Cinta Itu Apa, Sih?

Cinta Itu Apa, Sih?
Penyelesaian


__ADS_3

“Kata siapa wanita nggak menyukai physical touch, dia melakukan itu hati-hati karena dia nggak tau semua menjadi sia-sia, dia ingin menikmati dan mengenang setiap prosesnya. Agar tidak ada penyesalan …” ucap Jongin yang perlahan membuat pikiran Donghyuk mulai lebih terbuka akan sudut pandangan Hara, karena mungkin selama ini ia hanya memikirkan dari sudut pandangnya saja.


“Sebaiknya lo cepet berlutut minta maaf padanya. Jangan sampai lo kehilangan orang yang peduli dan sayang sama lo, hanya karena sedikit keserakahan lo,” ucap Jongin.


“Apa yang lo bilang benar. Huff … makasih, udah buat pikiran gue lebih terbuka.” ucap Donghyuk.


“Cinta itu memang rumit. Bahkan orang dewasa saja bisa bersikap seperti anak kecil jika berurusan dengan cinta.” ucap Jongin kemudian meneguk segelas soju. Lalu Jongin menuangkan soju untuk Donghyuk, begitu juga sebaliknya. Mereka saling bersilang dan meneguknya bersama.


***


Donghyuk mengumpulkan keberanian di hadapan pantulan dirinya dari cermin. Tidak ada yang salah dari ucapan Jongin kemarin malam. Dirinya harus meminta maaf pada Hara untuk sikapnya dan keegoisannya. Setelah pulang kerja, Donghyuk segera pulang untuk mengganti pakaian sebelum ia pergi menemui Hara.


Berjalan keluar kamarnya di saat hari sudah malam. Mengambil kunci mobil — mengenakan sepatu dan melangkah mendekati pintu. Namun tiba-tiba terdengar suara bel sesaat sebelum ia baru mau membuka pintu. Bingung beberapa saat dan memikirkan siapa yang datang saat dirinya akan pergi. Tanpa pikir panjang Donghyuk segera membukanya.


Namun sontak Donghyuk tertegun melihat sosok Hara yang berdiri di hadapannya dengan wajah yang penuh kesedihan. Sungguh tak bisa ia percaya. “Hara …,” saut Donghyuk.


Tiba-tiba Hara langsung memeluknya dengan erat — menangis seperti anak kecil yang baru saja terpisah dari ibunya di taman bermain. Mendengar suara tangisan yang membuat hatinya itu menangis, Donghyuk langsung memeluk erat Hara mencoba menenangkannya.


“Maafkan aku … maafkan aku karena bersikap egois …. maafin aku …,” ucap Hara yang bersamaan dengan isak tangis.

__ADS_1


“Nggak kok. Aku juga minta maaf … aku juga salah dan hanya memikirkan diri aku sendiri, aku minta maaf … maafin aku …,” ucap Donghyuk sambil mengelus-elus kepala Hara agar wanita itu bisa lebih tenang.


Hara yang manis mencoba menghentikan tangisannya hingga terseguk seguk di rumah tamu apartemen Donghyuk. Hampir 30 menit Hara menangis hingga menghabiskan hampir setengah kotak tisu yang diberikan Donghyuk. Berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri agar bisa mengobrol dan menyelesaikan masalah yang terjadi.


“Ini … minum dulu,” ucap Donghyuk sambil menyodorkan segelas air putih pada Hara yang kemudian perlahan meminumnya. Mencoba kembali menghirup nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya secara perlahan, melakukannya beberapa kali hingga Hara mulai merasa tenang.


“Hara …” saut Donghyuk.


Sambil menoleh. “Eung …?”.


“Aku benar-benar minta maaf akan ucapan aku malam itu yang buat kamu kecewa. Aku tahu, tampaknya aku hanya memikirkan dari sudut pandang aku saja dan terlalu serakah akan keinginanku. Padahal aku janji akan tetap bisa menjadi teman kamu walau kita pacaran, tapi nyatanya aku yang salah. Maafkan aku …,” ungkap Donghyuk dengan penuh penyesalan.


