
hari hari berganti rencana demi rencana telah berjalan lancar, sawah milik warga telah kembali semua, kehidupan Sari dan keluarganya sudah jauh lebih baik..
desa yang dulunya ketinggalan jaman kini sudah mulai maju, sekolah sekolah negri sudah kembali aktif, pustu ( puskesmas pembantu) pun sudah kembali berfungsi.
Delina sudah bisa kuliah online di rumah barunya di sebelah kantor kecamatan.
dengan laptop serta wifi dia bisa lancar dalam menimba ilmu dari para dosennya.
" tapi bagaimana ini, berarti gue harus mau jadi istrinya pak Broto, karena pak Broto sudah memenuhi semua janjinya...aduhhh pusing gue..." gumam Delina.
saat ini Delina sedang berada di rumahnya dia mencoba membuka Instagram yang sudah lama dia tidak kunjungi..
" kok tiba tiba gue kangen sama Raditya ya... coba buka ig lah siapa tau dia lagi up..."
deg ...
ternyata Raditya menggunggah 2 hari yang lalu...emoji hati yang telah patah.
" apa gue balas ya..."gumam Delina.
Dan Delina pun membalas dengan emoji hati yang penuh cinta serta tulisan ..~ bukan patah tapi waktu yang belum menjawabnya ~
sontak rame dah itu ig Delina, termasuk hendra ,aldo, dan Rea.
mereka senang ternyata Delina baik baik saja...dan tak lama kemudian Raditya kembali membalasnya..emoji bahagia...
kring.....
telpon pun berdering...
[ hallo sayang, benarkah ini kamu ]
" iya dit, ini aku Delina, kamu apa kabarnya..
aku kira kamu sudah melupakan aku dan hatimu yang patah itu .."
[ tidak sayang selama nya hati ini hanya milikmu ,hatiku telah patah karena aku tidak tahu lagi ,aku sudah pasrah dan membiarkan dia patah ]
" kamu bisa saja "
[ aku kangen Del sama kamu, aku benar benar sudah gila karena dirimu...]
" ah ..beneran kamu "
[ hidupku seperti beku semenjak kepergianmu , mama papaku sebenarnya sudah mengetahui hubungan kita , mereka meminta ku untuk segera melamarmu tapi aku jelaskan semuanya dan mereka memahaminya...tapi setelah tahu kamu hilang waktu itu... mereka pun putus asa dan berusaha menjodohkan ku dengan putri rekan bisnisnya...]
" terus kamu menolak nya, kenapa apa dia kurang cantik "
[ mereka tidak seperti mu sayang dan tak akan pernah ada yang sama seperti mu, karena hanya kamu yang ada di hatiku..]
'' ih...gombal kamu dit ... O iya dit kamu tahu nomerku dari mana "
__ADS_1
[ setelah kamu balas ig ku aku langsung hubungi bang Ray,dia yang kasih nomer baru kamu..o iya sayang ceritakan dong gimana kamu sampai ke sana ..]
" iya dit , cerita nya panjang.."
dan Delina pun menceritakan semua yang terjadi selama setahun belakangan ini.
ya sudah setahun Delina berada di desa ini dan begitu banyak pengalaman dan cerita yang telah terjadi..
Raditya pun diam ...
kemudian panggilan berubah ke video..
tampak wajah Raditya yang lebih kurus namun aura ketampanan nya masih terlihat.
"hai dit, kamu kurusan ..."
[ kamu masih cantik Del, walaupun sedikit lusuh sih tapi tidak membuatku berhenti mencintaimu...]
" kamu gak suka ya kalau aku seperti ini, aku gak menarik lagi ya..."
[ eh ...siapa bilang , kamu masih tetap Delina ku kan...tetap kamu yang membuatku gila , bahkan sampai saat ini Del...]
" iya kah..."
[ iya ...beneran... tidak lama lagi aku bakal balik ke Indonesia untuk peluncuran produk baru, dan kalau lancar di Indonesia mungkin perusahaan akan membuka kantor cabang ..]
