
Melihat Donghyuk yang begitu sinis pada Hara yang bahkan tidak salah. Eunsun mencoba untuk mencairkan suasana. “Lo nggak senang kita dateng? Padah kita bela-belain loh! Bolos les karena khawatir sama keadaan lo!” ucap Eunsun sambil meletakkan satu penuh keranjang buah buahan yang mereka beli dengan uang patungan.
“Iya. Gue nggak suka. Udah sana! Sana pergi! Sempit tau nggak!!” ucap Donghyuk sambil mencoba mengusir mereka.
Tampaknya mereka sama sekali tidak tergubris dengan Donghyuk dan mengabaikannya. Bahkan mereka malah duduk di sofa sambil menonton televisi dan ada juga yang mulai membuat cemilan yang mereka beli. Mereka menganggap rumah sakit seperti tempat nongkrong mereka. Donghyuk hanya bisa kembali menghela nafas melihat kelakuan absurd teman-temannya.
Tiba-tiba Eunsun mengeluar kan tiga buah spidol dari dalam tasnya. “Tadaa …!!!” sambil menunjukkan kepada teman-temannya yang sontak menengok ke arah Eunsun.
“Oh iya!! Kita harus menulis sesuatu di kakinya Donghyuk, biar cepet sembuh!!” ucap Hyerin sambil mengambil satu spidol dari tangan Eunsun.
“Nggak perlu! Nggak perlu!” tolak Donghyuk yang lagi-lagi membuat teman-teman sedikit kecewa tapi mereka kembali mengabaikan ucapan Donghyuk dan secara bergantian mereka mulai menuliskan kalimat yang mereka ingin sampaikan pada Donghyuk..
Mereka pun sibuk menuliskan kata-kata diatas kaki Donghyuk. Sedangkan Hara hanya terdiam sambil melihat teman-temannya. Mereka terlihat keasyikan hingga berubet spidol, sehingga tanpa mereka sadari mereka beberapa kali membuat Donghyuk merasa kesakitan.
Secara diam-diam, beberapa kali Donghyuk melirik ke arah Hara. Ia masih merasa bersalah karena sikapnya. Bahkan dirinya pun tidak tahu kenapa ia begitu jahat pada Hara yang bahkan mengkhawatirkan kondisinya.
Begitu juga Hara. Beberapa kali ia mencoba melirik secara diam-diam ke arah Donghyuk. Namun saat sekelebat matanya melihat Donghyuk yang akan menoleh ke arahnya, Hara langsung mengalihkan pandangannya. Begitu juga sebaliknya dengan Donghyuk. Mereka berdua sama saja. Sama-sma bodoh.
“Hara! Lo nggak mau ikutan nulis?” tanya Eunsun.
“Nggak usah, gue ke toilet dulu,” ucap Hara, kemudian ia pun pergi ke toilet.
Hara berjalan kembali ke kamar Donghyuk, tapi ia terkejut karena semua temannya sudah menghilang hanya tinggal Donghyuk yang sedang memakan buah yang sudah dipotong-potong sambil menonton televisi. Hara terdiam tak bisa berkata-kata karena bingung.
Mereka saling menatap satu sama lain secara tak sengaja. Namun langsung saling mengalihkan pandangan mereka. Suasana menjadi sangat canggung, bahkan Hara tak berani untuk melangkah lebih jauh.
“Yang lain pada kemana?” tanya Hara.
Donghyuk berusaha untuk tidak canggung dan bersikap santai. Sambil menelan buah yang sudah ya dikunyah didalam mulut. “Mereka semua pergi makan malam bersama kak Jaehyuk …” jawab Donghyuk yang kemudian kembali menikmati buahnya.
Serentak membuat Hara terdiam mematung, bingung apa yang harus ia lakukan. Hara terlihat bingung setengah mati. Beberapa kali mereka saling melirik satu sama lain dengan canggung.
__ADS_1
Dong Hyuk berusaha membuat suasana tidak begitu canggung. “Kenapa berdiri disana …? Duduk sini ...!” ucap Donghyuk.
Hara sedikit ragu karena ia canggung. Namun perlahan ia memberanikan dirinya untuk melangkah masuk.
“Cepat! Buah gue sudah habis, tolong potongin.” ucap Donghyuk sambil menunjukkan piring kosong , bersikap manja pada Hara.
Melihat sikap Donghyuk yang jauh lebih baik dibandingkan saat pertama kali. Membuat Hara berpikir jika dia sudah tidak menyimpan amarah lagi padanya. Ini membuat Hara tenang sekaligus canggung. Perlahan Hara duduk di bangku tepat disamping tempat tidur Donghyuk, mengambil satu apel untuk ia kupas.
