
Delina pun keluar dari ruangan dekan dengan langkah gontai dan lemas.
Bagaimana tidak, tugas sebesar itu bisa bisanya dia tidak mengumpulkan, bahkan dia tidak tahu kapan bisa mengumpulkannya lagi.
Biaya kuliah kedokteran sangatlah mahal bahkan tugas tugasnya pun terbilang membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
"Del, gimana ...lo gak apa apa kan..." tanya Rea penasaran.
Delina hanya menggelengkan kepalanya..
" gue dikasih waktu satu minggu untuk kembali membuat tugas itu Re... kalau tidak mengumpulkannya gue terancam putus bea siswa..." ucap Delina lemas.
" whattt......." ucap Rea kaget dengan menutup mulutnya sendiri .
"serius lo del ,padahal itu bukan salah lo..." tambah Rea.
" ehm...kalau gue terputus beasiswa entahlah Re, gue gak akan bisa bayar semester nya belum lagi tugas tugasnya yang butuh biaya gede..." ucap Delina sambil tertunduk.
Raditya yang mendengarkannya di balik tembok pun semakin teriris hatinya.
Dia terdiam dan berpikir sejenak apa yang bakalan dia lakukan untuk membantu Delina.
"udah ...semangat...nanti gue bantu ya, oiya paman gue memiliki lapak es cincau coba deh ntar gue tanyain bisa gak lo bantuin jual,lumayan buat tambahan..." ucap Rea.
" ok Re, makasih ya..." ucap Delina.
Radit semakin terluka mendengarkan gadis yang sangat dia gilai mau jualan es cincau.
Dia jadi kepikiran pak herman...
" apa untuk sementara waktu aku nginep dan bantu pak herman jualan roti ya, agar aku bisa ngawasin dan juga membantu delina..." gumam Raditya ..
Starla yang muncul tiba tiba membuat Radit terkaget..
" Raditya sayang sedang apa kamu di sini, oya nanti malam aku mau nonton sama kamu..
mau ya..." rengeknya manja.
Raditya hanya diam menatapnya tajam, hawa panas penuh kebencian melihat gadis manja dan jahat itu.
" ehm... jangan harap..." ucap Raditya sambil melambaikan tangan dan berlalu pergi.
__ADS_1
"ah..., kok gitu sih.... Radit,tunggu .... Radit.." ucap Starla sambil merengek kayak mau nangis.
Beberapa mahasiswa pun menyaksikannya, tak sedikit pula yang menggunjingkannya.
Tapi Starla tetap tak perduli dan terus berlari mengejar Raditya , pemuda paling keren di kampusnya.
Teman teman Raditya memandangi dengan heran..
" gue gak habis pikir sama otak si Raditya, sudah ada di depan mata masa depan yang begitu cerah, gadis cantik **** gila yang mengejarnya, ...e...dianya malah ngejar bunga liar di antara debu dan kotoran .." ucap Aldo.
langsung hendra menipuk kepalanya aldo.
"Heh...jaga mulut lo, jangan asal ngomong...siapa yang lo maksud bunga di antara debu yang penuh kotoran...si Delina, lo gak bisa lihat cantiknya dia, coba sama sama dandan ****, kalah tuh si Starla...enak aja, sekali lagi lo ngomong sembarangan gue laporin lo sama si Radit...tau rasa lo..." ketus hendra .
Dan Aldo hanya terdiam dan garuk-garuk kepalanya.
"ok ok bro..." ucap aldo.
"tapi bener deh gue heran kenapa ya si Radit demen sama Delina, apa uniknya coba.." imbuhnya.
" ya setiap orang memiliki kriteria sendiri sendiri do, kita melihat apa yang kita cintai dengan cara yang berbeda beda...Radit melihat Delina bukan karena kecantikan fisiknya, melainkan hati dan kepribadian nya.. Delina memiliki hati yang keras dan kegigihan.. justru cinta yang seperti itulah yang dinamakan cinta tulus bisa menerima apa adanya..tidak seperti lo..yang dilihat cuma cantik **** tajir...ehm...siap siap patah hati lo.." ucap Hendra panjang lebar .
Dan Aldo semakin penasaran ..
