Cinta Di Tengah Permusuhan

Cinta Di Tengah Permusuhan
Bab 35 - Pacar Bidadari Itu


__ADS_3

...༻⊚༺...


Di waktu yang bersamaan, Zafran tertawa kecil mendengar penuturan Lika. Dia memutuskan mempercayai gadis itu.


"Kamu nggak ngantuk?" tanya Zafran.


"Lumayan sih. Btw, besok senin. Jangan sampai datang telat ke sekolah ya," ujar Lika dari seberang telepon.


"Iya, aku tahu. Kalau gitu teleponnya udahan aja?" Zafran menyahut. Dia terdiam sejenak. Menunggu Lika untuk mengakhiri panggilan lebih dulu. Namun gadis itu belum juga mematikan telepon.


"Kamu..." Zafran dan Lika mengucapkan kata serupa di waktu yang bersamaan. Mereka lagi-lagi tergelak bersama.


"Matikan aja teleponnya, Lik." Zafran menyarankan.


"Ya udah kalau gitu. Sampai ketemu besok..." Lika melantunkan salam sebelum benar-benar mengakhiri panggilan.


"Iya..." Zafran menyahut lembut. Cara dirinya menyikapi Lika berubah seratus delapan puluh derajat.


Selepas bicara ditelepon, Zafran tidak bisa tidur. Hal yang sama juga terjadi dengan Lika. Keduanya saling memikirkan satu sama lain. Berulang kali membayangkan momen kebersamaan mereka tadi.


Baik Zafran dan Lika, keduanya sama-sama tidak sabar untuk bertemu. Malam itu mereka berupaya keras agar dapat tertidur.


Keesokan harinya, Zafran bangun lebih pagi dari biasanya. Dia menyisir rambut dengan rapi. Serta menggunakan cologne mahal lebih banyak. Aroma harum sontak menyeruak jelas. Zara bahkan dibuat kaget akan hal tersebut.


"Tumben banget bangun pagi-pagi sekali. Pakai parfum kebanyakan lagi," komentar Zara seraya menatap Zafran yang sudah bergabung dimeja makan.


"Hehe... tadi nggak sengaja tumpah cologne-nya. Emang kenapa kalau aku bangun pagi-pagi, Bunda? Nggak boleh?" tanggap Zafran. Mulutnya memanyun seolah kecewa.


"Aneh aja... kamu kan selalu bangun telat tiap hari," sahut Zara. Dia menyodorkan segelas susu kepada Zafran.


Revita yang sejak tadi membaca buku, perlahan melirik ke arah Zafran. Memasang tatapan menyelidik.


"Aku tahu kenapa Kakak tiba-tiba bangun pagi," cetus Revita sambil menyilangkan tangan di dada. Zara otomatis menoleh ke arahnya. Penasaran dengan apa yang akan dikatakan putrinya.


Sementara Zafran sendiri, dia langsung menelan saliva. Jakun yang ada di tenggorokannya bergerak satu kali. Zafran takut Revita akan mengeluarkan dugaan terkait masalah pacaran.


"Pasti karena mau ngerjain PR kan? Kak Zafran mau pinjam contekan sama--"

__ADS_1


"Enak aja, nuduh-nuduh. Ya enggaklah! Kakakmu ini nggak bodoh-bodoh amat." Zafran sengaja memotong ucapan Revita. Ia tidak mau Gamal dan Zara mengeluarkan kalimat wejangan yang membuat kupingnya panas.


"Bohong! Jadwal les aja Kakak nggak pernah datangi. Gimana mau pintar," komentar Revita. Berbeda dengan Zafran, dia pintar dibidang akademik. Keahlian Zara sepertinya menurun kepadanya.


"Oh... sekarang udah pintar nyudutin Kakaknya ya." Zafran mengusap kasar puncak kepala Revita. Ia merasa gemas dengan sikap kekanakan dari adiknya tersebut.


"Iih... Kakak! Rambutku jadi hancur nih..." protes Revita seraya menjauhkan tangan Zafran dari kepalanya.


"Udah, udah... ayo cepat sarapan." Gamal yang sejak tadi asyik membaca berita melalui tablet, akhirnya angkat suara. Selanjutnya, tatapan lelaki itu tertuju ke arah Zafran.


"Zaf! Hari ini langsung pulang! Kamu harus les sama tutor yang sudah Papah bayar," ujar Gamal. Membuat Zafran terpaksa menganggukkan kepala.


...***...


Zafran memarkirkan mobil dengan pelan. Kedatangannya langsung disambut oleh Galih dan kawan-kawan.


"Eh, kukuruyuk! Lo tadi malam kenapa pulang nggak bilang-bilang? Jia cariin lo tahu nggak!" omel Galih sambil menarik sudut bibirnya ke atas.


"Tahu nih. Lo bikin Jia malu tahu nggak. Lo lihat video Jia yang rame itu nggak?" Ervan ikut menimpali. Namun Zafran terkesan santai saja. Cowok itu malah menerobos barisan tiga temannya yang berdiri. Lalu mengedarkan pandangan ke segala arah.


"Lo dengar nggak sih?!" pekik Galih. Tepat ke telinga kiri Zafran.


