Cinta Dan Trauma

Cinta Dan Trauma
Teman di masa lalu


__ADS_3

Delina duduk sendiri di kursi di sudut taman sambil menatap fokus ke laptopnya, dia sedang mengerjakan tugas kuliahnya..


Sesosok pemuda duduk di sebelahnya, Delina hanya melirik tanpa merespon.


Kemudian pemuda itu mencoba menggodanya dengan merangkulnya diam diam..


Delina memiringkan bahunya hendak melepaskan tangan pemuda itu.


Namun pemuda itu tetap menggodanya, kali ini menatap lekat wajah Delina tanpa berkedip..


Delina pun risih dan menutup laptopnya..


"Radit, sudah....aku lagi ngerjain tugas dari dosen galak tau gak sih....!!!!.." ketus Delina dengan kesal.


Dan betapa terkejutnya saat dia menoleh, sosok itu yang dia kira Raditya , ternyata dokter Aldi yang merupakan dosen yang memberikan nya tugas itu. karena Delina kuliah di kedokteran jadi yang kasih materi 80% adalah dokter senior.


Dokter Aldi hanya tersenyum.


Delina langsung tersipu malu ..


" maaf dok, tadi aku kira Raditya, anak ekonomi yang suks godain "


"Dok dokter Aldi ngapain ke sini..." ucapnya gugup.


"kamu Delina kan anaknya bu Risma yang bekerja di rumahnya Ray waktu itu..." ucap Dokter Aldi.


"ehem..." jawab Delina heran.


" kamu masak gak ingat sih sama teman bermain masa kecilmu waktu itu..saat itu kamu yang paling kecil di antara kami aku Ray dan kamu , udah cewek sendiri ,suka nangis pula...masak sih kamu gak ingat.." ucap Dokter Aldi.


Delina menggaruk kepalanya dan berusaha mengingatnya...


" o ...iya iya kak aldi ....dulu kak Aldi yang sering main ke rumah bang Ray , dan aku selalu ikut ke mana pun bang Ray,dan bang Ray yang galak Delina selalu dimarahi gak boleh ikut katanya cewek...iya iya.....aku ingat kak..." ucap Delina dengan mata berbinar.


Mereka pun bercengkrama menceritakan masa lalu...tanpa menyadari Ada sepasang mata yang melihatnya dan hati yang sakit kala itu.


"o iya kak, kakak sekarang tinggal di mana..." tanya Delina.


" aku kembali ke rumah mamaku deket kok sama rumah Ray...setelah pendidikanku selesai dari Amerika, aku berniat mengabdikan diriku untuk negriku ini..o iya ibumu masih bekerja di rumah Ray.." tanya Aldi.


" aku dan ibuku sekarang tinggal di rumah Abang tapi gak lagi bekerja di sana kak, cerita nya panjang kak, gak cukup kalau aku ceritain sekarang , ini aku juga dah mau ikut seminar kak, kan kakak yang ngisi ..." jawab Delina sambil berdiri dan melangkah menuju ruang seminar.

__ADS_1


Dari kejauhan tampak Raditya melihat Delina dan Aldi yang berbicara dan kelihatan sangat akrab menuju ruang seminar..


" aduh ...siapa itu ya yang sama Delina..


kok kayaknya akrab banget..." gumamnya.


Raditya pun segera menghampiri Delina dan Aldi sebelum mereka masuk ruang seminar.


"hai Del..." sapa Raditya.


" eh kamu dit, ngapain kamu di sini..." ucap Delina.


" ya mencari kamulah emangnya mau ngapain lagi..." jawab Raditya sinis karena cemburu.


Aldi hanya tersenyum melihat nya.


" oiya dit, ini kenalkan, kak Aldi teman masa kecilku ..eh..,temannya bang Ray sih sebenernya cuma aku ikut ikutan saja dulu.." ucap Delina memperkenalkan Aldi.


"dan ini Raditya kak teman Delina..." ucap Delina.


Raditya mengeryitkan keningnya..


" hah..busyet...hanya teman..." gumam Raditya kesal.


