Cinta Dan Trauma

Cinta Dan Trauma
Biarkan istirahat dulu


__ADS_3

Delina kelihatan sangat mahir mengemudikan angkot.


Dia menyetir memecah keramaian kota ..


" Dek, lo yakin mau bawa hendra ke puskesmas..." ucap Raditya.


" Hendra gak apa apa dit, dia cuma kelelahan dan sedikit luka memar...kalau pun gue punya obat obatan gue gak harus bawa dia ke puskesmas, tapi gue belum punya obat obatannya...hendra perlu antibiotik dan sedikit cairan untuk tenaga..." ucap Delina yang merupakan calon dokter.


" ok bu dokter..." jawab Raditya.


"apaan sih lo..." ucap Delina sambil tersenyum dan dengan konsentrasi menyetir angkotnya.


" ternyata lo jago berkelahi ya del.." tanya Aldo.


" ehm...biasa aja..." jawab Delina sinis.


" kok elo gak ngelawan ketika Starla ngebully elo waktu itu..." tanya Aldo penasaran.


"itu kampus do, bukan arena tunju juga bukan jalanan...gue gak mau ribut di sana, lagi pula gue anak kedokteran yang kuliah di sana dengan full beasiswa, kalau sedikit saja gue buat kesalahan,resiko terbesar akan gue hadapi, mulai di DO sampai henti beasiswa.." jawab Delina membuat Aldo tercengang.


Aldo pun mengangguk, dan sedikit mencuri pandang dari arah belakang...saat Delina konsentrasi dengan lihai dia menyusuri jalan jalan kampung...


Rambut teruarai dan angin sepoi sepoi yang mengibaskan rambutnya terlihatlah aura kecantikan alaminya...dan membuat Aldo terbengong dan berdecak kagum.


Raditya yang menyadari kelakuan sahabatnya itu serta, bangkitnya jiwa playboinya langsung menimpuk kepala Aldo dengan jaketnya..


"heh lo ngapain lihatin dia...awas lo macem macem...gue hajar " gertak Raditya.


Aldo hanya tersenyum miring..


"ternyata si Delina cantik juga ya, pantas saja Lo tergila gila sama dia.." ucap Aldo sambil setengah berbisik sama Raditya.


"makanya lo jangan macam macam, dia gadis gue...ingat itu.." ancam Raditya.


" ok ok sorry..." jawab Aldo.


Dan mereka pun sampai di puskesmas , segera membawa hendra masuk, hendra yang sudah lemas harus segera mendapatkankan infus...


"o ya gue telp pak Herman dulu takutnya dia khawatir..." ucap Raditya sambil merogoh hp yang ada di jaketnya.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Hendra mendapatkan perawatan serta infusnya pun udah berhasil di pasang.


Dokter jaga puskesmas bicara dengan Delina, mereka sepertinya sudah akrab...memang mereka sudah saling kenal karena Delina sering membantu dokter ketika puskesmas banyak pasien, dan dulunya dokter jaga tersebut adalah kakak kelas (senior) Delina.


Dokter tampan yang berkaca mata serta wajah putih bersih dengan sedikit brewok tipis, selalu ramah dan selalu dekat dengan Delina membuat Raditya cemburu.

__ADS_1


"heh...lo ngapain sih dekat dekat sama dikter itu terus.." ucap Raditya kesal dan menunjukkan rasa kesalnya.


Delina melongo dang kaget..


" heh lo sakit, emangnya kalau gue gak dekat sama dokter gue mau dekatin siapa lagi ,secara gue calon dokter ya wajar dong gue mau belajar dari dia...dasar gak waras lo.." ketus Delina.


" iya tapi gak usah mepet mepet juga kali, bikin gue panas saja.." gumam Raditya.


" dasar...." jawab Delina.


setelah beberapa jam hendra menerima sebotol infus, keadaannya pun sudah segar dan membaik.


Dokter mrngijinkanya pulang karena tidak ada yang perlu di khawatirkan.


"Del, lo duduk di sebelah biar gue yang bawa angkotnya ya.." pinta Raditya.


