
Hari berganti waktu berlalu, seperti biasanya Delina berangkat ke kampus dengan angkot dan dengan senyum semangat dia menyapa siapa pun yang dia temui di jalan gang dekat rumahnya .
"berangkat ke kampus del..." sapa ibu ibu yang sedang belana di tukang sayur.
"iya bu, mari .."
" eh iya del, para pemuda ganteng yang tinggal di rumah pak Herman kemarin itu salah satunya pacar kamu ya del...." tanya seorang ibu yang kepo.
Delina behenti berjalan dan mengeryitkan keningnya, sambil menoleh dan tersenyum.
"oh...tidak kok bu, mereka satu kampus tapi beda jurusan, ya kebetulan saja kenal...bukan pacar kok bu..." jawab Delina sambil berlalu terus berjalan menuju pangkalan angkot.
" eh iya lo , ke tiga pemuda itu ganteng ganteng lo, coba saya belum punya suami, mau dah nikahi..." ucap salah satu ibu ibu ganjen.
" ya elah, lo mau ,dianya yang gak mau ama elo..." jawab salah satu ibu ibu tersebut.
Dan mereka pun tertawa, yang membuat suasana menjadi gaduh, Delina yang masih mendengarkan pun jadi ikut tersenyum sendirian.
Dan ternyata ,Raditya yang mau jemput Delina ke rumahnya tapi berhenti karena melihat ibu ibu yang beli sayur takut jadi gosip kasihan Delina dan ibunya, akhirnya Raditya menghentikan motornya dan ditunggunya Delina di balik pohon depan gang.
Dengan senyum yang mengembang dan wajah yang putih segar ,rambut diikat satu dengan kaos warna biru muda dan hem kotak kotak biru navy yang kancingnya dibiarkan terbuka, celana jeans panjang dan sepatu putih, delina tampak begitu mempesona.
Ya itu mempesona versi Raditya, kalau versi hendra dan aldo pasti lain lagi....
Raditya melongo melihatnya.
Dan karena dia mendengarkan apa yang dikatakan ibu ibu tersebut , membuat Delina geli dan itu tersenyum sendirian.
" cie.....emang lo gak tertarik ya sama cowok cowok ganteng yang tinggal di rumah pak Herman..." ucap Raditya sambil tersenyum menggoda Delina.
sontak Delina berhenti tersenyum dan mendengus kesal.
" apaan sih lo...ngapain lagi di sini, di hajar preman lagi tau rasa lo,ogah gue nolongin.." ucap Delina kesal.
__ADS_1
" busyet tu anak, mentang mentang jago berantem .."
" hai del, lo itu cewek asli atau bukan sih.." ucap Raditya.
sontak Delina berhenti dan menoleh ke Raditya dengan muka merah padam.
" apa lo bilang, coba bilang sekali lagi, gue patahkan semua tulang lo..." ucap Delina dengan nada mengancam.
" udah udah del ampun gue nyerah gak berani gue....gue cuma mau bilang sekarang sudah hampir jam 7 bukannya jam setengah 8 lo sudah ada mata kuliah ya...gue mau nawarin ya kalau lo mau kalau nggak ya gak apa apa.." ucap Raditya sambil menaiki motornya,memasang tas ransel dipunggungnya dan memasang kaca mata hitam kebanggaannya., serta helm.
Delina terdiam dan melihat jam tangan yang melingkar di pergelangannya.
"eh iya nih..duh, gimana nih... terpaksa deh.." gumam delina dan melangkah menuju motor gede warna biru milik Raditya.
Raditya tersenyum menang..
"awal yang bagus dit" gumamnya dalam hati ,dan..tampak dari seberang jalan bang Ray yang memberikan acungan jempol sambil tersenyum kepada Raditya , Raditya pun membalasnya dengan sebuah lambaian.
Untungnya Delina tidak menyadarinya.
Sontak membuat Starla geram dan memukul mukul stirnya.
"awas kau Delina, berani beraninya kau jalan sama Raditya..lihat saja nanti " ucap Starla.
Raditya dan Delina yang tak menyadari keberadaan Starla , dan mereka pun tetap melajukan motonya memecah keramaian pagi.
Dan sesekali Raditya menggoda Delina dan menggenggam tangan lembutnya.
Tapi Delina selalu menepisnya.
Raditya hanya tersenyum.
sesampainya di kampus Delina buru buru lari karena dosen datang 5 menit lagi.
__ADS_1
"eh..main nyelonong aja , terimakasih dulu kek atau...." ucap Raditya.
"iya... makasih ya dit..." teriak Delina sambil berlari, dan senyum yang mengembang seakan menghentikan rotasi bumi untuk sejenak.
" tunggulah Delina sayang sebentar lagi senyum itu akan selalu ada takkan pernah hilang..." gumam Raditya.
kemudian Starla pun tiba di kampus..dia langsung mencari keberadaan Delina..
"di mana gadis sialan itu...awas gue gak akan kasih ampun, sudah berani beraninya rebut Raditya dari gue..." ucapnya ketus.
Starla akhirnya menemukan Delina sedang belajar di kelasnya, dia tunggu di depan kelasnya sampai selesai..
"emang lo gak masuk kelas Starla.." tanya Dita.
"enggak gue gak perduli, gue hanya ingin hajar tuh cewek g*t*l..." ketusnya.
Dan yang ditunggu pun tiba , kelas Delina selesai dan Delina pun hendak keluar...
Delina pun kaget tiba tiba ada tangan yang menjambak kuncir rambutnya, reflek diapun menoleh...
" apa apaan sih lo star, lepasin..." ucap Delina.
"lo jangan ganggu Raditya lagi, dia milik gue, hanya gue yang boleh dekatin dia, paham lo.." ketus Starla.
" heh... siapa juga yang dekatin dia, yang ada dia tuh yang selalu ngikutin gue.." jawab Delina.
"kau..." ucap Starla sambil menunjuk ke muka Delina.
" apa..." jawab Delina sambil memelintir jemari Starla,sehingga dia meringis kesakitan.
"aduh ...awas kau..."
Starla pun pergi dengan marah dan meringis kesakitan.
__ADS_1
Kenapa sih dia gak pernah lupa gangguin gue, apa coba salah gue..
gara gara Raditya nih, dia pasti mempermainkan hatinya...