Cinta Di Stasiun Kereta

Cinta Di Stasiun Kereta
Udah Jadi Suami Orang


__ADS_3

Dimas asik mengobrol dengan Zalfa lewat telfon di seberang sana.


Rere menghampiri Lukman yang tengah duduk santai diarea foodcourt dengan wajah yang cukup bisa dibilang judes. Tapi bukan mie judes yaa šŸ˜‚.


Melihat bagaimana raut wajah Rere, Lukman pun menyodorkan ice lomen tea untuk mendinginkan suasana hati Rere yang keliatannya sedang tidak membaik.


"Makasih" Satu kata dari Rere menerima lemonade iced tea yang Lukman berikan.


Rere menyesap dan menikmati minuman teh bercampur lemon dengan es sebagai penyegarnya itu. Saat minuman itu benar-benar memasuki tenggorokan dan relung jiwanya, Rere lebih bisa mengembalikan keadaan hatinya dan mulai bercerita kepada Lukman.


Dan tanpa ia sadari ternyata yang Lukman berikan padanya habis saat itu juga di tangannya.


Rere hanya bisa meringis malu dan menyampaikan rasa terimakasihnya kembali pada Lukman.


Dan Lukman pun, malah tersenyum begitu manis dengan menatap Rere cukup dalam dengan kemudian mengelus kepala Rere yang terbalut hijab.


Rere terdiam sejenak.


Bagai diantara sadar dan tidak sadar dengan apa yang dilakukan Lukman padanya.


Lukman menggunakan tangannya memeriksa Rere yang tiba-tiba langsung terdiam saat ia perlakukan seperti itu.


Tangan Lukman yang terus bergerak di depan wajahnya menyadarkannya kembali untuk fokus.


Lukman kembali tersenyum begitu pun Rere.


Kini keduanya saling tersenyum. Lebih tepatnya senyum malu-malu tapi mau.


Sesaat, kehangatan mereka terganggu karena kedatangan seseorang yang sedari tadi sudah cukup membuat Rere judes karena sikap seseorang itu.


"Mbak pesan apple tea ice satu ya!" Ucapnya terbilang santai untuk yang mengucapkannya sendiri, tetapi seperti tidak untuk Rere yang bisa mendengar suara siapa itu.


Rere berbalik, kemudian mendapati seseorang yang sama dengan yang ia temui beberapa menit tadi.


"Eh, ada Bu Rere?" Sapa Zoya dengan cukup ramah sembari melihat laki-laki yang ada di samping Rere.


Cukup lega rasanya karena laki-laki itu bukanlah Dimas. Zoya membatin.

__ADS_1


Zoya pun masih mengamati Lukman yang berada di kursi samping Rere berada. Cukup tau tapi belom kenal itulah yang Zoya terima saat melihat Lukman untuk beberapa kalinya.


Rere mengamati apa yang dilakukan Zoya.


Zoya melihat Lukman dengan waktu yang cukup lama itulah yang Rere tangkap atas apa yang Zoya lakukan.


Rere yang sudah terbawa suasana dan prasangka yang tidak-tidak. Karena itu pun Rere hendak memergoki Zoya, tapi semua itu terhenti saat Mbak penjaga food court menyerahkan pesanan Zoya pada Zoya.


"Terimakasih Mbak." Sambil menyerahkan uangnya.


"Sama-sama." Jawab Mbak penjaga foodcourt.


Dengan ramah Zoya pamit pada Rere dan Lukman.


"Bu Re, duluan ya!"


"Mari!"


"Mari! " Jawab Lukman santai dan tak bermaksud lebih.


"Mari ya? Mari?" Rere mencubit lengan Lukman dengan cukup kesal.


"Au ... Sakit Re!"


"Iya?" Rere agaknya panik.


"Udah enggak!" Lukman sambil tersenyum.


"Syukurlah!"


"Tadi itu siapa Re? Kamu kenal?"


