
pagi itu, hari minggu ... Delina membuka mata dia lihat jam menunjukkan ke pukul 5:30...
" hah sudah siang..." dia segera menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu dan melaksanakan sholat subuh.
setelah itu dia langsung mandi karena pagi ini ada janji dengan Starla mau ajak dia ke salon kecantikan.
Delina berjalan dengan terburu buru , dan tak sengaja menabrak Ray yang sedang berjalan sambil mainin ponselnya..
Bruaks....
sontak ponsel yang dipegang Ray pun lepas dan terlempar tepat ke arah Starla, dengan reflex Starla pun menangkap ponsel dengan tepat..
Delina pun terkejut, dengan muka merah karena takut kena marah kakaknya yang galak itu..
"aduhhhh...." gumam Delina sambil menunduk dan gemetar.
Ray terdiam dan menatap Delina dengan tatapan mengerikan.
" De..li...na..." teriak Ray dengan marah..
Delina pun semakin ketakutan, hendak berlari tapi tangan Ray lebih dulu meraih tangannya..
" tau nggak dalam ponsel itu ada nomer para klien penting, ada konsep kontrak yang belum ACC..." ucap Ray dengan mata melotot.
Nenek pun datang karena mendengar suara ribut pagi ..
" ada apa sih kalian pagi pagi udah ribut..." ucap nenek.
" maaf bang Delina gak sengaja..." ucap Delina dengan rasa takutnya.
kemudian Starla datang dengan ponsel Ray yang masih utuh dan baik baik saja.
Starla pun tidak berani menatap mata Ray, dia menoyodorkan ponselnya Ray begitu saja tanpa berani melihat sorot mata Ray yang menakutkan seperti singa yang hendak menerkam.
"tuh kan masih utuh ponselnya..." ucap nenek kesal.
" udah lepaskan Delina, kayak anak kecil aja, ribut terus.." imbuh nenek sambil menarik tangan Delina.
" ayo sayang kita sarapan..."
Delina pun mengikuti nenek berjalan dan sekilas dia menatap Ray, dan memonyongkan bibirnya mencibir Ray.
Ray hanya terdiam menatap Delina dan gatal rasanya kalau tak menjitak kepala gadis keras kepala itu.
Setelah Ray mengambil ponsel dari tangan Starla kemudian dia berlari dan benar benar menjitak kepala Delina yang sedang duduk bersama nenek hendak sarapan.
"aduhhhhhhh.....awas ya..." Delina pun berlari mengejar Ray untuk membalasnya.
hadeh...drama kejar kejaran mulai lagi membuat nenek mengelus dadanya .
" sayang ayo sarapan dulu..." ucap nenek.
" enggak nek, Delina gak lapar lagi.." ucap Delina yang ngos ngosan...
"aduhhh bang Ray kuat banget sih larinya..
Delina capek..huh huh huh..." gumam Delina sambil sesekali mengambil nafas.
__ADS_1
" udah bang udah larinya, Delina capek..." ucap Delina.
"terus..." ucap Ray.
" ya abang ke sini biar Delina balas jitak Abang.."
" enak aja..ogah .." Ray pun berlari ke halaman belakang untuk sejenak rilex menikmati sejuknya bunga bunga taman.
" ihhhhh...dasar..." Delina mendengus kesal.
kemudian Delina ambil tas dan kunci mobil sport abangnya dan menatap ke Starla untuk memberikan kode dengan matanya.
"ayo Starla kita berangkat..."
" iya Del..." ucap Starla.
"hei , tapi kalian belum sarapan..." ucap nenek.
" biar Starla bawa saja nek, nanti kita bisa makan di mobil..." ucap Starla sambil tersenyum dan menyiapkan beberapa bekal sarapan.
" nak, kamu jaga cucu nenek ya, nenek percaya sama kamu...dulu nenek pikir gadis yang dicintai Ray adalah Delina..tapi ternyata gadis itu kamu, nenek rasa itu pilihan yang tepat..coba kalau Delina dan Ray aduhhhh lama lama kena jantung beneran ..
udah besar tapi kelakuan aduhhh pusing lihatnya...sama sama kayak anak kecil, ribut terus..." ucap nenek sambil geleng geleng.
" iya nek, bang Ray sangat menyayangi Delina tapi sebatas adik yang menjadi teman bermainnya...mudah mudahan Starla bisa nek, sebab sudah terlalu banyak bekas luka yang dibuat oleh bang Ray, baik fisik maupun hati Starla nek ..." ucap Starla sambil berderai air mata.
nenek pun bangkit dan menghapus air mata di pipi Starla yang kusam, dan memeluk tubuh mungil gadis itu.." maafin cucu nenek ya sayang..."
