Cinta Dan Trauma

Cinta Dan Trauma
Pertemuan pertama dengan Raditya


__ADS_3

Delina terus melangkah ,dengan santai dia berjalan menuju ke warung milik ibunya.


Dia merasakan ada yang memperhatikannya , Delina berhenti dan diam sejenak.


Radit yang kehilangan jejak Delina bingung harus ke mana, dia berputar badan dan


bruaks...


Radit menabrak bapak tukang roti, dan seketika itu banyak roti yang jatuh berhamburan.


ternyata bapak itu juga membawa tepung dan tepung itu tepat jatuh ke kepala Radit beserta telur telurnya...


" haduh......sial bener sih..." ucap Radit yang tersungkur seperti adonan kue donat..


" heh...rasain lo.." ucap Delina sambil tertawa.


"nak nak ..gimana sih..jalan hati hati dong...mana dagangan dah hancur bahan nya juga, gimana nih..." gertak bapak penjual roti itu dengan marah marah.


" ya maaf pak..." ucap Radit yang masih dengan muka penuh tepung dan telur.


"gak bisa pokoknya harus ganti 2 kali lipat.." ucap bapak itu.


"hah...." Radit terkejut.


" mahal amat sih..."


" pak harusnya itu 3 kali lipat, itu sudah dagangan hancur, bahannya juga hancur, tuh gerobak juga rusak, dan iya waktu bapak untuk jualan juga kesita.." ucap Delina sambil nahan ketawa.


" heh gadis bar bar ,sialan lo ya.." ucap Radit sambil melempar sisa telur dari kepala nya.


" eh eh eh....awas lo ya..." Delina kembali dan membalas.


Terjadilah perkelahian ,kejar kejaran,dan guling guling di jalan,gak ada yang mau ngalah persis kayak bocah TK.


Bapak tukang roti pun pusing dibuatnya..


kemudian mengambil panci dan dipukulnya...


teng teng teng.....


" sudah sudahhhhh.......!!!!!!!" teriak bapak itu.


Kalian berdua yang harus ganti..


"apa....!!!!" ucap mereka berdua dan saling memandang...Delina penuh amarah tapi lain dengan Radit yang hanya tersenyum sambil nahan tawa.


" gak apalah muka kayak adonan donat tetapi aku bahagia bisa bersamanya.." ucapnya dalam hati.


"kalian bersihkan ,lalu bawa pulang ke rumah saya dan buatkan makanan untuk saya, paham...dan o iya jangan lupa ,buat roti untuk jualan besok.." ucap bapak herman penjual roti tersebut.


"ini semua gara gara elo..." ucap Delina.


" elo juga..." ucap Raditya.


Delina berhenti berjalan dan menoleh penuh amarah menatap Radit.


" heh....salah gue..tolong ya di jelasin salah gue di mana, elo yang nabrak pak herman kok gue yang salah..enak aja..lagian lo ikutin gua, ngapain sih kenal juga enggak.." ucap Delina.

__ADS_1


"ehm ahm...." Radit bingung mau jawab apa sambil garuk garuk kepalanya yang lengket dan bau telur.


" ya pokoknya lo juga salah.." sanggah Raditya gak mau ngalah.


" dasar ...kalau elo gak mau ngaku salah gue hajar.." ucap Delina sambil ngepalkan tangan mau ninju Radit.


Radit melotot dan Delina juga melotot.


"elo..."


" elo.."


"elo.."


"eh iya bener juga ya salah elo di mana kan gue yang nabrak pak herman.." ucap Radit.


Dan seketika


brusks...


Sebuah sandal jepit melayang ke kepala Radit.


" heh cowok aneh lo bikin kesel.." ucap Delina sambil mendengus geram.


" waduh hh....lama lama gue kesel juga kalau kayak gini...untung..." ucap Radit.


"untung apa..." potong Delina dengan kesal.


" untung lo cantik..." ucap radit.


"aduhh...bapak semakin pusing lihat kalian berdua...bisa diam gak sih...aduhhhh" ucap pak herman.


"kalau kalian pacaran yang wajar saja dong bertengkar nya , dah sana kalian pergi tambah pusing aku lihat kalian.." ucap pak herman sambil duduk bersandar kursi plastik.


" enak aja pacaran, kenal juga gak..." ucap Delina sambil nyengir.


