Cinta Itu Apa, Sih?

Cinta Itu Apa, Sih?
Pernyataan Cinta yang tak masuk akal


__ADS_3

Hara melanjutkan langkahnya, hanya tinggal mengabaikannya saja bukan hal yang sulit. Pandangan harus lurus ke depan, berjalan dengan percaya diri. Namun tiba-tiba dari belakang Donghyuk menahan tangannya — sontak Hara menghentikan langkahnya. Donghyuk berjalan — berdiri di hadapan Hara dengan tatapan yang penuh dengan penyesalan.


“Hara … bisa kita bicara sebentar?” tanya Donghyuk.


“Bicara saja …,” ucap Hara dengan nada bicara yang acuh.


Donghyuk terdiam melihat ekspresi wajah Hara yang tampaknya menyimpan kekecewaan dan marah yang terpendam padanya. Ia menyadari kesalahan yang telah ia lakukan pada Hara hanya untuk mempertahankan harga dirinya dan menghilangkan perasaan terhadap Hara. Namun pada akhirnya ia yang kalah dan harus mengalah.


“Gue sama Haram udah putus.” ucap DOnghyuk.


“Lalu? Apa hubungannya dengan lo ngomong itu sama gue?” tanya Hara.


Ya .. tentu saja nggak ada hubungannya. Tapi … sejak aku pacaran dengan Haram hubungan kita jadi semakin jauh. Ini semua kesalahan gue, salah gue karena mencoba melarikan diri dan mencoba buat menolak kalau gue suka sama lo …,” ucap Donghyuk yang akhirnya memilih untuk mengakui perasaannya terhadap Hara walau dirinya benar-benar harus kehilangan hubungan pertemanan ini.


Hara terdiam. Mulut seakan terbungkam pendengar pengakuan yang tidak terduga dari Donghyuk. Bagaimana bisa ia mengatakan hal itu setelah putus dengan Haram. Perlahan Donghyuk mulai menunjukkan sisi buruknya pada Hara. Sisi yang paling Hara benci dari seorang cowok.


“Gue nggak tau harus ngomong apa. Anggap saja gue nggak pernah dengar perkataan lo hari ini. Ini sudah malam, sebaiknya lo pulang.” ucap Hara sambil melepaskan tangannya dari genganggam Donghyuk.


“Apa gue ditolak?” tanya Donghyuk yang tidak ingin menyerah begitu saja pada Hara yang sontak kembali menghentikan langkahnya.


“Sesama teman kenapa lo begitu? Kita kan teman … bagaimana bisa lo dengan mudahnya mengatakan hal itu? Apa itu menyenangkan? Mempermainkan perasaan orang lain?” tanya Hara yang sudah kehilangan kesabarannya — melangkah mendekat dengan wajah yang penuh kekecewaan pada Donghyuk.


“Gue kira Donghyuk itu teman yang baik, gue kira Donghyuk berbeda dengan cowok jahat yang pernah gue liat. Ternyata lo tuh sama aja, tau nggak? Mempermainkan perasaan orang? Hya! Kim Dong Hyuk! Haram itu tulus suka sama lo, tapi apa lo malah mempermainkan dia? Dan sekarang lo malah pura-pura suka sama gue cuman karena lo abis putus sama Haram. Lo pikir gue temen cewek yang bisa lo permainkan sesuka hati?!!” ucap Hara mengeluarkan seluruh amarahnya.


“Jangan mentang-mentang di antara kita berempat yang sendiri cuman geu dong jadi lo bisa melampiaskan emosi lo sama gue? Gue bukan Hara yang polos lagi!! Gue banyak belajar dari teman-teman gue!! Kalau Eunsun, Yongsoo dan Hyerin tau lo begini, gue nggak yakin lo masih hidup!!” ujar Hara.


“Terus gue harus bagaimana …? Bantu gue …,” ucap Donghyuk dengan wajah memelas.

__ADS_1


“Sekarang lo pulang dan istirahat. Minta maaf sama Haram, kalau perlu berlutut sama dia! Sekali lagi lo permainin perasaan cewek, gue nggak mau lagi berteman sama lo!” ucap Hara dengan tegas kemudian berjalan meninggalkan Donghyuk yang sudah tidak bisa berkata-kata lagi untuk membela dirinya.


Hara terus berjalan dengan sisa amarah yang masih mengikutinya. Yang tadi itu hampir saja ia tergoyahkan. Sadar Hara …!


