
Hara berjalan menuju lemari lokernya, tapi tak jauh dari lokasinya, ia melihat Donghyuk sedang asik mengobrol dengan teman-temannya di depan lokernya. Hara sangat kesal dengan kejadian tadi di kantin, ia ditinggalkan sendirian. Sambil mengerutkkan dahi dan menatamjjan kedua matanya, Hara mulai melangkah kakinya mendekati Donghyuk.
“HYAA! KIM DONG HYUK!” saut Hara dengan suara keras, membuat orang-orang disekitarnya melihat ke arahnya dengan bingung, sedangkan Donghyuk terlihat tidak peduli.
Karena takut dengan sikap Hara yang terlihat akan meledak, semua teman Donghyuk pun pergi ketakutan. Dan semua orang di sekitarnya kembali seperti semula saat Hara sudah berdiri di hadapan Donghyuk.
“Hya! Kenapa lo tadi ninggalin gue sendirian ...,” gerutu Hara.
Sambil menutup pintu lokernya dengan sedikit kasar, membuat Hara sedikit terkejut. Ia juga bingung dengan ekspresi wajah Donghyuk yang terlihat serius.
“Siapa yang meninggalkan siapa? Cih …,” kesal Donghyuk. “Lo yang sibuk dengan ponsel lo … untuk apa aku makan dengan orang yang mengacuhkan aku, lebih baik aku pergi,” ungkap Donghyuk yang membuat Hara tersadar bahwa ini adalah kesalahannya dan ia hanya bisa menggigit bibir bawahnya dan terdiam.
“Gue duluan. ” ucap Donghyuk dengan sinis yang kemudian pergi begitu saja meninggalkan Hara.
Hara merasa menyesal dengan apa yang sudah ia lakukan, bahwa sebenarnya ini adalah kesalahannya, bukan kesalahan Donghyuk. Harta hanya bisa berkerut menyalahkan dirinya sendiri.
Kemudian Hara membuka pintu lokernya untuk menyimpan buku gambarnya didalam loker, saat ia baru saja menutup lokernya, tiba-tiba ponselnya bergetar, karena ada pesan masuk dari Ha Myung.
| Aku ada didepan kampusmu, cepatlah keluar.
“Apa ini? Dia di sini?" ucap Hara terkejut dengan mulut yang terbuka lebar bulat, dan matanya melotot, kemudian langsung berlari senang menuju luar kampus.
Hara memelankan langkahnya saat ia melihat bahwa Ha Myung benar-benar menunggunya di depan kampus. Tanpa Hara mengetahuinya lebih dulu. Sebenarnya, Donghyuk Lah yang melihat Ha Myung duluan. Bahkan Ha Myung melambaikan tangannya pada Donghyuk yang hanya tersenyum ringan. Donghyuk tahu, bahwa kedatangan Ha Myung adalah untuk menjemput Hara, yang kemudian tak lama berjalan cepat melewatinya begitu saja.
__ADS_1
“Kenapa kamu bisa di sini?” tanya Hara dengan nafas yang ternama karena lelah berlari.
“Tentu saja, mau jemput kamu. Ayo masuk!” ucap Ha Myung sambil membukakan pintu mobil dan kemudian Hara pun masuk kedalam.
Hara belum mengetahui keberadaan Donghyuk, tapi sebelum Ha Myung masuk kedalam mobil, ia kembali melambaikan tangan, dan Donghyuk membalasnya juga. Mobil pun melesat pergi, Donghyuk hanya bisa diam sambil menghela nafas, lagi pula tidak ada gunanya jika ia marah. Kemudian Donghyuk pun pergi dengan wajah yang sedikit murung.
***
Sudah 1 minggu berjalan, Hara dan Ha Myung sudah menjadi sepasang kekasih. Walau pada awalnya Hara merasa ragu, tapi saat ia mencari tahunya sendiri ia tahu bahwa Ha Myung bukanlah Ha Myung yang dulu. Ia benar-benar menjadi pria yang pengertian dan menyayanginya.
