Cinta Dan Trauma

Cinta Dan Trauma
Permintaan maaf


__ADS_3

Ray terdiam menatap Bu Risma, dia mengacak rambutnya frustasi..


" ah ..gua sungguh gak habis pikir terbuat dari apasih hatinya Bu Risma, orang sejahat itu masih mau dimaafin..gua aja ogah, jijik lihat mukanya.." gumam Ray.


" Ray tunggu, kamu mau tau kenapa aku harus maafin Starla..." ucap bu Risma.


Ray semakin bingung, dia putar badannya dan menghampiri bu Risma..


"iya bu kenapa, dia sudah jahat bu apalagi ibunya..." ucap Ray.


"iya aku tahu..."


"ibu tau dari mana ,tau apa bu..."


"tadi siang Sandra datang ke sini.."


Ray semakin terkejut " secepat itu kah"


"dia minta maaf atas semua perbuatannya selama ini, tapi satu hal yang dia minta, dia minta tolong untuk merahasiakannya ke Starla kalau dia dan handoko yang sudah melenyapkan mas bayu..suaminya sendiri dan ayah kandung Starla..dan sepulang dari sini dia akan menyerahkan diri ke polisi agar semua bisa mendapatkan keadilan, tapi handoko dia kabur ke luar negri.." ucap bu Risma.


Ray terduduk lemas,


"dan karena itu aku tahu kalau Sandra adalah ibunya Starla dan bayu adalah kakak kandungku, karena dulu aku lebih memilih handoko yang miskin maka ayah mengusirku dari rumah , tapi kejam handoko dan kakak iparku malah menghianati ku, sungguh kejam..." ucap Bu Risma sambil menangis...dan tersungkur di kursi samping Ray.


Dan ternyata Starla yang berada di sana pun mendengarkan semuanya, dia syok dan lemas..

__ADS_1


" tidakkkkk...." Starla berteriak.


dan karena mendengar teriakkan Starla yang mengejutkan, sontak Delina bangkit dari duduknya, dan semua kejadian kejadian yang lalu kembali membayang dipikirannya...


Delina tetap berdiri dan memegangi kepalanya, dia menangis dan menjerit..


" ach........"


Ray langsung menyambar tubuh Delina dan memeluk nya untuk menenangkannya.


setelah tenang, dia menatap mata Delina..


" bang, Delina ada di mana... Delina takut bang, Delina mau abang jangan pergi.."ucap Delina.


"tidak Del, bang Ray ada di sini ,abang gak akan pernah tinggalin adek Abang, abang janji, sudah kamu tenang ya, sekarang Delina istirahat sama bi inah di kamar ya..." ucap Ray sambil memapah Delina ke kamarnya yang diikuti bu Risma dan bi inah di belakangnya.


Ray yang keluar dari kamar Delina.


Dia berjalan mendekati Starla, dia amati gadis itu, Ray hanya tersenyum dan menata rambutnya,serta merapikan jasnya.


" hei, elo mau mandi atau mau makan...sudah sana pergi, eneg gue lihat muka lo.." ucap Ray sinis.


Starla tak menjawab dia terus pandangi wajah Ray..


" ternyata cowok ini tampan juga beda tipis dengan Raditya..tapi galak sekali, seperti monster.." gumam Starla.

__ADS_1


" udah sana pergi..bi bi tunggu bi inah kebetulan bi inah di sini, emangnya Delina sudah tidur bi.." tanya Ray.


bi inah mengangguk.


" ok bi, ini ada pembantu baru, bawa dia ke dapur dan ajarin dia semua pekerjaan di rumah ini, termasuk bagaimana saat dia membersihkan kamar ku, dan ini uang buat kamu beli baju baru, ingat kamu yang beli baju baru dan bajumu yang lama semua kasih ke dia..ingat bi.." ucap Ray ketus.


kemudian Ray melangkahkan kaki ke luar rumah untuk kembali ke kantornya menyelesaikan semua pekerjaan yang sudah tertunda.


Bi inah cuma bengong dan bingung dengan maksut tuannya yang aneh itu.


Diapun mengambil uang 5 juta yang dikasih Ray..


'' aduh tuan muda ini aneh aneh saja , saya jadi bingung..." ucap bi inah.


starla yang melihatnya pun hanya diam dan kesal sih tapi dia berpikir mungkin ini harga yang pantas untuk menebus semua kesalahannya selama ini.


kemudian bi inah pun mengajak Starla ke dapur dan menunjukkan semua pekerjaan nya.. setelah itu dia membawa nya ke kamarnya..


" non Starla, nanti tidurnya sama bibi aja ya, daripada non tidur di gudang, dingin non, banyak nyamuk.." ucap bi inah.


"bi bi jangan panggil non ah bi, kita ini sama bi, saya juga bekerja di sini bi.." ucap Starla.


" enggak non, walaupun non bekerja di sini itu kan bukan kemauan non kan ini karena hukuman dari tuan muda, apalagi non kan keponakannya bu Risma.." imbuhnya.


"non Starla mandi dulu gih...ini baju gantinya di sini non.."

__ADS_1


" iya bi , terimakasih "


__ADS_2