" udah yuk Del masuk, dah hampir mulai tuh..." ajak Aldi sambil menggandeng tangan Delina.


Delina pun hanya menatap Raditya dan pasrah ketika Aldi menyeretnya masuk ke ruang seminar.


bagaikan langit runtuh, bumi bergejolak, petir bersambaran... Raditya menahan hawa panas di dada nya.


Rea , Aldo dan Hendra yang melihatnya hanya tersenyum sambil cekikikan menahan tawa.


" hai dra, lo berani taruhan gak kalau si radit pasti jeles tingkat tinggi, lihat mukanya menyeramkan.." ucap Aldo sambil tertawa geli melihat pria idaman di kampusnya sedang menahan cemburu.


"lo tuh gak punya perasaan do, gak kasihan apa lihat teman sakit hati..." ucap hendra.


" iya ih Aldo, kasihan tau si Radit pasti sakit tu hatinya, melihat gadis yang sangat dicintainya digandeng pria lain, dosennya lagi, dokter pula...kalau aku mah langsung lari masuk kamar nangis dah seharian sampai lupa makan..."ucap Rea yang nerocos tak ada jeda.


Hendra yang gemas dengan Rea hanya menatap gadisnya itu sambil tersenyum..


" beneran..... berarti kalau kamu lihat aku gandeng gadis lain nanti kamu akan nangis di kamar seharian dan gak mau makan..." ucap Hendra.

__ADS_1


"ih...apaan sih .." jawab Rea sambil menahan malu .


" ehem...trus nanti datang bawa setangkai mawar merah dan sekotak martabak telor, terus keluar deh dari kamar, aku minta maaf sayang, ya udah aku maafin kamu sayang ,kamu jangan ngambek lagi dong kita makan yuk...ayuuk.....basi tau nggak...dasar yang lagi bucin.." ketus Aldo kesal.


sontak Rea menipuk pundak Aldo..


" ih...kamu apaan sih do, makanya cepetan cari pacar...jangan gangguin mulu kerjaannya.." ucap rea.


Hendra hanya tersenyum..


" yah kalau cewek ma gua banyak tau Re... semua cantik semua ****..." bantah Aldo.


" iya cewek ma banyak yang mau jadi pacar lo yang kagak ada, karena merasa tau lo playboy kelas kepiting ,...merangkak sono ke laut.." ucap Hendra sambil tertawa.


"sialan lo pada..." ucap Aldo sambil berjalan menjauhi hendra dan Rea yang sedang bucin dan saling bergandengan tangan.


"hai dit...lo lagi ngapain di sini pulang yuk..." ucap cindy menghampiri Raditya.


Raditya tak menjawab.


Cindy langsung meraih tangan Raditya dan menggenggamnya ..


"dit , kamu dah makan apa belum, makan yuk..." ucap cindy sambil menggandeng Raditya dan menuntunnya ke kantin .


Raditya tampak masih diliputi rasa cemburu, dia menatap cindy dengan tajam seperti hendak menerkam.


"kamu kenapa sih dit, ayo pesan, atau aku yang pesankan ya..." rengek cindy.


" bu, aku minta 2 nasi goreng dan 2 lemon tea ya .." ucap cindy kepada ibu penjaga kantin.


" iya mbak.."


" dua duanya pedes ya bu "


"iya mbak "


" Dit , kamu suka pedes kan, o ya kok tumben kamu gak sama sama Aldo dan Hendra, kayaknya tadi mereka dah pulang deh.." ucap cindy sambil membuka layar hp dan selfi bersama pria pujaannya itu.


" Dit, bagus ya...lain kali kamu senyum dong" ucap cindy manja seakan akan Raditya adalah pacarnya dan memperlihatkan hasil jepretan nya barusan.


Dan mereka begitu dekat sampai pipi cindy yang hampir menempel di bibir Raditya.

__ADS_1


Tapi Raditya tak merespon sama sekali tak perduli dan hanya tersenyum miring ..


" gila nih cewek...gua gak boleh kasih harapan seperti Starla, atau kejadian itu terulang lagi..tapi Delina sangat menyebalkan.." gumam Raditya dalam hati.


__ADS_2