“Aku juga. Maafkan aku yang terlalu banyak memikirkan ketakutan dan kekhawatiran. aku terlalu suka sama kamu sampai-sampai aku takut akan kehilangan kamu hingga membuat aku membuat batasan agar aku tidak terluka saat kamu meninggalkan aku.” ungkap Hara yang juga mengakui kesalahannya dengan penuh rasa bersalah.


“Aku juga … aku terbiasanya dengan skinship, aku aku lebih menunjukkan bagaimana cara aku menyampaikan rasa sayang sama kamu, aku akan belajar.” ucap Hara.


Mereka akhirnya memiliki sebuah kesepakatan dengan satu jalan yang sama untuk kebahagian bersama. Hara dan Donghyuk saling tersenyum bahagia, karena masalah yang sudah membuat mereka berpisah selama satu minggu sangatlah menyiksa. Hara langsung merentangkan tangannya untuk memberikan tanda pada Donghyuk agar segera memeluknya. Ini salah satu cara untuk Hara mengerti keinginan Donghyuk yang menyukainya.


Mereka saling berpelukan hingga membuat suasana menjadi jauh lebih hangat dibandingkan sebelumnya. Benar. Dalam suatu hubungan hal-hal keromantisan dan skinship itu perlu, tapi hal itu juga memiliki sebuah batasan yang harus dihormati satu sama lain. Memberikan ruang untuk masing-masing menyendiri juga sangat diperlukan agar tidak membuat masalah lebih besar karena emosi sesaat.

__ADS_1


***


Hara bergegas keluar rumah dengan mengenakan pakain yang begitu spesial karena hari ini ia akan ngedate dengan Donghyuk yang sudah menunggunya di depan rumah. Dengan membawa bekal piknik yang sosok di musim semi. Cuaca memang masih dingin tapi matahari tampak bersinar terang membuat cuaca jauh lebih hangat.


Wajah yang tersenyum sumringah menyambut Donghyuk — Hara berlari hingga sampai di hadapan Donghyuk yang sontak terpesona dengan penampilannya hari ini.


“Udah nunggu lama ya …?” tanya Hara.


“Nggak. Kamu pakai baju pemberian aku?” tanya Donghyuk.


“Emm … iya dong! Harus di pakai! Gimana cocok nggak?” tanya Hara yang sambil sedikit bergaya di hadapan Donghyuk — memamerkan pesona nya.


“Cantik sekali …, sini biar aku yang bawa,” ucap Donghyuk sambil mengambil keranjang yang dibawa Hara — membukakan pintu untuk Hara, lalu berjalan ke arah pintu lainnya untuk meletakkan keranjang yang berisikan makanan sebelum ia naik ke dalam mobil.


Memang cocok musim semi berpiknik di dekat sungai Han. Dengan di hiasi pohon sakura yang sedang bermekaran menambah keindahan yang bisa dinikmati oleh banyak orang yang datang. Bukan hanya keluarga kecil dan perkumpulan anak remaja saja yang datang, jika di musim semi akan banyak para pasangan yang datang untuk bersantai sambil menikmati bekal yang diberikan pasangan mereka masing-masing.


Dengan menggelar karpet, Hara dan Donghyuk sedang menikmati musim semi mereka.. Dimulai dengan berfoto-foto untuk mengabadikan momen, membaca komik untuk meluangkan waktu sendiri ataupun membuka dosirak yang dibuatkan Hara. Donghyuk yang terkejut dengan makanan yang tampak begitu cantik di hias. Ada nasi bulat, ada kentang dan sosis, ada udang dan juga tak lupa potongan buah, 4 sehat 5 sempurna.


“Wah … kamu buat ini sendiri. Wah … pasti kamu sudah bekerja keras. Kamu melakukannya dengan baik,” puji Donghyuk sambil mengelus rambut Hara yang tersipu malu.

__ADS_1


“Aku buatkan ini dari pagi, semoga kamu suka rasanya. Cobain nasi kenalnya sama kimbabnya deh!” ucap Hara sambil memberikan sumpit untuk Donghyuk.


“Aku coba ya …,” ucap Donghyuk yang kemudian melahan satu potong kimbab buatan Hara. Sontak kedua mata Donghyuk terbelalak sempurna saat lidahnya mulai merasakan kimbab tersebut.


__ADS_2