" enggak nek ini bukan salah abang tapi memang salah Starla dulu pernah melukai Delina dan selalu jahat kepadanya...dan sejak saat itu Starla tau betapa abang sangat menyayangi delina, dan Starla rela menerimanya asal bisa menebus semua dosa dan kesalahanku nek..." ucap Starla sambil sesenggukan.
tin tinnnn....
"udah sayang, kalian manjakan diri kalian dan hati hati ya..." ucap nenek sambil mengusap rambut Starla.
"nanti pulang semua harus perfect "ucap nenek sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.
ternyata Ray dari tadi berada di balik pintu dan mendengar semuanya, dia sandarkan kepalanya di pintu dan terduduk dengan lesu dengan perasaan bersalah.
"apakah sudah begitu dalam aku melukaimu Starla...maafkan aku..." gumam Ray.
kemudian dia mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.
" dit, ayo ikut gue...lo ke rumah, gue tunggu sekarang juga..." ucap Ray kemudian menutup ponselnya dan berjalan menuju kamarnya untuk mengambil jaket dan kacamata hitamnya.
Nenek dan bu Risma yang dari tadi dudukndi meja makan hanya memperhatikan dan menatapnya saja, namun Ray seakan tak perduli ..
" udah bu, jangan perdulikan ,dia masih anak anak pikirannya masih labil gampang emosi.." ucap bu Risma menenangkan nenek yang terlihat marah melihat kelakuan Ray.
" udah umur 25 lebih dibilang masih anak anak..."gumam nenek membuat bu Risma tersenyum.
Tak berapa lama Raditya pun tiba dengan mobil sportnya yang berwarna kuning..
Ray yang sudah menunggu di depan rumah langsung menghampiri dan naik ke mobil Raditya.
" memangnya kita mau kemana sih bang.." ucap Raditya.
" ke salon.."
__ADS_1
" hah..."
"beneran bang"
"udah keren begini masak ke salon sih.."
" kita ke salon salsa , kemarin gue minta Delina membawa Starla ke salon salsa untuk perawatan.." ucap Ray.
" tapi sebelum kita ke sana kita beli sarapan dulu..."
" sepertinya ada sesuatu nih ..." ucap Raditya.
" ehm... gue merasa bersalah dit, gue terlalu kejam menyiksa Starla..." ucap Ray dengan muka sedih.
"sepertinya beberapa bulan terakhir semenjak Starla berada di rumah abang, semua berubah.." ucap Raditya
" apa maksutmu dit..."
" iya abang jadi lebih dingin , tapi Delina menjadi lebih manis dan lembut.." ucap Raditya.
" sialan lo dit kirain mau muji gue, taunya gadis keras kepala itu..." gumam Ray yang membuat Raditya tersenyum senyum sendiri.
" eh beneran bang.."
" iya gue tau..." ucap Ray.
" serius dit, entah perasaan apa yang gue rasain ke Starla gue sendiri bingung dit, akhir akhir ini gue selalu kepikiran dia, gue kasihan, gue mau dia pulang ke rumah nya tapi hati gue gak rela..gue ingin selalu melihatnya setiap saat.." ucap Ray .
" nah itu namanya abang sedang jatuh cinta, makan gak enak, tidur pun tak nyenyak, tiap hari selalu kepikiran.." jawab Raditya sambil tersenyum, namun tetap fokus pada kemudinya .
" ehem...mungkin memang begitu...tapi jujur gue masih malu dit..." keluh Ray.
" ihh...masa CEO keren punya malu sih..." jawab Raditya..yang langsung kena timpuk kepalanya oleh Ray.
" sialan lo dit...lo pikir gue robot ..." Ray mendengus kesal.
" kirain..."
" awas lo gak gue kagak ijinin ketemu Delina nangis nangis lo..." ketus Ray.
" ok ok bang, jangan dong... kasihan Raditya bang , bisa gila kalau gak boleh ketemu sama Delina..bang..." rengeknya.
Ray hanya tersenyum miring.
" hh cinta hanya membuat orang menjadi bodoh..." gumam Ray.
" nah abang sendiri.."
" iya mangkanya gue sendiri sekarang merasa sangat bodoh...sialan lo dit, sama aja kayak Delina, gak bisa diajak curhat lo...kalau mau beranten ayo turun sekarang.." ucap Ray kesal.
" ih ... bang Ray ,bercanda bang...mana berani sih Radit sama abang...ok ok daripada bang Ray marah marah terus lebih baik sekarang abang terusin curhatnya, biar Radit dengerin.." Raditya pun membuang muka sambil menahan tawa..
" memang benar, dia benar benar menjadi bodoh sekarang.." gumam Radit.
" apa lo bilang"
"enggak enggak kok bang, Radit fokus nih nyetirnya.." sangkalnya dengan terus nahan tawa .
__ADS_1
" dit ...kita berhenti di toko roti depan .."
" ok bang..."