra dan Aldo segera menolong Raditya tapi Raditya menepisnya..


" kalian gak perlu menolong gue ,semua memang salah gue...pergi kalian semua...pergiiii....." teriak Raditya.


" sialan lo dit..." teriak Ray yang dipegangi oleh beberapa orang dari tim SAR..


" mas sabar mas, kita juga sedang berusaha mencari mbak Delina..." ucap salah satu dari mereka.


" maafin Radit bang , Radit gak bisa jaga Delina..." ucap Raditya yang sudah tak berdaya.


" bang , cukup hentikan.....ini bukan salah mereka bang...." ucap Starla yang muncul dari balik kerumunan tim SAR yang berada di sana.


Ray pun terdiam dengan otot rahang yang mengeras...

__ADS_1


" eh.... sialan kalian semua , kalau sampai adek gue kenapa kenapa gue hancurin lo semua.." ucap Ray yang geram dan menahan emosi .


Starla segera mengahampiri Ray dan mendekapnya ...


" bang, Starla tahu abang sedih dan stress , semua yang ada di sini juga stress bang , kita sudah berusaha, terutama Raditya, lihatlah betapa menderitanya dia, sekarang kalaupun kau ingin melenyapkannya dia tidak akan melawan bang..abang tau besarnya cinta Raditya...ini semua bukanlah salahnya bang, dan saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk mencari siapa yang salah...kita harus bersatu untuk menemukan Delina...aku yakin dia pasti baik baik saja, dia sudah punya banyak bekal dari abang kan, dia juga gadis yang cerdas..." ucap Starla sambil memeluk Ray untuk menenangkannya dan memberi kode kepada Aldo dan Hendra untuk membawa Raditya pergi.


Ray pun mulai tenang dia hirup udara dalam dalam..." sepertinya aku yang harus turun tangan sendiri untuk mencari Delina."


" maaf bang, sekarang ini sudah 3 hari sejak hilangnya Delina, kalaupun dia terus berjalan mungkin sekarang dia sudah keluar dari hutan ini dan berada di desa pinggiran sana, apa tidak lebih baik kita berpencar untuk mencarinya di desa desa sana bang, nanti sebagian tetap menyisir hutan ini bersama tim SAR.." ucap salah satu anak buah Ray.


" iya kamu betul , besok pagi kita akan ke sana..." ucap Ray.


" bang , Starla ikut ya..."


" tidak sayang, kamu di rumah saja temani ibu dan nenek, dan bawa ibu ke rumahku ..."


" Starla tetap ikut bang, pokoknya tetap ikut.." rengeknya.


Ray melotot dan tidak mengatakan apapun..


" tapi Starla harus berani , atau Ray akan nekat dan tak bisa dikendalikan..." gumamnya dalam hati.


Starla membalasnya dengan melotot..


Ray membuang muka dan menarik tangan Starla kasar...


" bang Starla boleh ikut kan..."

__ADS_1


"apa boleh buat, untungnya kamu cantik , kalau tidak sudah ku buang kau di tengah hutan..." gumam Ray yang membuat Starla tersenyum puas.


keesokan paginya Raditya dengan hilangnya Delina masih terlihat syok dan bersedih, tapi teman temannya selalu menghiburnya .


" dit, hp lo berdering " ucap Aldo.


Raditya pun mengangkat dan mendengarkan, namun hanya diam dan tak menjawab apa pun kemudian mematikan panggilan dan terduduk lesu di kursi teras rumahnya..


"ada apa dit " tanya Hendra heran.


Rea dan Aldo pun saling tatap dan mengeryitkan keningnya..


" mama gue sudah mengurus pasport dan kampus baruku di Singapura, dia ingin aku pindah ke sana .." ucap Raditya lesu.


kemudian dia bangkit dan menggeram kesal


" eahhhhhh....sialan...kenapa sih cinta gue jadi begini....kalau sampai gue ketemu sama orang yang sengaja menjebak Delina akan gue habisi dia...heahhhh....." teriak Raditya geram.


semua terkejut...


"dit , udah dit , lo tenangin pikiran lo...jodoh ada di tangan Tuhan, Dia sudah memilik rencana yang jauh lebih indah dari apa yang kita bayangkan selama ini...kita do'akan saja yang terbaik untuk Delina..." ucap Rea.


sementara itu bang Ray sudah mulai stress setelah seharian pencarian tidak menemukan apa apa dan tidak ada tanda tanda...


begitu juga dengan tim SAR yang sudah mencari ke seluruh penjuru hutan namun tak ada jejak dan tak nampak tanda tanda keberadaan Delina..


untungnya Starla selalu ada di sampingnya yang semakin bijaksana yang bisa meredam emosi kekasihnya itu.

__ADS_1


__ADS_2