***


PLAK! PLAKK!! PLAKK!!


Haram menampar Donghyuk dengan sangat kencang di depan banyak mata yang melihat di koridor kelas saat jam istirahat makan siang. Karena sala bersalahnya Donghyuk benar-benar sampai berlutut meminta maaf pada Haram sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Hara semalam. Namun apa daya, perminta maafnya tidak diterima dan ia hanya mengerikan perih dan sakit dengan pipi yang memerah bekas tamparan Haram. Bahkan ia dipandang sebelah mata dengan orang-orang yang menyaksikannya dirinya dipermalukan oleh Haram. Namun mau bagaimana lagi ini mungkin menjadi hukuman yang harus ia terima.


Berjalan menghampiri meja dimana Hara duduk bersama dengan teman-temannya membawa makan siang sambil mengelus pipinya dengan telur rebus untuk mengurangi rasa sakit.


“Ckckckck … menyedihkan!” ucap Eunsun sambil menatap sinis ke arah Donghyuk yang baru saja duduk di hadapan Hara yang sedang makan.


“Sakit tau!!” eluh Donghyuk.


“Makanya jangan suka mainin cewek! Kena karma ‘kan?” ucap Hyerin.


“Kutukkan.” jawab Donghyuk — kemudian melahap satu suapan besar nasi hingga membuat mulut menjadi penuh.


“Kutukan? Apaan itu? Bikin serem aja …” ucap Yongsoo.


“Dia mengutuk gue, biar orang yang gue suka nggak bakal terima gue selamanya." ucap Donghyuk dengan santainya.


"Lo ngomong kayak gitu santai banget, anjir …," ucap Hyerin.


"Et … tunggu dulu! Terus cewek yang lo suka, memangnya siapa?" tanya Eunsun.

__ADS_1


Lantas mendengar pertanyaan dari Eunsun, Donghyuk terdiam beberapa saat. Jika ia mengatakan yang Sejujurnya maka semua akan benar-benar berakhir.


"Maksudnya itu … kalau suatu saat nanti gue suka sama cewek dan cewek itu nggak bakalan terima gue sampai kapanpun, maksudnya begitu bodoh!!" ucap Donghyuk.


"Jadi, lo sekarang lagi nggak suka sama siapa-siapa?" tanya Eunsun.


"Nggak ada." jawab Donghyuk.


***


Di perjalanan pulang sekolah, Hara dan Donghyuk duduk bersama di dalam bus. Entah mengapa Hara menjadi sangat pendiam dan tenang sejak pagi. Bahkan saat ini dia sedang diam melihat jendela sambil mendengarkan musik dengan earphone.


Karena bosan hanya diam, Donghyuk mencoba mengambil salah satu earphone Hara yang sontak menoleh ke arahnya.


"Ngapain?" tanya Hara.


"Tanggal 12 lo ada waktu?" tanya Donghyuk.


"Kayaknya nggak ada. Kenapa?".


"Temenin gue ke Namsan Tower. Hari itu hari ulang tahun gue." ucap Donghyuk.


Hara terdiam beberapa saat sambil memikirkan tawaran tersebut. "Oke." jawab Hara.


Sontak Donghyuk terkejut saat mendengar Hara menyetujui ajakannya. Ini tidak seperti biasanya entah apa yang saat ini harap pikirkan hingga dia dengan mudah menyetujui dirinya untuk pergi ke Namsan Tower bersama.


***

__ADS_1


Sesampainya Hara di sebuah mall, ia mulai berkeliling mencari barang untuk ia berikan pada Donghyuk. Dirinya hampir melupakan ulang tahun Donghyuk yang jatuh pada hari ini. Sesungguh Hara tidak tahu apa yang harus ia beli karena tidak begitu paham apa yang Donghyuk sukai. Ingin sekali membeli jam tangan tapi apa daya, uangnya tabungannya tidak mencukupi untuk membeli barang tersebut.


Hampir satu jam Hara berkeliling melihat-lihat ke setiap toko yang ada di sana. Hingga akhirnya Hara memilih untuk memberikan Donghyuk parfum yang menurutnya cocok untuk karakter Donghyuk. Jika di ingat-ingat kembali, setiap berdekatan dengan Donghyuk, aroma parfum yang digunakan Donghyuk sedikit tidak sesuai.


__ADS_2