" o iya , mudah mudahan lancar ya dit..."
" terimakasih ya dit, kamu sudah ngertiin aku, iya aku butuh waktu untuk menggapai mimpi mimpiku...bye...i love u "
[ love you to]
tak terasa buliran air mata jatuh tak terbendung mana kala Delina teringat dengan janjinya kepada pak Broto.
"Raditya...maafkan aku.." isakan tangisan Delina semakin menjadi jadi.
tok tok
"Del, kamu gak apa apa.." tanya salah satu penjaga rumah yang merupakan anak buah Ray yang ditugaskan untuk menjaga Delina selama tinggal di sana.
" enggak kok bang..." jawab Delina dari dalam rumah.
pagi yang cerah seperti biasa Delina selalu pergi ke desa untuk mengunjungi sari dan kali ini dia tidak sendiri dia bersama seorang pemuda yang seumuran Anton, dia memiliki wajah yang manis dan mirip dengan Dika...ya dia adalah Dio ayah kandung Dika.
" Dio, ini kita sudah sampai turunlah..." ucap Delina yang duduk di kursi kemudi.
" iya mbak Delina...ini rumah siapa..." ucap Dio.
Delina pun turun dari mobil Honda jazz warna merah miliknya..
memang rumah Sari yang dulu sudah dibongkar dan direnovasi , berkat kerja keras Sari dan bantuan dari Delina..
__ADS_1
warung sari pun semakin berkembang besar dan rame..
taraf kehidupan di sana sudah semakin bagus dan meningkat.
sekarang pun sudah dibangun tower tower pemancar untuk jaringan 4G..
untuk menggunakan ponsel canggih ataupun laptop tidak lagi harus ke kecamatan.
jembatan yang dulunya tidak layak sekarang sudah dibangun bagus dan kokoh.
ok kembali ke Dio dan Sari**
Delina tersenyum melihat Sari dan Dika yang hendak berangkat ke sekolah.
Dio pun terkejut melihat Sari yang sudah jauh lebih dewasa dan lebih cantik dari yang dulu, serta seorang anak laki-laki yang wajahnya begitu mirip dengan dirinya.
"Sar, kamu kah itu Sar...." ucap Dio dengan nada suara bergetar.
" mas Dio...kamu masih hidup mas..." ucap Sari sambil menyeka air matanya.
dan mereka saling berpelukan melepaskan rindu dan saling mengadukan deritanya selama ini.
" ibu...dia siapa ..." ucap Dika.
Dio pun melepaskan pelukannya dan menoleh ke arah Dika dan berganti ke Sari.
Sari mengangguk dangan derai air mata.
" namanya Dika mas, dia lahir 8 bulan setelah kepergianmu. ." ucap Sari.
Dio pun tak kuasa menahan air matanya..
"Dika sayang sini sayang, aku ayahmu..." ucap Dio sambil meregangkan kedua tangannya..
namun Dika hanya diam ..
Delina menghampiri Dika dan menepuk pundaknya.
" Dika, bukankah selama ini kamu sangat merindukan ayahmu, ini dia ayahmu sekarang udah ada di hadapan mu...peluk dia Dika, dia sangat merindukanmu..." ucap Delina.
Dika pun mendekat ke Dio, dan menangis memeluk ayahnya..
"ayah jangan tinggalin Dio sama ibu, kasihan ibu selama ini gak ada ayah...." ucap Dika.
"sekarang aku akan membawa kalian ke hadapan ayahku...dia harus tahu dan menjelaskan kepadaku..." ucap Dio.
" tidak mas, nanti mas Dio bisa dihajar lagi.." ucap Sari.
" tidak Sar, kali ini aku gak takut dan akan ku hadapi demi kalian..." ucap Dio.
"ok Dio, bagus...ayo cepat semua naik ke mobilku..." ucap Delina.
__ADS_1