Cinta Dan Trauma

Cinta Dan Trauma
Membalas


__ADS_3

saat itu Ray yang masih berada di kamarnya, dengan lampu masih padam...


sebuah mobil sedan berhenti di halaman rumahnya, penjaga dan anak buah Ray menyambut Starla yang anggun dan cantik dengan hijab warna biru muda yang senada denga gamisnya.


" pak, ak Ray belum berangkat ke kantor ya.." tanya Starla kepada salah satu anak buah Ray..


" belum mbak, akhir akhir ini pak Ray sering terlambat ke kantor dan seperti kurang bersemangat tidak seperti dulu mbak Starla.." ucap anak buah Ray.


" o.. begitu..." jawab Starla kemudian dia berjalan dan bertemu nenek yang duduk di meja makan sendirian hanya bersama bi inah di sampingnya...


" selamat pagi nenek..." ucap Starla dengan senyum manisnya.


nenek pun menoleh , Starla langsung menghampiri kemudian memeluknya hangat..


" nek, nenek jangan bersedih ya, ada Starla yang akan selalu menjaga nenek...oya nek abang mana jam segini kok belum berangkat ke kantor..." tanya Starla.


" semenjak kejadian itu Ray berubah, dia jadi sering menyendiri, bersedih dan murung... tidak seperti dulu..." ucap nenek sedih.


" baiklah, Starla ke kamar abang ya..nek.." ucap Starla kemudian menuju kamar Ray.


" bang...abang..." Starla membuka pintu yang tidak di kunci...dia menatap sendu kekasihnya yang masih tertidur ..


ponselnya Ray beberapa kali berdering, kemudian Starla memberanikan diri mengangkat nya..


[ bang Ray, aku sudah menemukan siapa orang yang membuat adik abang tersesat di hutan, gimana bang langsung saya tangkap saja kemudian kita bawa ke markas, hallo bang, bang Ray]


" ka kalian ngomong apa...siapa maksudnya...siapa yang sudah menjebak Delina...jawab"

__ADS_1


[ namanya cindy mbak Starla, dia teman kelasnya Delina, dia sangat terobsesi dengan Raditya ,tapi Raditya tak pernah memperdulikannya...]


Ray membuka mata dan merebut ponsel yang berada di tangan Starla lalu menatapnya dengan tatapan tajam yang menakutkan..


" bawa dia ke markas, bawa juga berkas semua keluarganya..."


[ ok bang]


", bang, kau mau apa bang..jawab...jangan bilang kau mau menyiksanya seperti apa yang sudah kau lakukan padaku dulu ..." ucap Starla yang membuat Ray emosi..dan berteriak..


"i y a.....aku akan menghabisinya, karena dia sudah berani membuat adikku hilang..."


Starla kaget dia terjatuh dan terduduk di lantai sambil menangis ..


" jangan bang jangan lakukan itu..."


Ray masih emosi dan menarik lengan Starla dengan keras hingga dia meringis kesakitan..


dan diapun menatap berani mata Ray .." iya bang, habisi saja aku bang..." teriak Starla yang membuatnya semakin emosi..


Ray menyeret tubuh mungil starla ke kamar mandi dia nyalakan shower dan melemparkannya di bawah shower yang deras...tubuh Starla pun basah dia meringkuk kedinginan..


"dasar bodoh....." ucap Ray yang sedang emosi.


" aku menyayangimu bang, aku gak mau kamu terjerumus dan di penjara aku gak mau bang....hikcs hikcs hikcs..." ucap Starla sambil menangis.


Ray terdiam kemudian pergi dan merebahkan tubuhnya yang masih memakai piyama di kasurnya sambil terus menatap ke atas..

__ADS_1


Nenek yang khawatir dengan Starla pun membuka pintu kamar Ray, dia menatap cucunya itu kesal dia melihat ke sana kemari tapi tidak menemukan keberadaan Starla, lalu nenek membuka pintu kamar mandi dan menemukan Starla yang basah kuyup dan meringkuk sambil menangis..


nenek pun menghampirinya dan mengajaknya keluar tanpa memperdulikan Ray yang terlihat masih marah..


Nenek membawa Starla ke kamarnya dan meminta bi inah untuk membantunya berganti pakaian...


setelah beberapa saat , Starla dan nenek keluar dari kamar bersaamaan dengan Ray yang sudah memakai jaz dan menenteng tas kerjanya...


Diam dan dingin...


Ray membawa dasi nya dan bingung cara memakainya, selama ini memang dia tidak pernah memakai dasinya sendiri karena tidak bisa dan Starla yang selama ini membantunya.


karena hari ini ada rapat penting jadi harus tampil sempurna.." duh gimana memakainya ya...sialan..."


Starla bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Ray, dia ambil dasi dari tangan Ray, dan menundukkan kepala Ray dengan menarik kerah bajunya.


Ray hanya terdiam dan terus menatap mata Starla tanpa berkedip.


Starla tidak perduli dan tetap melakukan kegiatannya memakaikan dasinya.


setelah selesai Starla berbalik namun Ray dengan cepat menyambar lengan Starla dan membuat mereka saling menatap, Ray berbisik lirih...


" maafkan aku..."


Starla terdiam dan tersenyum lalu mengangguk..


suasana yang tadinya dingin dan membeku sekali senyum dari Starla suana langsung mencair dan hangat.

__ADS_1


"udah ayo bang kita sarapan dulu, nanti Starla ikut ke kantor..."


Ray pun tersenyum dan mereka pun menghabiskan sarapan bersama.


__ADS_2