
Sepulang sekolah, Hara, ketiga temannya, bahkan Donghyuk dan Taeil pun ikut untuk pergi ke tempat karaoke. Sebenarnya yang mengajak itu Yongsoo dan Hyerin karena mereka mendapatkan kupon potongan harga, makanya mereka mengajak untuk pergi bersama.
Ini pertama kalinya untuk Hara masuk ke dalam ruang karaoke. Sejak berteman dengan mereka Hata selalu menemukan hal baru yang sebelum tidak pernah ia lihat dan lakukan. Rasa sangat senang bisa mencoba hal-hal baru, rasa mendebarkan sekaligus menegangkan.
Terlihat Eunsun yang begitu bersemangat memilih lagu pertamanya. Saat yang lain begitu bersenang-senang dengan nyanyian mereka, Hara hanya duduk dan melihat betapa lucu tingkah ketiga temannya.
"Kamu nggak ikut nyanyi?" tanya Taeil yang mendekatkan suaranya karena tidak terdengar.
"Nggak ah! Suaraku jelek …," ucap Hara.
"Nggak apa …, jangan pedulikan hal itu, bersenang-senanglah!!".
Hara menganggukkan kepalanya dan kembali menikmati lagu yang sedang di nyanyikan Yongsoo dengan melambaikan tangan dan bersorak menyemangati mereka.
Disisi lain tampak muram atmosfer dari belakang Donghyuk yang sedang menatap dua orang yang sejak tadi berdempetan seperti permen karet, membuatnya jengkel. Donghyuk yang duduk di pinggir sofa hanya fokus memperhatikan Hara.
Lagu selesai terlihat ketika cewek yang awalnya bersemangat menjadi lemas terduduk di sofa setelah bernyanyi tiga lagu sekaligus.
"Hara!! Gantianlah, sekarang lo yang nyanyi," ucap Eunsun.
"Oh iya, Hara 'kan belum nyanyi. Nyanyi dong!! Kita mau tau gimana suara lo," tambah Hyerin.
"Gue nggak bisa nyanyi," tolak Hara.
"Lo pikir yang tadi itu bisa disebut nyanyi. Bencana tau nggak!! Kita 'kan, lagi bersenang-senang jadi nggak apa-apa …," ujar Eunsun.
Sambil mengerikan microphone pada Hara. "Nih!! Cepet nyanyi!!” ucap Yongsoo yang mencoba mendesak Hara yang kemudian tidak memiliki pilihan lagi selain bernyanyi.
Setelah memilih lagu dan aliran musik mulai berbunyi, sebuah lagu ballad kesukaannya sontak membuat mereka bersorak haru lantaran Hara seakan memilih lagu yang tepat dimana mereka juga menyukainya. Lagu yang berjudul ‘How can I love the heartbreak, you’re the one I love by AKMU’.
Saat Hara mulai bernyanyi di bagian bait pertama, semua tampak begitu terkejut mendengar suaranya. Merasa terkagum-kagum mendengar betapa indahnya suara Hara yang bahkan tidak pernah mereka bayangkan. Suaranya benar-benar layaknya seorang penyanyi solo yang terkenal dan sudah profesional. Semua teman-teman sampai terharu biru mendengar merdunya suara Hara. Lagu yang seharusnya bernyanyi berdua tapi dia bisa bernyanyi seorang diri membawakan lagu yang terbilang tidaklah mudah.
“WOAHHH …!!! HUUUU …!! WAH … HARA KEREN BANGET!!!”
__ADS_1
Seru mereka begitu hebohnya setelah Hara menyelesaikan lagunya. Ia menjadi tersipu malu saat semua temannya memuji dirinya. Sungguh hal yang tak pernah ia dapatkan, sebuah pujian akan suaranya yang tidak pernah ia dapatkan. Hatinya benar-benar senang mendengarnya.
“Ini … pasti kamu haus,” ucap Taeil yang tiba-tiba memberikan sekaleng minuman yang sudah diberikan olehnya.
“Thank you …,” ucap Hara sambil menerimanya.
Donghyuk yang melihat itu tanpa berpikir panjang dirinya yang terlalu terbawa emosi langsung merebut minuman itu dari tangan Hara dengan paksa hingga minuman itu tumpah mengenai baju Hara.
“AH!”
Sontak Hara terkejut, begitu juga dengan yang lain.
“Lo ngapain sih!!” bentak Taeil.