Donghyuk melirik ke arah Hara. “Gue nggak mau apel …” ucap Donghyuk yang membuat Hara menghentikan tangannya yang memegang pisau untuk mengupas kulit apel
“Terus maunya?” tanya Hara.
“Jeruk saja ...” ucap Dong Hyuk yang kembali memulai membudaki Hara.
Hara menuruti perkataan Donghyuk dan meletakkan buah apel dan pisau, lalu mengambil buah jeruk yang kemudian ia kupas kulitnya. Setelah mengupas kulit jeruknya, Hara langsung menyodorkan jeruk itu pada Donghyuk.
“Ini …”.
Mereka hanya terdiam dalam keheningan malam hanya ada mereka berdua dengan drama yang sedang mereka lihat.
“Maafin gue,” ucap Donghyuk dengan tiba-tiba memecahkan keheningan.
Hara terdiam bukan tidak mendengar tapi ia merasa seperti sedang salah dengar. Melihat ke arah Donghyuk yang tampak sedang merenungkan sesuatu disana.
“Gue bukan bermaksud buat bersikap sinis atau acuh sama lo. Emang gue yang lagi aneh aja, maaf ya …” ucap Donghyuk telah menyesali perbuatannya pada Hara beberapa hari belakangan ini. Hanya harga dirinya Donghyuk malah menyakiti Hara tanpa ia sadar. Namun kini ia menyadarinya.
Sambil menoleh ke arah Hara yang masih terdiam menatapnya. “Lo mau kan maafin gue.?” tanya Donghyuk.
“Ternyata seorang Donghyuk tau caranya meminta maaf. Hehe …” ucap Hara yang kemudian terkekeh melihat wajah Donghyuk yang terlihat sangat menggemaskan saat dia sedang merasa bersalah.
“Kenapa malah ketawa?” tanya Donghyuk mulai merasa sedang dipermainkan.
__ADS_1
“Karena imut. Lo ikut benget kalo lagi merasa bersalah. Haha …” ucap Hara sembari tertawa kecil.
“Cih!!”
***
Bulan berganti. Musim dingin yang sesungguh telah datang saat salju pertama sudah turun sejak satu minggu yang lalu dan membuat jalan kota menjadi dipenuhi salju di setiap sisi jalan. Bukan hanya jalanan, dahan-dahan pepohonan sudah berbuah menjadi berwarna putih. Semua orang berpakaian tebal untuk menjaga diri dari suhu yang cukup ekstrim.
Beberapa hiasan natal sudah terpanjang di setiap sudut jalan. Toko-toko yang ada di pinggir jalan juga sudah mulai menghias toko mereka dan menyiapkan beberapa kreasi baru untuk hari natal. Saat semua toko sibuk mengingat toko-toko mereka. Berbeda dengan para pelajar yang sibuk belajar untuk menghadapi tes semester kedua.
Dijalan menuju halte bus, Hara berjalan bersama Donghyuk yang kini sudah benar-benar sembuh. Mereka hanya terdiam satu sama lain. mereka memikirkan apa yang mereka pikirkan masing-masing. Beberapa kali Donghyuk juga melirik ke arah Hara.
Tiba-tiba kesunyian di antara mereka terpecah kan karena suara ponsel Hara yang berdering. Hara segera menjawab panggilan dari Taeil.
“Hallo Taeil …!!” saut Hara sontak membuat Donghyuk menoleh. “Gimana ujiannya?” tanya Hara.
“Berjalan dengan lancar. Kamu lagi dimana?” tanya Taeil.
“Iya tentu saja lagi di jalan ke sekolah. Tunggu dulu, di Amerika sekarang jam berapa?” tanya Hara.
“Jam 8 malam,” jawab Taeil.
“Ahh … kamu kapan balik?” tanya Hara.
“Malam ini aku berangkat. Sampai besok kira-kira. Hara … setelah aku pulang, apa bisa kita lanjutkan ngedate kita yang tertunda waktu itu?” tanya Taeil terdengar ragu.
“Iya. Tapi kalau kamu ingkar janji lagi, aku nggak akan mau lagi ngedate sama kamu.”
“Emm! Aku janji.”
“Ya .. sudah, istirahat saja! Bye!!”
__ADS_1
Sambungan telepon pun terputus, Hara tersenyum mendengar suara Taeil yang tampak baik-baik saja. Namun tidak dengan Donghyuk yang terus menatap Hara dengan tatapan sinis setelah mendengar kata ‘Ngedate’.