
Dua bulan kemudian ...
Halaman sekolah SDN 1 Nusa Bangsa kota M telah dipenuhi siswa-siswi kelas 4, 5 dan 6 dengan didampingi oleh orang tua masing-masing untuk melaksanakan kegiatan berwisata sambil belajar yang menjadi agenda rutin dari sekolah tersebut.
"Semua sudah berkumpul?" Zalfa menertibkan murid-muridnya.
"Sudah, Miss!" jawab salah satunya.
"Baiklah, kalau begitu Miss akan mengabsen kalian." Zalfa dengan sudah membawa id card untuk dikenakan murid-muridnya.
"Finish!"
"Sekarang, kalian bisa naik busnya." Zalfa menginstruksikan kembali.
Selesai memberi arahan pada murid-muridnya, Zalfa pun berganti pada Bunda-Bunda wali murid yang turut serta dalam kegiatan hari itu.
"Dan untuk Bunda-Bunda wali murid, mari ikut saya naik ke bus mini di sebelah sana!" Zalfa menunjuk arah yang cukup jauh dari tempatnya berdiri.
Sebelum benar-benar ikut naik, Zalfa memeriksa kembali semuanya. Termasuk sesuatu khusus yang sengaja ia bawa dan ia siapkan sebagai kejutan untuk Dimas dihari ulang tahun Dimas. Karena hari itu bertepatan juga dengan ulang tahun Dimas.
...----------------...
Sekitar dua puluh menit kemudian, mereka semua sampai di stasiun kota M. Mereka memasuki stasiun dan tampaklah kereta yang sudah siap membawa mereka ke stasiun kota S. Karena kebetulan dekat dari stasiun tersebut ada tempat wisata edukatif untuk dikunjungi. Dengan begitu mereka akan mengerti lebih banyak hal.
"Hei, itu keretanya!" Ucap anak laki-laki kelas 5 bernama Redo sambil menunjuk dengab jari telunjuknya saat melihat kereta yang sudah siap membawanya mengelilingi indahnya nuansa alam di sepanjang perjalanan kereta.
"Wah, besar dan panjang banget!" Airin kelas 4 SD.
Tak cuma Redo dan Airin, anak-anak lainnya pun berexspresi luar biasa dan begitu bahagia karena bisa merasakan naik kereta.
"Yeyy, aku sebentar lagi aku akan naik kereta bersama Mama, Bu guru dan teman-teman." Rasya anak manis kelas 6 SD.
"Hai, Rasya!" Zalfa menyapanya karena mendengar apa yang sedang Rasya ucapkan.
"Hallo, Miss!" Rasya dengan ramah dan sopan.
"Rasya keliatannya seneng banget, ya?" Zalfa.
"Iya Miss, aku seneng banget bisa menghabiskan waktu bersama Mama, Miss, terus teman-teman juga dengan naik kereta." Rasya.
Mendengar jawaban dari Rasya Zalfa termenung kagum dan mengusap lembut kepala Rasya. Dalam hati doa yang baik pun ia lafadzkan untuk Rasya juga semua siswa-siswinya.
......................
Beberapa jam kemudian ...
Disinilah Zalfa berada.
Hiruk-pikuk suasana stasiun melengkapi jalan ceritanya hari itu.
Semangat dan senyum bahagia siswa-siswinya juga turut menjadi pelengkapnya. Apalagi, semangat dan kebahagiaan Bunda-Bunda wali murid yang ikut, menjadi pelengkap khusus dan istimewa tersendiri.
__ADS_1
"Gimana, masih semangat?" Zalfa mengecek semangat siswa-siswinya.
"Masih Miss!"
"Masih banget Miss!" Jawab mereka bersahut-sahutan.
"Is very good!" Mengacungkan dua jempol tangannya untuk mengapresiasi semangat mereka semua.
Kemudian, intruksi selanjutnya diambil alih oleh Meta dan Ayunda karena Zalfa menerima telfon dari seseorang.
Langkah kaki Zalfa bergerak dan terus bergerak dengan pandangannya mencari sosok yang baru saja menelfonnya.
Dari arah yang tak begitu jauh. Mereka saling mengetahui keberadaannya satu sama lain.
Saling memandang untuk waktu yang lama. Hingga kehebohan Ibu wali murid yang sengaja masih berada di stasiun, menggema di telinga Zalfa.
"Itu suaminya Bu Zalfa, Bunda-Bunda!"
Terdengar cukup histeris.
"Mana? Mana?" Yang lain tak kalah penasaran.
Untuk sesaat terobatilah rasa penasaran Bunda-Bunda wali murid itu. Karena mereka tidak pernah melihat bagaimana kegagahan dari seorang Dimas Adityama Putra Wijaya saat bertugas .Spontan pujian demi pujian pun keluar tanpa kenal suasana dari bibir mereka.
"Wah keren!" Bunda satu.
"Gagah!" Bunda dua.
"Enggak terlalu muda enggak terlalu tua alias pas!" Bunda empat.
"Idaman." Bunda lima.
Puji-pujian yang terlontar secara berturut-turut dari Bunda-Bunda wali murid tersebut. Yang niat memujinya hanya untuk memastikan bahwa laki-laki yang bersanding dengan guru anaknya adalah laki-laki yang terbaik untuk seorang Bu Zalfa.
"Emm ... Bunda-Bunda, harap yang tenang ya!" Meta dan Ayunda menginstruksikan Bunda-Bunda wali murid yang masih di stasiun. Sementara guru-guru yang lain sudah mulai mengajak siswa-siswi untuk berjalan menuju tempat wisata edukatif yang berjarak tak jauh dari stasiun.