Donghyuk hanya bisa terdiam melihat kebodohannya yang membuat Hara menerima kesalahannya.
Eunsun yang melihat hal tersebut langsung memberikan beberapa lembar tisu untuk Arin. “Kalian ngapain sih!!” bentak Eunsun kesal.
“Yah … bajunya basah semua,” ucap Hyerin.
“Gue ke toilet dulu,” ucap Hara yang langsung beranjak pergi meninggalkan ruangan. Suasana menjadi sedikit suram saat melihat Hara yang pergi dengan aura yang begitu gelap meninggalkan ketegangan bagi teman-temannya. Baru kali ini mereka merasakan aura yang berbeda dari sosok Hara yang sangat pendiam dan polos.
“Liat tuh!! Hara marah ‘kan!! Kalian lagi ngapain sih!! Lagi seru-seru juga, ganggu aja …,” ujar kesal Eunsun menatap sinis ke arah Taeil dan Donghyuk.
“Apa kita nggak susul aja?” tanya Hyerin.
“Jangan! Biar dia sendiri dulu, lo tadi nggak lihat tatapan matanya … mungkin dia lagi sensitif, biar dia tenang dulu aja.” ucap Yongsoo.
Mereka hanya bisa diam. Suasana yang awalnya baik-baik saja menjadi kacau.
***
Setelah kejadian hari itu membuat Donghyuk merasa tidak tenang. Dirinya yang tidak berani untuk meminta maaf pada Hara karena harga diri dan egonya. Dirinya tidak bisa langsung bertemu Hara karena hari ini hari minggu, rasanya jika dirinya tidak segera meminta maaf hubungannya dengan Hara mungkin akan semakin menjauh. Namun kenapa dirinya begitu sulit hanya untuk menghubungi Hara dan meminta maaf. Sepanjang hari ia hanya memandangi nomor Hara di ponselnya. Resah gelisah hanya karena tidak bisa mengalahkan egonya yang keras.
__ADS_1
“Nggak! Gue nggak boleh kayak gini!! Itu sudah jelas kesalahan lo! Jadi lo harus meminta maaf duluan.” ucap Donghyuk untuk dirinya sendiri, ia sedang bertarung dengan pikirannya seperti orang bodoh. dengan membulatkan tekadnya, Donghyuk beranjak dari tempat tidurnya.
***
Di sebuah jalan pertigaan, arah di mana rumah Hara berada. Masih ada sebuah keraguan dari dirinya hingga sulit melangkah lebih jauh. Donghyuk hanya berjalan mondar-mandir di bawah lampu jalan dengan membawa sebuah cake yang ia beli untuk Hara.
Rasa takut akan sebuah penolakkan membuat Donghyuk kembali ragu dan ingin mengurungkan niatnya. Namun disisi lain jika dirinya terus seperti ini, ia akan benar-benar kehilangan Hara.
“Lo ngapain disini!!”
“Njir!!”
Sontak Donghyuk benar-benar terkejut setengah mati akan kemunculan Hara yang tiba-tiba entah dari mana.
“Oh .. Hara ..,”
Donghyuk menjadi salah tingkah.
“Lo ngapain disini, mondar-mandir kayak orang aneh. Kalau di laporin polisi sama warga gimana,” ucap Hara.
Benar. Dirinya tidak boleh menjadi orang yang pengecut.
“Ini …” Sambil memberikan sebuah cake pada Hara. “Sebagai perminta maaf gue buat yang kemarin!” ucap Donghyuk yang kemudian kembali kehilangan kepercayaan dirinya.
Hara terdiam beberapa saat sambil memandang plastik yang berisikan sebuah cake dan otaknya masih memproses perkataan Donghyuk. Mungkin maksud dari perminta maafan yang kemarin saat menumpahkan minuman ke bajunya. “Ahh … itu, emm … gue terima.” ucap Hara sambil menerima.
“Beneran? Lo maafin gue?” tanya Donghyuk.
“Emm, sebenarnya gue udah nggak marah. Cuman emang lagi sensitif aja …,” ucap Hara seketika membuat Donghyuk yang akhirnya bisa bernafas lega. “Lo jauh-jauh ke rumah cuman mau minta maaf, ‘kan lewat telepon juga bisa.” ucap Hara.
“Ya nggak apa-apa, yaudah gue langsung balik. Bye!! Sampai ketemu di sekolah!!” ucap Donghyuk yang langsung berjalan pergi begitu saja.
“Dasar aneh!!”.
__ADS_1