Cinta Itu Apa, Sih?

Cinta Itu Apa, Sih?
Bertemu Calon Mertua


__ADS_3

Sial. Bahkan baru bangun saja, sejak kapan Donghyuk terlihat tampan, pikir Hara yang berjuang untuk tidak terlihat sedang terpesona dengan Donghyuk yang hanya mengenakan kaos hitam polos yang membuat otot di tubuhnya terlihat samar-samar.


“Aku makan ya …,” ucap Hara yang mulai memakan sarapannya.


Donghyuk menunggu respon Hara yang sedang merasakan makanan buatannya. “Gimana?” tanya Donghyuk sambil menatap Hara.


“Not bad …,” ucap Hara dengan nada yang datar, ia sengaja melakukan hal itu untuk mengerjai Donghyuk yang langsung panik dan murung lantaran respon Hara yang tidak menyukai saparan buatannya. Lantas Hara langsung tertawa saat misi berhasil membuat Donghyuk kecewa akan dirinya sendiri. “Hahaha! Aku bercanda … jangan nangis dong …, hahaha …” ledek Hara yang sontak membuat Donghyuk tak bisa berkata-kata, ternyata Hara sengaja meledeknya.


“Ini enak … beneran …” ucap Hara mencoba menyakinkan Donghyuk yang tampak kesal tapi juga tak bisa merasa kesal saat melihat Hara yang tampak geli tertawa akan lelucon yang dia buat sendiri.


***

__ADS_1


Hara tampak begitu tegang selama perjalanan menuju rumah orang tua Donghyuk yang berada di Busan. Ini sudah saatnya Donghyuk memperkenalkan Hara sebagai calon istrinya. Melihat Hara yang tampak resah dan gelisah membuat Donghyuk khawatir, padahal kedua orang tuanya bukan tipe orang tua yang sangat kaku dan formal, keluarganya sangatlah santai. Bahkan saat dirinya memberitahu akan kerumah bersama kekasihnya mereka sangat bersemangat dan tidak sabar ingin bertemu dengan Hara.


“Semua bakal baik-baik aja, nggak usah khawatir,” ucap Donghyuk mencoba menenangkan Hara.


“Kalau aku buat kesalahan bagaimana?” tanya Hara dengan wajah yang murung. Ia takut melakukan kesalahan di hadapan orangtuanya Donghyuk.


“Bersikap seperti biasanya saja, mereka bukan orang yang kaku kok, mereka santai dan nggak banyak tanya …, tenang saja …” ucap Donghyuk.


“Kamu enak ngomong, aku?” Hara yang tiba-tiba menjadi kesal melihat Donghyuk yang terus saja menganggap semuanya mudah tapi tidak untuknya.


Sesampainya di depan rumah kedua orang tuanya Donghyuk, Hara begitu tegang sambil membawa seikat bunga yang akan ia berikan untuk ibunya Donghyuk. Jantungnya berdebar cepat,, tangannya pun terasa dingin dan lembab. Tapi sudah tidak ada waktu lagi untuknya menjadi tegang, mencoba berpikir positif bahwa semua akan baik-baik saja.

__ADS_1


Donghyuk mengajak Hara untuk segera masuk kedalam rumahnya, melewati pagar tinggi yang terbuat dari kayu. Membukakan pintu untuk Hara.


“Kami datang …,” sahut Donghyuk sambil memberikan sandal khusus untuk di dalam pada Hara yang masih tampak begitu tegang.


Tiba-tiba terdengar keramaian dari seorang pria tua paruh bayang yang begitu heboh menyambut mereka, bukan lain adalah ayahnya Donghyuk. “Oh oh … akhirnya anakku datang juga,” ucapnya sambil memberikan pelukan untuk Donghyuk.


“Jadi ini calon istrinya Donghyuk … ya ampun cantik sekali …,” puji ayah sambil melepaskan pelukannya, menyambut Hara dengan ramah.


“Halo, pak. Namanya saya Han Hara …” ucap Hara sambil memberikan salah dengan perundukan tubuhnya.


“Iya .. salam kenal.”

__ADS_1


Tak lama juga seorang wanita yang tak kalah hebohnya menghampiri mereka. “Ya ampun … ya ampun, kalian sudah datang!” ucapnya yang langsung menghampiri Hara.


“Hallo, Bu. Saya, Han Hara … ini untuk ibu …,” ucap Hara sambil memberikan bunga yang ia bawa.


__ADS_2