Rere mengangguk dan mengatakan, "Iya, namanya Zoya, kondektur baru di DAOP kita."


"Ooooh" Lukman hanya beroooh saja.


"Terus, kenapa kamu sepertinya jutek gitu sama dia? Biasa juga kamu kalau ada anak baru, pasti kamu jadi nomor satu yang paling baik sama anak itu." Lukman tau betul bagaimana sifat Rere biasanya. Karena dari pengamatannya sikap Rere pada Zoya itu tak biasanya.

__ADS_1


"Iya sih ... " Rere sadar akan sikapnya yang tak biasanya,"habisnya Zoya itu tadi ngeliatin Dimas enggak sewajarnya. Dia tuh kayak tertarik gitu sama Dimas." Rere mengeluarkan unek-uneknya serta alasan kenapa dia judes sedari tadi.


"Kamu cemburu?" Lukman cukup terbawa suasana agaknya.


"Bukan Lukman! Aku enggak cemburu. Aku, cuma enggak mau Zoya seperti Sintia ataupun Edo nantinya." Rere menegaskan apa maksud ketidaksukaannya dengan sifat Zoya, "Kamu tau kan bagaimana perjuangan cinta Dimas dan Zalfa?"


"Emm ... Iya, aku tau betul itu. Cuma, enggak baik juga kan kita langsung berspekulasi demikian dengan orang lain?" Lukman berusaha untuk tidak berprasangka buruk terlebih dahulu, "kan enggak semua orang itu sama Re, apalagi Zoya. Zoya masuk sini kan udah lewatin berbagai tes, jadi aku rasa Zoya enggak akan sampai sebegitunya kalau pun dia tertarik sama Dimas."


Rere masih diam mencoba meresapi pendapat dari Lukman.


Melihat Rere masih diam, Lukman jadi teringat sesuatu, "Emm, satu lagi yang lebih masuk akal. Zoya kan anak baru, bisa aja dia belum tau kalau Dimas sebenarnya udah jadi suami orang." Lukman mengaitkan dengan hal yang lebih rasional.


Mendengar kalimat Lukman barusan akhirnya membuat Rere secara langsung terbuka hatinya.


Seketika setuju dengan apa yang Lukman fikirkan,


"Iya ya Luk? Bisa saja Zoya enggak tau kalau sebenarnya Dimas udah nikah!" Rere merasa bersalah dan langsung meminum lemon tea milik Lukman untuk membuat suasana antara mereka mencair kembali fikirnya.


Dan seperti biasa Lukman akan selalu bisa memahami Rere. Kali ini Lukman benar-benar tertawa lepas melihat tingkah Rere yang seperti itu. Sementara Rere yang begitu merasa malu dengan tertawanya Lukman padanya sudah menyiapkan cubitannya kembali. Namun dengan segera Lukman berusaha menghindar. (WkwkšŸ˜‚)


....


š“‘š“®š“»š“¼š“Ŗš“¶š“«š“¾š“·š“°...!


š“š“¼š“¼š“Ŗš“µš“Ŗš“¶š“¾'š“Ŗš“µš“Ŗš“²š““š“¾š“¶ š“¦š“». š“¦š“«


Sebelumnya saya ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa dibulan suci Ramadhan bagi yang menjalankan!


Memasuki bulan Ramadhan ini, saya juga memohon maaf apabila ada banyak salah sama kamu-kamu yang suka baca ceritaku.


Maafin yaa.... semoga ibadah kita dilancarkan dan diterima... Aamiin.


Tetap semangat & bahagia untuk kamu-kamu semua!


šŸ˜ŠšŸ¤—šŸ¤—šŸ¤—šŸ¤—


š“¦š“Ŗš“¼š“¼š“Ŗš“µš“Ŗš“¶š“¾'š“Ŗš“µš“Ŗš“²š““š“¾š“¶ š“¦š“». š“¦š“«

__ADS_1


__ADS_2