", ok.." Delina pun begeser ke kursi sebelah, dan kursi kemudi ditempati Raditya.


sementara Hendra dan aldo berada di belakang.


Angkot yang mereka bawa terus melaju..


"seru juga ya naik angkot gini" ucap aldo memecah keheningan.


"gue laper..." ucap Hendra pelan.


"ih...dasar ...bentar lagi ada warung tuh di depan.. kita makan.


Dan tak berapa lama mereka sampai di depan warung kecil. Mereka pun segera turun dan memesan makanan yang mereka inginkan.


Raditya menoleh ke arah Delina, ternyata Delina tertidur, dia kelihatan letih dan lusuh.


"dit, lo gak turun.." teriak aldo.


"nggak gue gak akan, oya lo bungkusin 10 buat bang Ray dan teman temannya, ntar biar gue yang bayar semua.." ucap Raditya.


"ok siap.." jawab Aldo.


Raditya pun kembali bersandar di kursi kemudi, dia menatap Delina lekat.


Ada bahagia, ada haru saat dia terus dan semakin lekat menatap wajah polosnya saat sedang tertidur..


"Del, elo capek ya...tidurlah yang lelap sayang, bermimpilah yang indah, di sini aku akan menjagamu..kau sungguh permata hatiku, kau segalanya Del...meskipun saat ini kau tak bisa ku dapatkan tapi aku yakin suatu hari nanti saat waktunya tepat kau yang akan datang sendiri padaku...percayalah sayang sampai kapan pun aku akan selalu ada untukmu..." gumam Raditya.


Tak lama kemudian Delina pun membuka matanya, dia menatap ke Raditya.

__ADS_1


"eh...maaf gue ketiduran ya.." ucap Delina.


" gu gu gue mau turun dulu..." imbuhya dengan rasa yang gugup.


Raditya pun memegang lengannya dan tak mengijinkannya turun.


" tunggu del..gue mau ngomong...serius.." ucap Raditya.


deg.....


Delina pun terdiam.


" gue mau ungkapin perasaan gue del, gue sayang ama lo,sejak pertama ketemu di kampus..." ucap Raditya.


" maaf gue gak bisa .., gue masih mau mengejar mimpi mimpi gue, gue harus banggakan ibu gue , gue harus bisa berjalan sendiri di atas kaki gue...lo tau kan dit gimana kehidupan gue..." jawab Delina.


"tapi del....!!?"


Delina pun turun dari angkotnya dan Raditya dengan frustasi pun memukul mukul setir kemudinya.


" b**d*h amat sih gue...ngapain juga gue ngomong kayak gitu.." gumam Raditya.


" ok tenang tenang dit, lo harus bisa perjuangin cinta lo, jangan pernah menyerah..tetap semangat " gumam Raditya memberi semangat kepada dirinya sendiri.


setelah beberapa saat mereka kembali naik ke angkot dan langsung meluncur menuju markas bang Ray.


dan Sampailah mereka di sana.


"hai bang .." sapa Delina sambil menjabat tangan bang Ray.


" ini teman teman Delina bang, ini Raditya, Aldo dan hendra.." imbuh Delina.


Mereka pun menyambutnya denga bergembira dan penuh canda tawa.


"ternyata mereka baik dan ramah.." bisik hendra.


" tampangnya saja yang seram tapi hatinya samgat baik.." bisik Aldo kepada hendra.


" gue tahu apa yang ada di hati kalian , kalian tidak menduga mereka ternyata baik...,ucap Delina.


" beginilah kehidupan kam , kalian seharusnya bersyukur memilik ayah ibu yang memberikan kasih sayang..sedangkan kami tidakdapat merasakan itu semua, bahkan untuk makan saja kami harus berjuang di jalanan, tak sedikit yang mencibir kami sebagai sampah masyarakat..." ucap bang Ray.


" iya bang..." ucap raditya yang disertai anggukan.


" ok bang biarkan mereka bertiga menginap di sini bang, Delina mau pulang dulu.." ucap Delina sambil melangkah mendekat ke Ray salaman dan melambai ke semua yeman temannya.

__ADS_1


__ADS_2