Cinta Di Stasiun Kereta

Cinta Di Stasiun Kereta
Bertemu Kembali


__ADS_3

Pukul 15.00 WIB


~ Stasiun Terbesar Kota S ~


Senja sore dihari itu seakan mengawal kembalinya Dimas ke kota M. Kota dimana moment sakral pernikahannya akan terlaksana kembali dalam momentum berikutnya.


Jika biasanya dia yang melayani penumpang kereta dengan ramahnya, maka hari itu posisinya menjadi setara dengan penumpang kereta menjelang sore hari itu.


Satu persatu para penumpang hendak memasuki keretanya dan duduk di kursi sesuai nomor yang didapat dalam pemesanan.


Tak tertinggal Dimas juga ikut berdesakan dalam antrian masuk kereta karena padatnya Stasiun dipenuhi oleh penumpang kereta dengan berbagai rute tujuan.


Dengan penuh kesabaran Dimas menunggu gilirannya untuk bisa masuk. Dan, Tak lama kemudian, sepatu casual yang ja kenakan berhasil memasuki kereta.


Tempat duduk yang nyaman berdekatan dengan jendela didapatkan oleh Dimas. Angannya pun terbang membayangkan wajah Zalfa yang akan menyambut kepulangan dirinya.


Teringat akan Zalfa, ia mencoba membuka handphonenya dan benar saja mengapa perasaannya begitu terngiang akan wajah Zalfa.


Panggilan terhubung ...


"Assalamu'alaikum Mas Dimas"


Zalfa melakukan panggilan kepada Dimas saat Dimas baru saja melihat handphonenya.

__ADS_1


"Wa'alaikumussalam istriku" Dimas menyambut dengan hangatnya.


"Mas, Aku tunggu kamu di stasiun." Zalfa dengan bahagianya akan kepulangan Dimas,


"Kamu hati-hati ya ... dalam perjalanan pulang!"


Satu jawaban mengiyakan dengan anggukan menutup panggilan mereka sore itu. Tak lupa pula yang sudah menjadi kebiasaan mereka, yaitu mengucapkan kalimat cinta satu sama lain, juga terucapkan menjadi penutup pelengkapnya.


Deru suara kereta mulai terdengar dan dapat dipastikan bahwa kereta kini telah mulai berangkat membawa Dimas ke tujuannya.


Beberapa jam kemudian ...


~ Stasiun Terbesar Kota M ~


Seorang wanita dengan cukup antusias menengok ke arah kereta yang berhenti tepat di Stasiun itu.


Dan sampailah kini sang waktu telah menepati janjinya, mereka pun bertemu.


Saat Zalfa mencoba melihat ke berbagai penjuru, mulai dari samping kanan, kiri, depan, juga belakang, maka tepat di depannya lah ia menemukan seseorang yang sudah di tunggu-tunggu olehnya.


Satu kata terucap keluar dari bibir ranum dan manisnya menyebutkan nama, "Mas Dimas!"


Tampak begitu manis dan haru saat senyuman terulas pada wajah keduanya ketika mereka bertemu kembali.

__ADS_1


Dimas merentangkan kedua tangannya pada wanita yang tak lain dan tak bukan adalah Zalfa.


Dengan isyarat seakan-akan menyuruh agar Zalfa segera mendekat dan menghabur dalam pelukannya.


Tanpa tunggu lama lagi, Zalfa pun berlari mendekati Dimas. Dan keduanya pun akhirnya bisa melepas kerinduannya masing-masing.


Tampak sekali raut wajah keduanya yang begitu senang akan pertemuannya kembali setelah kurang lebih satu minggu lamanya, yang telah berlalu.


Satu minggu yang bagi mereka bagai sudah berbulan-bulan lamanya. Begitu puas melepas rindu mereka pun merenggangkan pelukannya.


Kini, Zalfa mengajak Dimas pulang. Mereka berjalan keluar dari stasiun dengan saling merangkul satu sama lain.


Kereta dan stasiun kota M serta senja matahari menuju pergantian malam menjadi saksi akan keromantisan pasangan suami istri yang akan menuai kembali momentum pernikahannya pada acara ngunduh mantu dihari esok.


.........


Sore itu sebelum setengah jam lagi waktu maghrib datang, dan sebelum benar-benar kembali pulang, mereka lebih dulu berziarah ke makam Papa Zalfa.


Dimas mendoakan yang terbaik untuk papa mertuanya di alam sana. Ia juga turut mengucapkan meminta doa restu atas pernikahannya dengan Zalfa putrinya dengan mengusap nisannya.


.......


𝓑𝓮𝓻𝓼𝓪𝓶𝓫𝓾𝓷𝓰...!

__ADS_1


Happy Reading! 🥳


Semoga terhibur ya... 🤗


__ADS_2