
Berjalan melewati lapangan setelah bel pulang berbunyi. Tatapan mata menyorot ke arah dua orang yang sedang berjalan tak jauh di depannya. Donghyuk dan Haram terlihat berjalan bersama setelah keluar dari kelas. Bahkan Haram duluanlah yang menunggu Donghyuk di depan kelas. Sejak saat itu kedua mata Hara tidak bisa berhenti memperhatikan mereka, lebih tepatnya seperti sedang mengawasi. Hara memang tidak tahu perasaan apa yang sedang ia alami saat melihat dua orang itu, hanya saja matanya tidak bisa berpaling.
“Hara …!” sahut Eunsun sambil menyenggol lengannya yang sontak membuat Hara menoleh.
“Eung?!”.
“Jangan bengong dong? Mau ikut nggak? Dari tadi kita lagi ngomongin liburan musim dingin besok?” tanya Eunsun.
“Ahh … gue belum tau,” ucap Hara.
Eunsun menyadari ketidak fokusan Hara saat ini. Tubuhnya memang sedang berjalan bersama, tetapi pikiran dan hatinya sedang berada di tempat lain. Memperhatikan tatapan Hara saat ini, ia menyadari Hara sedang menatap ke suatu tempat. Eunsun mencoba mencari tahu apa yang temannya itu lihat hingga kedua matanya begitu muram. Ternyata ia melihat Donghyuk yang sedang berjalan bersama dengan Haram. Lantas membuatnya bingung. Jika memang Hara tidak memiliki perasaan terhadap Donghyuk tatapannya tidak akan seperti itu. Eunsun berpikir jika bisa saja Hara memiliki perasaan yang beda terhadap Donghyuk tapi dia tidak menyadarinya.
“Hara …!Kalian berdua berantem lagi?” tanya Eunsun.
“Siapa …?”.
“Lo sama Donghyuk, lah … siapa lagi.” ucap Eunsung.
“Nggak.” jawab Hara dengan yakin, tapi dalam dua detik keyakinannya berubah. Nggak tau.” ucap Hara sambil merunduk suram.
Sambil menghela nafas. “Kalian itu kenapa berantem mulu sih! Heran gue …,” ujar Eunsun sambil melipat kedua tangannya.
“Nggak kok. Kita nggak berantem,” elak Hara.
“Kalau nggak berantem, terus kenapa kalain diem-dieman? Wah .. nggak bisa begini, gue harus turun tangan!!” ucap Eunsun yang tiba-tiba mempercepat langkahnya, berniat untuk menyusul Donghyuk yang ada di cukup jauh di depannya.
Sontak Hara yang menyadarinya langsung berlari menyusul Eunsun untuk mencegahnya. “Eunsun!!” saut Hara yang akhirnya bisa menahan langkah kaki Eunsun yang berhenti saat dirinya berdiri di depan temannya yang terlihat siap berperang. “Jangan begitu …” ucap Hara.
Sedangkan Hyerin dan Yongsoo yang masih jauh di belakang hanya saling menengok satu sama lain, bingung dengan sikap kedua temannya. Mereka mencoba menyusulnya.
__ADS_1
“Ada apa sih?” tanya Hyerin.
“Iya, kenapa?” tanya Yongsoo.
“Mereka berdua, berantem lagi.” jawab Eunsun.
“Siapa? Kalian?” tanya Hyerin bingung yang tak paham dengan pembicaraan Eunsun.
“Lagi … baru kemarin akur, sekarang udah berantem lagi? Pantes pas jam makan siang Donghyuk nggak makan bareng, kenapa lagi?” tanya Yongsoo yang langsung bisa memahami ucapan Eunsun di saat Hyerin masih kebinggung.
“Kalian ngomongin apa sih?” tanya Hyerin.
“Donghyuk.” jawab singkatnya sambil merangkul Hara. “Sudahlah … jangan dipikirin sikap Donghyuk. Mungkin dia lagi pubertas.” ucap Yongsoo mencoba memberikan sedikit semangat pada Hara.
“Oke!! Hari ini gue traktir makan es krim!! Let’s go!!” ucap Yongsoo sontak membuat ketiga temannya bersemangat, berjalan seperti segerombolan anak TK, bakan Hara mulai melupakan pikirannya terhadap Donghyuk.