"Iya, iya! Gue dengar! Lo gila, Lih! Mau bikin kuping gue copot?!" Zafran menghempaskan tangan Galih. Dia mengusap kuping kirinya berkali-kali.


"Lo sih, nggak ngomong-ngomong dari tadi!" tukas Hendra yang sudah berdiri di hadapan Zafran.


"Emang video apaan sih yang kalian ributin? Lagian kenapa Jia cari-cari gue?" Zafran menatap ketiga temannya secara bergantian.


"Lo emang nggak pekaan ya orangnya." Ervan menggeleng tak percaya.


Galih segera memberitahukan Zafran yang terjadi kemarin malam. Dia bercerita kalau Jia berniat memberikan potongan kue pertamanya untuk Zafran. Tetapi karena cowok itu terlanjur pulang, Jia harus menanggung malu sendiri. Parahnya Jia mengungkapkan perasaan sukanya secara langsung kepada Zafran.


"Gila! Jia bilang suka sama gue? Di hadapan orang banyak?" Zafran terpelongo.


"Masih aja nggak percaya. Nih videonya!" Hendra memperlihatkan video pernyataan Jia. Cewek itu tampak cantik sembari memegangi piring kecil berisi potongan kue.


Dua alis Zafran nyaris bertautan. "Kenapa dia nekat ngomong begitu sih?" komentarnya blak-blakan. Membuat Galih dan kawan-kawan dibuat geram.

__ADS_1


Plak!


"Lo tuh yang kenapa?! Lo sadar nggak kalau cuman Jia yang berhasil jadi cewek paling dekat sama lo?!" timpal Ervan yang mengawali ucapannya dengan geplakan ke pundak.


"Sadar dong! Gue kan nggak narkoba. Lagian gue menganggap Jia cuman teman. Kenapa dia baper karena itu coba?" Zafran geleng-geleng kepala.


"Lo itu masih aja belum paham ya. Pantesan nilai akademik lo selalu rendah. Yang beginian aja lo kagak ngerti!" ujar Hendra yang merasa tidak habis pikir.


Zafran memajukan bibir bawahnya. Kemudian menggedikkan bahu. Dia tidak peduli atas segala anggapan semua orang. Hal terpenting baginya sekarang adalah menanti kedatangan Lika.


"Oh iya, kalian sadar nggak kalau Zafran datang lebih pagi dari biasanya? Parfumnya juga menyelingat banget. Tenggorokan gue rasa kecekik cium baunya!" ungkap Galih sembari mengibaskan tangan ke depan hidung.


"Parah! Lo kenapa, Zaf? Jangan-jangan Ramanda mau pindah ke sekolah sini lagi," tebak Ervan asal.


"Emangnya kenapa kalau gue datang lebih pagi?! Kenapa semua orang merasa aneh sih. Masalah parfum, tadi nggak sengaja tumpah tahu nggak." Zafran melontarkan alasan sekenanya.


"Dasar sontoloyo!" Galih sigap mendorong bagian belakang kepala Zafran. Dia, Zafran dan yang lain mengakhiri segalanya dengan tawa kecil.


Setelah sekian menit menunggu, cewek yang dinanti akhirnya datang. Kemunculan Lika langsung menarik perhatian. Sebab banyak yang merindukan gadis itu, usai tidak sekolah selama beberapa hari.


Penampakan Lika yang baru keluar dari mobil, membuat banyak murid lelaki terpesona. Bagaimana tidak? Dia terlihat lebih cantik dari biasanya.


Lika menggerai rambut panjangnya yang dibuat sedikit bergelombang. Mengenakan liptin merah muda tipis dan memakai sepatu mahal limited edition.


"Lika! Lo kemana aja? Semua kakak-kakak kelas lo kangen berat!" pekik seorang siswa kelas dua belas. Seruannya langsung di iringi teriakan heboh siswa yang lain.


Bertepatan dengan itu, Zafran mematung di tempat. Matanya belum mengedip semenjak Lika keluar dari mobil. Sama seperti siswa lain, dia juga terkena sihir dari pesona Lika.


"Anjir... Lika udah lama hilang, sekali muncul tambah bening, euy!" ungkap Galih. Dia, Ervan, dan Hendra juga tidak bisa mengalihkan perhatian dari sosok Lika.


"Katanya dia udah putus sama Ari. Kali aja salah satu dari kita punya kesempatan," ucap Hendra sambil mengecapkan mulutnya. Dia menatap Lika seperti orang yang kelaparan.


"Lo minggir, Zaf! Lo manusia terbego yang nggak pernah sadar sama bidadari kayak Lika!" Ervan mendorong Zafran ke belakang. Dia melangkah lebih maju bersama Galih dan Hendra.


Zafran memutar bola mata jengah. Tetapi ketika dia menoleh kembali, saat itulah pandangannya bersibobrok dengan Lika. Keduanya saling bertukar pandang dalam satu detik. Lalu segera menunduk dan menyembunyikan senyuman senang. Mereka lantas beranjak ke kelas masing-masing.


'Yup! Cewek yang kalian sebut bidadari itu sekarang punya pacar. Dan gue adalah pacarnya!' Zafran bergumam bangga dalam hati. Kalimat itu dia lantunkan untuk semua siswa malang yang ada di SMA Elit Permata. Termasuk ketiga teman somplaknya.

__ADS_1


__ADS_2