Cinta Dan Trauma

Cinta Dan Trauma
khawatir


__ADS_3

Delina yang masih duduk di bawah pintu hamya diam dan memandangi Raditya.


" kok kamu pagi pagi sudah ke sini...mau minta sarapan ya .." ucap Delina.


" enak aja.., kalau di kasih sarapan boleh... apalagi kalau pagi pagi di kasih bibir yang merona..." Raditya tersenyum manis melihat ekspresi kekasih nya yang segera menutupi bibirnya .


" awas ya berani macam macam..."


" ih...apaan sih palingan juga belum mandi..dah sana mandi dulu keburu telat nih kita kan mau kemping..dah disiapin belum peralatannya.." ucap Raditya.


"ogah...aku gak suka kamping, males ...udah kamu aja yang siapin, palingan juga apa, yang penting ada kompor, baskom, mie instan, cemilan itu doang kan..tendanya pake punya kamu aja ya .." rengek Delina.


" eh tapi udah ijin ama abang belum.."


Delina mengangguk


"asalkan ada kamu boleh katanya..."


"yesss.."


"apaan ..palingan ntar aku yang jagain kamu, meskipun aku cewek kan lebih jago berkelahi darpada kamu..enak aja .."


" iya iya emang cewek tak pernah salah.." gumam Raditya.


" berarti nanti kalau pake tenda ku kamu tidurnya sama aku.." ucap Raditya menggoda Delina sambil tersenyum.


" ih...ya enggak lah, kamu sama aldo dan Hendra, aku sama Rea, enak aja...awas di sana jangan pernah ambil kesempatan.. meskipun kita resmi pacaran bukan berarti bisa sentuh sentuh aku semaunya...ingat..." ancam Delina.


Raditya hanya tersenyum..


"udah udah sana buruan mandi, ntar ketinggalan bus lo.... mereka sudah standbay pukul 10, dan sekarang sudah pukul 7:30 .. cepetan.." ucap Raditya sambil melihat jam tangannya.


Delina pun segera pergi ke kamarnya untuk bersiap siap.


Tak butuh waktu lama Delina sudah selesai dan keluar dari kamarnya dengan menenteng ransel , yang berisi makanan dan obat obatan untuk persediaan.


rambut terurai lembut, bibir pink yang menggiurkan, baju atasan yang senada dengan bawahannya..membuat Delina begitu sempurna di mata Raditya..


Raditya memandanginya tak berkedip ...


" ngapain dit... ingat lo jaga tu mata dan jaga adek gue kalau sampai kenapa napa lo yang gue hajar .." ucap Ray sambil memakai kaca mata hitamnya dan pergi menuju mobilnya untuk berangkat ke kantor.


" hadeh ...adek sama abangnya sama sama galak nya..untung adeknya cantik ..." gumam Raditya.

__ADS_1


" hah...apa dit, kalau misalnya aku gak cantik..." ucap Delina dengan pertanyaan bodohnya..


" duhhh...salah ngomong lagi ...siapa bilang kamu gak cantik, kamu cuantik banget membuat seorang Raditya pemuda paling ganteng dan keren di kampus tergila gila padamu .." ucap Raditya dengan senyum khasnya..


Delina tersenyum dan menggenggam tangan Raditya, menggandengnya melangkah menuju mobil Raditya..


" eh, tunggu...kalau kita nanti ikut rombongan naik bus , mobil kamu gimana..atau kita naik taci taxi aja .." ucap Delina.


" ok , terserah kamu lah sayang.."


mereka pun segera pesan taxi online.


dan tak lama taxi pesanannya pun tiba.


" dit, berapa lama sih kita camping nya... sebenarnya kalau ini bukan tugas kampus dan wajib aku gak akan ikut...ribet tau..." ucap Delina.


Raditya hanya tersenyum...


'' eh ngapain senyum senyum, jangan jangan kamu merencanakan sesuatu ya .." tanya Delina curiga.


" eh enak aja, ya enggak lah..kamu dah kenal aku berapa lama sih, masih aja curiga... heran aku..." jawab Raditya kesal.


" palingan seminggu..."


" ya enggaklah, 2 hari doang"


" ihhh.... Radit....ih..." Delina mencubit pinggang Raditya dan mereka pun tertawa.


Tak terasa mereka sudah sampai di depan kampus...dan sudah banyak orang yang kumpul di sana..


mereka pun segera turun dan gabung bersama mereka..


Di rumah, semua keluarga tampak khawatir sama Delina kecuali Ray yang berada di kantornya.


" Risma kok kamu ijinin sih Delina pergi kemping, kok aku takut ya, dan perasaan ku gak enak..." ucap nenek...


" entahlah bu, tadi dia minta ijin ke abangnya, Ray ngijinin asal sama Raditya, aku pun ya ngijinin asal abangya nginijin..." jawab bu Risma..


Starla yang mendengarkannya pun jadi tidak tenang, takut sesuatu terjadi dan firasatnya pun juga tidak enak...


Starla hanya mondar mandir...


"aduh gimana ya...apa aku telp abang aja untuk tanya apa ada solusinya... soalnya tempatnya juga jauh di luar kota..." gumamnya.

__ADS_1


cring....ponsel Ray berdering...


Dia melihat ada panggilan dari Starla dan dia terpaksa meminta Andre, tangan kanannya di kantor untuk menghendel rapat.


Ray pun keluar dar ruang rapat menuju ruang kerjanya.


" iya ada apa sayang..."


[ bang, abang kepikiran Delina gak sih, pikiran ku gak enak bang, ibu sama nenek juga khawatir.. ponselnya Delina dan Raditya gak bisa dihubungi...gimana ya bang ..]


" udah sayang kamu tenang aja , bentar lagi abang pulang kita bicarakan sama mereka di rumah ya, ini sebenarnya abang ada rapat penting , menyangkut perusahaan kakekmu juga sih tapi aku dah minta Andre untuk menghendel semua..."


[ ok bang , Starla tunggu ya bye...]


Ray menutup telponya dan mengirim pesan kepada Andre untuk menangani sementara dia mau pulang karena ada urusan penting di rumah.


Ray segera menuju ke mobilnya dan melajukannya menuju rumah besar waluyo..


sesampainya di sana semua nampak tegang terutama bu Risma.


Starla yang menunggu kedatangan Ray segera menghampirinya dan menceritakan semua ketegangan yang terjadi, Ray membuka jasnya dan memberikan kepada Starla untuk di taroh di tempatnya.


Ray melonggarkan dasinya, melipat lengan kemeja putihnya dan berjalan menuju bu Risma dan nenek duduk..


" ada apa ini..." ucap Ray.


" Ray kamu kok kasih ijin sih sama Delina untuk pergi kemping, kamu kan tau bahaya nya di sana gimana kamu gak sayang sama adek kamu..." ucap nenek sinis kepada Ray.


" bukan begitu nek, Ray sayang kepada Delina, tapi kan ada Radit yang menjaganya, mangkanya Ray kasih ijin karena ada Radit, udah kalian gak usah khawatir mereka pasti baik baik saja..." jawab Ray.


" nanti aku dan Starla akan menyusul ke sana , iya kan sayang... sekalian kita liburan..." imbuh Ray sambil melirik ke Starla.


Starla hanya bengong


" kita....ikut ke sana....jangan ngaco ah..." jawab Starla.


" eh siapa yang ngaco gak apa apa lagian dah lama kita gak hiling ..."


"udah yuk kita siap siap "


" ok "


Dan mereka pun segera menyiapkan segala kebutuhan selama di sana .

__ADS_1


__ADS_2