"karena kecantikan, tubuh **** tidaklah abadi seiring waktu semua itu akan hilan, masak 50 tahun lagi tubuh **** Starla akan tetap seperti sekarang, enggak kan...tapi kalau hati, sampai kapanpun akan tetap terjaga, bahkan sampai nafas tak lagi ada..." ucap hendra sambil meragakan kesyahduannya..karena yang dia bayangkan adalah wajah manis dan lembutnya Rea. karena selama ini diam diam hendra mengagumi sosok lembut manis dan baik hati itu..Dan sering curi curi pandang yang membuatnya semakin ingin mendekatinya tapi masih enggan karena malu.
"halah lebai lo....." ketus Aldo.
Herdra pun tersentak dan tertawa.
Dan sampailah Radit di depan mereka.
"hai guys....gue butuh bantuan kalian.." ucap Radit.
" bantuan apa dit..." ucap Hendra.
Raditpun menceritakan semua kejadian yang menimpa Delina tadi pagi.. mulai dari peristiwa Starla yang merusak tugas Delina dan masalah Delina yang terancam diputus beasiswa nya...dan delina yang hendak berjualan es cincau bersama pamannya Rea.
" kayaknya gua harus berbuat sesuatu...'' ucap Raditya.
" apa rencana lo.." tanya Aldo.
__ADS_1
" gue akan tinggal sementara di rumah pak herman tetangga rumah Delina yang seorang penjual roti keliling...dari sana gue bisa ngawasin Delina dan barang kali bisa membantunya..." ucap Raditya mantab dengan rencananya.
" ok dit, gue setuju dengan rencana lo, gua akan minta anak anak untuk beli es cincau di tempat delina ,gue akan sering nongkrong di dekat lapaknya ntar...tenang aja lo.." ucap hendra.
"siapa tahu nanti Rea ikut di sana kan lumayan bisa punya kesempatan untuk dekat dengannya.." ucap hebdra dari dalam hatinya.
Mereka pun menyusun rencana.
Tak terasa jam sudah menunjukan setengah 12.. Delina dan Rea berjalan menyusuri jalan menuju pintu keluar gerbang di kampusnya.
Raditya berlarian mencari keberadaan Delina..
" eh do lo tau di mana delina, gua dah cari di kelasnya, sudah tidak ada..." ucap Raditya sambil ngos ngosan..
"gua juga gak tau dit...." ucap Aldo sambil menggelengkan kepalanya.
Raditya berlari ke luar gerbang dan di seberang jalan tampak delina dan Rea tengah duduk sambil menunggu angkot.
Beberapa hari ini tidak kelihatan Delina tidak mengendarai motornya.
" o iya del, motor lo ke mana... beberapa hari ini gue gak lihat lo pake motor.." tanya Rea.
" motor gue hilang re.." jawab delina.
" hah....kok bisa..." ucap Rea terkejut.
" dijual sama bokap tiri gue...kalah tarohan motor gue yang dijual.." jawab delina lesu.
" udah lo yang sabar ya..." ucap Rea sambil mengelus punggung sahabatnya itu.
Raditya yang berada di belakang mereka pun tentu mendengarnya, terasa bagai dihujam seribu pisau, hatinya sakit bukan main..
" ya Alloh del, segitunya nasib mu , aku janji del aku akan membantumu sebisaku, kamu harus bisa mencapai cita citamu.. takkan kubiarkan sesuatu yang lebih buruk menimpamu lagi..."gumam Raditya.
Saat mau menyapa mereka Raditya terhenti dan mendengarkan keluh kesah curhatan Delina, Raditya semakin mendekat dan bersembunyi di balik tong sampah agar lebih jelas mengupingnya.
" lo tau re, gue gak pernah cerita sama siapapun masalah gue, hanya lo satu satunya yang gue percaya..ntahlah Re ..
gue gak percaya lagi sama manusia , apa lagi sama laki laki, semua laki laki br**g*"k, ba**j**n..." ucap Delina sambil tertunduk dengan sorot mata mematikan...
" lo dendam del.." ucap Rea.
__ADS_1
" sebenarnya gue gak dendam, cuma gue takut memulai sebuah hubungan, hati gue sudah membeku , tak bisa lagi melihat cinta seperti yang mereka bilang hangat..gue terlalu sering melihat wanita mulia yang lembut dan penyayang disakiti sampai hatinya remuk tak berbentuk..ibu gue, dengan suami pertama ayah kandungku, saat aku berumur sekitar 6 tahun , mereka berpisah ayahku selingkuh dan lebih memilih selingkuhannya..