
Seperti menelan ludahnya sendiri, akhirnya Donghyuk hanya bisa diam mengikuti Hara hingga sampai di depan ruang studionya. Lorong tampak sepi dana beberapa lampu juga sudah dimatikan. Ini sudah jam 11 malam, tapi mereka masih berkeliaran di kampus.
Hara sedang menekan kata sandi pintu yang hanya diketahui anak-anak fashion design. Mengajak Donghyuk untuk masuk ke dalam. Ini bukan pertama kalinya untuk Donghyuk, ia sudah cukup sering datang untuk menemani Hara yang sedang mengerjakan tugasnya.
Sambil duduk di sebuah bangku meja kerja Hara yang tampak sibuk mengambil sesuatu di dalam lemari laci kecil di bawah meja.
“Tara! Ini dia hadiah lo!” ucap Hara sambil menunjukkan sebuah jas hitam dihadapan Donghyuk yang sontak terdiam melihatnya.
“Kenapa ekspresi lo begitu? Nggak suka? padahal gue udah susah payah loh, buatnya …,” ucap Hara merasa kecewa melihat respon biasa Donghyuk yang bahkan sama sekali tidak terkejut.
“Oh … jadi waktu itu tiba-tiba mengukur badan gue, karena jas ini?” tanya Donghyuk.
“Iya. Kenapa? Apa lo nggak suka?” tanya Hara.
“Nggak. Gue suka kok,” ucap Donghyuk dengan wajah yang sangat datar. Membuat Hara semakin heran dan bingung ada apa dengan Donghyuk yang tiba-tiba bersikap acuh pada dirinya. Namun pemikiran Hara benar-benar salah. Donghyuk hanya sedang berusaha menutupi perasaan yang sesungguh karena ia tahu Hara memberikan hadia yang menurutnya sangat berharga tapi tidak dengan Hara. Donghyuk hanya sedang menahan perasaannya ada tidak tumbuh dan menggoyahkan hubungan pertemanan ini.
“Coba pakai!!” ucap Hara sambil memberikannya pada Donghyuk yang langsung mengambil jas tersebut bersama dengan celananya. Sepertinya hadia yang diberikan Hara itu satu setelan jas hitam dengan bahan yang memiliki serat pola jika dilihat dengan jelas.
“Wah!”
Sontak Hara terpukau saat melihat Donghyuk yang baru saja keluar dari balik lemari dengan mengenakan setelan jas buatnya sebagai hadiah ulang tahun Donghyuk. Tidak disangka, dia begitu terlihat cocok dan keren saat memakainya.
“Gimana?” tanya Donghyuk sambil berjalan menghampiri Hara yang masih terlihat tidak percaya jika baju buatan bisa merubah seseorang menjadi lebih tampan.
“Keren! Wah … pokoknya lo keren banget! Wah … pantes aja banyak cewek yang suka sama lo …, keren!!” ucap Hara sambil memberikan kedua ibu jarinya pada Donghyuk yang tampak penuh percaya diri.
“Lo baru sadar kalau gue ini keren dan berkharisma,” ucap Donghyuk.
“Cih! Tapi gimana, nyaman di pakainya? Apa ada yang kurang?” tanya Hara sambil memperhatikan keseluruh bagian tubuh Donghyuk untuk memastikan dia nyaman dengan jas buatannya.
__ADS_1
“Nyaman kok. Gue suka,” ucap Donghyuk.
“Syukurlah, Hya! Gue ngerjain ini sampai nggak tidur dan bahan yang gue pake juga berkualitas, mahal lagi … gue harap lo bisa pakai ini pas lo bisa jadi Jaksa nanti,” ucap Hara.
“Baiklah. Gu bakal pakai ini di hari pertama pas gue jadi seorang jaksa.” ucap Donghyuk.
Hara tidak bisa berhenti tersenyum karena merasa puas dan bangga dengan hasil yang ia buat sendiri.
***
| Gue lulus ujian!! Hari ini gue traktir chicken !!! -Eunsun-
Tulis Eunsun di dalam grup chat teman-teman SMA.
Hara dan Donghyuk baru saja datang, langsung disambut dengan ketiga teman mereka yang sudah menunggu. Terlihat Eunsun tampak begitu gembira melihat kedatangan Hara. Saling meloncat-loncat kecil secara bersamaan seperti anak kecil. Hara tak berhenti memberikan selamat atas keberhasilan sahabatnya yang akhirnya lolos dan mendapatkan sertifikat memasak profesional yang sudah hampir 2 tahun lamanya dia incar.