...-------------------------------...
Derap langkah kaki mereka saling menggebu dan mereka pun kini telah berdekatan tanpa jarak. Sekejap Zalfa memandang dan melepas rindu, dan langsung memeluk suaminya dengan cukup posesif.
Sadar kalau mereka tak sendiri dengan cepat Zalfa merenggangkan pelukannya.
"Happy Birthday my husband!" Ucap Zalfa kepada Dimas yang lagi berulang tahun hari itu.
"Terimakasih banyak Fasya." Dimas menyentuh wajah Zalfa.
Sementara itu, datang Bu Anis dan Pak Wijaya membawa kue tart untuk dipotong oleh Dimas.
Semua serentak bernyanyi bersama menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Dimas. Selesai lagu dinyanyikan Dimas berdoa untuk harapannya dan memotong kue itu dan memberikan potongan pertama untuk Zalfa.
"Huuuuu ... " Sorak ramai penuh keseruan oleh para Bunda.
__ADS_1
Bunda-Bunda masih bersorak ramai, sementara Zalfa memberikan kadonya untuk Dimas.
"Mas, aku punya kado spesial buat kamu. Dan spesialnya karena kado ini bukan cuma dari aku tapi Allah pun menginginkannya demikian."
Perkataan Zalfa cukup membuat Dimas kesulitan menerka apa sebenarnya makna perkataan itu. Namun dengan segera Zalfa meminta agar Dimas membuka kado yang ia berikan.
Pelan-pelan Dimas membuka dan membuka satu demi satu pembungkus kado itu.
Dan sampailah ia di kotak terakhir yang akan menampilkan kado yang Zalfa berikan padanya.
Kala membuka dan melihat isi dari kado itu, Dimas serasa tak percaya. Ia mendapatkan kado terindah dalam hidupnya untuk ke sekian kalinya setelah adanya Zalfa.
"Fasya!" Dimas memandang dan mencium kening Zalfa saat itu juga. Dengan masih memegang benda pipih yang menampilkan garis merah dua yang terletak di kotak putih transparan.
"Selamat ya untuk kalian berdua, Mama senang sekali!" Bu Anis merangkul mereka berdua.
Setelah itu Bu Anis membahagiakan kebahagiaannya dengan Pak Wijaya,
"Pa, kita akan punya cucu lagi!"
"Wah, ternyata kadonya luar biasa!" Meta yang kini dapat melihat kado yang terpampang dengan jelas di hadapannya.
"MasyaAllah ... selamat Bu Zalfa, Pak Dimas sebentar lagi akan jadi," Ayunda turut bahagia dengan kebahagiaan Dimas dan Zalfa saat ini,"Mommy and Daddy."
"Terimakasih Bu Ayunda, Bu Meta dan semuanya."
Zalfa dengan raut wajah bahagianya.
Dimas masih dibuat tak percaya dengan sesuatu yang sangat luar biasa yang didapatnya saat ini. Sesuatu yang bukan mimpi tapi kenyataan.
Dengan binaran mata yang sulit untuk diartikan karena tak tau lagi bagaimana cara mengungkapkan rasa bahagia dan syukurnya selain dengan memuji sang pemberi nikmat.
"Alhamdulillah." Dimas penuh rasa syukur tak terhingga.
Tak lupa pula, ia mengucapkan terimakasihnya pada Zalfa wanita yang selalu mengerti dirinya, menjaga kepercayaannya, dan menjadikan harinya menjadi penuh warna dengan cinta dan kasih sayang yang Zalfa berikan padanya.
"Fasya terimakasih." Menggenggam erat kedua tangan Zalfa dan mencium tangan itu.
Semua menyaksikan romantisme dari pasutri yang sebentar lagi akan menjadi orang tua itu.
Serasa terbawa akan suasana akan romantisme kisah cinta pasutri Dimas dan Zalfa, Bunda-Bunda itupun menyebut nama yang pas untuk nama kisah cinta Dimas dan Zalfa,
"Ini sih namanya " Cinta" ... " Salah satu Bunda menginstruksi,"Cinta apa Bunda-Bunda?"
"Cinta di Stasiun kereta." Lanjut Bunda-Bunda yang lain bebarengan. Dimas dan Zalfa yang mendengarnya pun turut tak menyangka akan bagaimana kisah cinta mereka yang telah tertulis.
Bahagia dan haru bercampur menjadi satu hari itu di sana.
Dimana, kapan, bagaimana seseorang akan dipertemukan bahkan dipersatukan dengan pasangan hidupnya tidak ada yang tahu ataupun bisa menebaknya. Stasiun umumnya memang menjadi tempat pemberhentian kereta namun bukan berarti tidak mungkin bahwa stasiun juga akan menjadi tempat pemberhentian dua insan yang saling bertemu dan tercipta untuk satu sama lain.
𝓑𝓮𝓻𝓼𝓪𝓶𝓫𝓾𝓷𝓰....!
__ADS_1
Gimana, kayaknya seru banget ya naik kereta? Kayak ada kisah ataupun pengalaman lain yang bisa didapatkan. 🤩 Cerita dan pengalaman yang beda dari setiap penumpangnya, bener enggak?😁. Oke, bener ataupun enggak yang penting jangan lupa untuk bahagia, dan saling berkebaikan, readersku tersayang! 😊🤗