***
“Donghyuk!!!”
Hara mendengar suara cewek yang memanggil nama Donghyuk dari belakang bahkan Donghyuk sedang melambaikan tangannya untuk seseorang. Hara mencoba untuk tidak peduli. Namun tiba-tiba ada yang mendorong pundaknya dari belakang dengan cukup kencang hingga membuat Hara menjatuhkan susu yang ia pegang.
BUHG!
TUK!
“Ah!” eluh Hara saat pundaknya tersenggol dengan cukup keras. Ia menghentikan langkahnya saat melihat susu yang tergeletak di lantai sambil mengelus pundaknya yang terasa sakit. “Yah … sarapanku …,” meratapi susu kotak yang berharga harus terbuang sia-sia. Segara Hara memungutnya. Hara langsung menyadari jika yang menabraknya tadi adalah Haram yang saat ini sedang mengobrol asik dengan Donghyuk tanpa rasa bersalah sudah menabraknya.
Rasanya sungguh menyebalkan. Bagaimana bisa cewek itu tidak memiliki itikad baik untuk meminta maaf setelah menabraknya. Tidak ingin merusak paginya dengan dua orang itu, Hara kembali melangkah kakinya — masuk ke dalam kelas.
__ADS_1
***
Hara sedang menikmati jama makan siang dengan teman-temannya seperti biasa. Ia masih merasa kesal akan kejadian tadi pagi. Hara sungguh tidak peduli seperti apa hubungan dia dengan Donghyuk, tapi yang pagi itu sangat keterlaluan. Hara masih tidak rela untuk menerimanya.
“Kita boleh duduk disini’ kan?” tanya Haram yang tiba-tiba datang bersama dengan Donghyuk.
Sontak membuat mereka yang duduk di sana menoleh bingung.
“Kalian teman satu kelasnya Donghyuk ‘kan?” tanyanya.
Karena terlalu memikirkan kejadian tadi pagi membuat Hara tidak sadar akan sekitarnya. Namun suara yang tak asing itu menyadarkannya dan sontak membuat Hara mendongakkan kepalanya — melihat ke arah orang yang berdiri di sampingnya yang ternyata cewek yang tadi pagi menabraknya bersama dengan Donghyuk.
“Iya silahkan aja … masih kosong.” ucap Eunsun Jongin.
Padahal Eunsun dan kedua temannya baru saja ingin menolak kehadaian mereka agar tidak membuat Hara merasa tidak nyaman. Mendengar Jongin yang langsung menerimanya sontak mereka langsung menatap sinis ke arah Jongin yang bahkan sama sekali tidak peka seperti orang bodoh.
Karena Hara duduk di bangku kedua paling pinggir membuat Hara harus berdampingan dengan cewek menyebalkan itu dan Donghyuk duduk berhadaan dengan Haram mau tidak mau secara nggak langsung Hara juga harus berhadap-hadapan dengan Donghyuk yang bahkan mengabaikannya. Hara mencoba untuk tidak memperdulikan ke hadian mereka dan melanjutkan makan siangnya. Benar. Lagipula ini bukanlah urusannya.
“Perasaan kalian makin nempel aja belakangan ini? Apa jangan-jangan kalian udah jadian?” ucap Jongin tanpa berpikir panjang. Dan kembali ia mendapatkan tatapan sinis dari ketiga cewek yang ada di depannya.
“Emm iya, kami pacaran.” jawab Haram dengan penuh percaya diri.
DUGH!
Seperti sebuah pukulan keras di dadanya — Hara terdiam saat mendengar pernyataan dari Haram.
“Wah … serius lo!! Wah … selamat-selamat!!” ucap Jongin. Hanya dia sendiri yang begitu heboh. “Kalian nggak mau ngucapin selamat buat Donghyuk?” tanya Jongin.
“Oh … selamat ya …” ucap Eunsun mencoba untuk berpura-pura senang.
__ADS_1
“Semoga cepet putus. Eh salah … semoga awet ,” ucap Hyerin.
“Selamat.” ucap Yongsoo yang sama hal dengan kedua temannya yang tak rela memberikan selamat pada pasangan baru yang tidak terduga itu.