Hara begitu bahagia, saat melihat pertandingan Ha Myung malam ini. Hara duduk para suporter yang begitu euforia akan jalannya pertandingan. Biasanya ia hanya bisa menonton pertandingan bola televisi, tapi sekarang ia melihatnya secara langsung. Yang lebih spesialnya adalah ia menonton pertandingan kekasih pertamanya.
Dulu dia adalah orang yang dulu membuatku jatuh cinta padanya dan menangis karenanya, tapi sekarang dia adalah orang yang kini membuatku jatuh cinta kembali padanya dan bahagia bersamanya. Aku pikir akan berakhir setelah ia pacaran dengan temanku sendiri, tapi semua berubah, karena sebuah takdir.
***
***
Hara sedang membuat sebuah rancangan baju secara berkelompok bersama teman-temannya, tapi tak sengaja saat ia melihat keluar, ia melihat Donghyuk yang lewat begitu saja tanpa menengok ke dalam. Tidak seperti biasanya, yang selalu mampir hanya sekedar memberikannya yogurt.
Hara hanya bisa terdiam bingung melihat sikap dingin Donghyuk. Dia benar-benar seperti orang asing. Begitu juga saat ia kekanti bersama Yeo Jin. Ia kembali melihat Donghyuk sedang makan bersama temannya, walau berdampingan, Donghyuk sama sekali tidak mendengarnya ataupun menoleh hanya sekedar bertatap wajah. Hara mencoba untuk tidak berpikiran aneh-aneh dan tetap fokus pada makanannya.
***
__ADS_1
“APA? MENIKAH?” serentak ketiga temannya dengan wajah tidak percaya sama sekali. Dengan bersamaan pula mereka menghempaskan tubuh mereka bersandar pada punggung bangku.
Eunsun hanya terlihat bingung dengan sikap ketiga temannya yang begitu berlebihan.
“Respon macam apa itu?” ucap Eunsun sedikit kecewa.
Sambil melambaikan kedua tangannya dengan cepat. “Bukan begitu, bukannya lo bilang mau buka restoran. Tapi kenapa tiba-tiba menikah?” ucap Hara yang bingung dan merasa sangat disayangkan jika Eunsun harus menikah di usia muda, disaat dia masih bisa mengejar impian nya. Menikah bukanlah sesuatu yang mudah.
“Gue ‘kan, udah pernah bilang sama lo, kalau gue mau menikah muda. Walau disayangkan, tapi’ kan aku bisa jadi koki terbaik di rumah,” ucap Eunsun.
“Hya! Hya! Kita nggak boleh begini dong! Ini ‘kan kabar baik, kita harus mendukung Eunsun,” ucap Hyerin membuat Eunsun tersenyum haru mendengar Hyerin yang langsung berpihak pada keputusannya.
“Selamat ya … semoga kalian diberikan kelancaran sampai hari pernikahan,” ucap Hara yang mulai setuju.
“Siapa juga yang nggak senang temannya menikah. Aku juga ikut senang, selamat ya,” ucap Eunsun.
***
Dua minggu telah berlalu. Hara terlihat begitu murung, karena kini sikap dingin Donghyuk semakin jadi. Donghyuk semakin jauh darinya. Walau di kampus, mereka tidak pernah bertemu. Bahkan sudah berkali-kali Hara menghubungi temannya itu tapi Donghyuk tak pernah menjawab atau membalas pesannya.
Hara juga sudah menanyakan kepada teman-temannya Donghyuk, tapi mereka terlihat seperti menghindar. Hara tidak tahu lagi apa yang harus ia lakukan. Dia saat ia mendapatkan sebuah kebahagian bersama seseorang yang selama ini ia tunggu, tapi disatu sisi ia kehilangan teman terbaiknya.
Setelah jam pelajaran usai, Hara segera pergi ke kelas Dong Hyuk. Hara berjalan cepat hingga akhirnya ia sampai di depan kelas Donghyuk yang sudah sangat sepi. Hara hanya bisa terdiam kecewa. Karena ia kembali tak bisa bertemu dengan Donghyuk.
__ADS_1
Sambil menghela nafas Hara kembali berjalan. “Dia itu kemana sih?! Dicariin tapi nggak pernah ketemu …,” guman khawatir Hara terhadap temannya.