“Huu … lo udah bekerja keras, selamat ya,” ucap Hara sambil memberikan pelukan haru merasa bangga dengan pencapaian Eunsun.
“Haff … liat kalian tuh ya, mending sekalian nikah aja!” ucap Donghyuk merasa sudah bosan melihat dua cewek yang selalu saja bermesraan di hadapannya. Mereka berdua memang sangat aneh.
“Iya iya … apa kita nikah aja?” ucap Eunsun sejaga membalas ledekan Donghyuk yang langsung tertegun mendengarnya, hingga akhirnya,
PLAKK!!
Dengan kencangnya Eunsung memukul kepala belakang Donghyuk yang sontak terkejut, tak percaya.
“Dasar cewek gila!” gumam Donghyuk mencoba bersabar menghadapi Eunsun yang tidak pernah berubah.
Hara hanya bisa senyum sambil duduk di samping Donghyuk. Sudah bukan hal yang asing melihat Eunsun dan Donghyuk yang selalu saja bertengkar setiap bertemu.
__ADS_1
“Terus rencana lo kedepan mau bagaimana? Jadi buka restoran?” tanya Yongsoo.
“Kayak masih belum bisa, gue masih harus cari pengalaman dan btuh banyak uang,” ucap Eunsun bersamaan dengan pesanan mereka yang baru saja datang.
Satu persatu dari mereka mulai mengambil ayam, memakan chicken sambil ngobrol. Donghyuk menjadi satu-satu cowok yang berada di antara empat cewek, jadi mau tidak mau ia menjadi pelayan mereka dengan menuangkan minuman cola ke dalam gelas mereka satu persatu. Ia juga menjadi pendengar dan pengamat yang baik untuk para cewek yang begitu asik mengobrol tanpanya.
“Hya! Kim Donghyuk, gue denger lo baru putus lagi?” tanya Yongsoo yang tiba-tiba mengubah topik pembicaraan.
“Oh!” jawab Donghyuk.
“Kali ini kenapa?” tanya Hyerin.
“Gak tau, Tiba-tiba dia mutusin gue, yaudah gue langsung setuju,” ucap Donghyuk dengan santainya.
“Ya iyalah, dia langsung minta putus. Orang lo pacaran dia nggak pake perasaan, parah lo!!” ucap Yongsoo.
“Tau! Jangan mainin perasaan cewek lah, cari yang bener-benar lo suka,” ucap Hyerin.
“Siapa juga yang mainin cewek,” gumam Donghyuk memilih untuk tidak ingin berdebat.
“Tunggu dulu! Selama pacaran sama cewek-cewek lo yang sebelumnya ngapain aja? Pelukan? Pegangan tangan? Kiss?” tanya Eunsun.
“Nonton film,” ucap Donghyuk sontak membuat ketiga temannya langsung tak bisa berkata-kata melihat kelakukan bodoh Donghyuk.
“Sabar … sabar … sabar …,” ucap Eunsun mencoba untuk menarik nafas perlahan dan menghembuskannya secara perlahan agar ia tidak terpancing emosi. “Oke. Lo nontonnya di rumah ‘kan?” tanya Eunsun.
“Nggak. Bioskop,” jawab Donghyuk yang membuat seketika Yongsoo yang berdiri sambil memegang pisau makan yang ia angkat tinggi-tinggi untuk gera ia tancapkan pada kepala Donghyuk yang sudah membuatnya kehilangan kesabaran. Eunysn dan Hara yang melihatnya segera mencegah Yongsoo melakukan tindakan hal yang membuat orang-porang di sekitar mereka salah paham.
“Yongsoo! Sabar! Jangan emosi! Sabar!” ucap Hara mencoba sekuat tenaga menahan tangan Yongsoo yang kesal menghadapi Donghyuk yang bahkan masih bisa menikmati ayam dengan santainya.
__ADS_1
“Yongsoo!! Banyak orang disini! Lihat!” bisik Eunsun.
Dengan perlahan Yongsoo mulai kembali duduk di tempatnya — menahan amarahnya saat ia menyadari banyak mata yang melihat ke arahnya.