"udah udah , nama kamu siapa .." tanya pak Herman kepada Radit.


" Raditya pak, biasa dipanggil Radit.." ucap Radit sambil menundukkan kepala.


" Saya Delina pak anak bu Lina.." ucap Delina.


" ehh .. kalau kamu bapak sudah tahu kita kan tetanggaan.." ucap pak Herman.


" o iya ya ...pak..." ucap Delina sambil tertawa.


" Eh ..ternyata bisa tertawa juga , cantik tau kalau begitu..." ucap Radit menggoda Delina.


"apa lo..." ucap Delina.


" aduh...." Radit meringis kesakitan ,ternyata lututnya berdarah sobek agak dalam dan mengeluarkan banyak darah.


Radit pun lemas dan terkulai tak sadarkan diri terdungkur di lantai teras rumah pak Herman.


Delina dan pak Herman pun panik dan membawanya masuk rumah.


Sontak jiwa dokter Delina terpanggil, dia kompes jidat Radit,yang suhunya tinggi dan dia bersihkan luka lukanya..

__ADS_1


Saat dia mengoleskan obat anti septic Radit terperanjat dan berteriak.


"Auch.........."


Delina pun kaget..


" eh...apaan sih, bikin kaget aja..." ucap Delina.


"sakit tau...lo sengaja mau siksa gue ya.." reflek Radit langsung mendorong tubuh Delina sampai mental dan tersungkur..


" aduhhh....sialan lo ... emang dasar gila..." ucap Delina.


" eh...maaf , aku kira tadi..." ucap Raditya sambil garuk-garuk kepalanya.


"kamu sudah baikan Radit..


tanya pak Herman dengan membawakan sepiring nasi dan teh hangat.


Radit mengangguk.


" eh iya, sudah jam berapa ini , aduh ibuku sudah pulang, pasti dimarahi ayah lagi..." ucap Delina sambil berlari menuju rumahnya,karena dia tahu jam segini ibunya pasti sudah pulang.


Delina terus berlari dan khawatir dengan ibunya...


Deg ..


Sampai di depan pintu rumah keadaan sunyi dan menegangkan, jantung Delina semakin tak karuan, dia sungguh khawatir dengan ibunya.


"ibu ibu ibu....." teriak Delina.


tapi tetap tak ada jawaban, dia terus berlari ke dalam rumah dan mencari cari di setiap ruang di rumah nya.


Dan bruak saat membuka pintu gudang dia melihat ibunya meringkuk lemas dengan luka lebam di sekujur tubuhnya.


Delina pun menangis dan memeluk ibunya.


" ibu....." ucap Delina sambil menangis sesenggukan melihat keadaan ibunya.


"sayang , ...." ibunys pun menangis sambil meringis menahan luka luka yang ada di tubuhnya karena ulah suaminya.


"pasti laki laki sialan itu memukul ibu lagi..." ucap Delina geram sambil mengepalkan tangan nya.


kemudian Delina memapah ibunya masuk ke dalam kamarnya...


"Kenapa sih ibu tak mengijinkan Delina menghabisi laki-laki brengsek itu..." ucap Delina marah.


"jangan sayang, bagaimana pun juga dia pernah menganggapmu anak kandungnya sendiri dan dengan bekerja keras membesarkan mu...lagi pula itu akan merusak masa depanmu kalau sampai kamu masuk penjara..." ucap ibunya.


" Memang semua lelaki brengsek, ayah kandungku sendiri pergi meninggalkan ibu, ada lagi laki laki brengsek lagi dengan kejam menyiksa ibu...apa ibu tak bisa melawan, harusnya ibu belajar karate seperti Delina.." ucap Delina.


Ibunya hanya tersenyum dan memeluk putri semata wayangnya dan juga semangat hidupnya selama ini.


"ibu hanya ingin kamu sukses nak, biarkan kita seperti ini dulu, kalau kelak cita cita mu tercapai kita akan pergi dari sini..kamu harus serius belajarnya agar semua bisa terwujud..." ucap ibunya sambil mencium kening anaknya.


"Delina janji bu akan membuat ibu bangga..." ucapnya dalam hati.


Sementara di kediaman pak Herman, Radit yang mendengar cerita tentang Delina pun semakin iba , dia merasa kasihan dan bertekad akan menjadi pelindungnya, walaupun mungkin dia lebih hebat berantenmnya daripada dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2