Cinta Itu Apa, Sih?

Cinta Itu Apa, Sih?
Masalah yang ambigu


__ADS_3

Saat Hara sedang santai menikmati coklat pemberian Taeil, tiba-tiba salah seorang teman kelasnya tampak heboh lari ke arah jendela hingga membuat semua orang yang ada di kelas juga ikut heboh melihat sesuatu yang telah di terjadi di lapangan.


“Woi! Woi! Taeil sama Donghyuk berantem di lapangan!!”


“Lihat! Lihat mereka saling pukul di lapangan!!”


“Wah … iya bener!!”


Seketika kedua mata Hara terbelalak dan hampiri mengelurkan coklat yang sudah ada di dalam mulutnya. itu sungguh hal yang tidak masuk akal, bagaimana bisa tiba-tiba Taeil yang bahkan baru saja mengobrol dengan dirinya tapi kini dia bertengkar dengan Donghyuk. Lantas Hara bergegas mendekati jendela untuk melihat apa yang terjadi.


Benar saja. Dua orang cowok yang sedang adu tangan dan saling memukul satu sama lain, bergulat di tengah lapangan. Bahkan disana terlihat ada ketiga temannya yang sedang berusaha memisahkan Donghyuk dan Taeil. Hara yang hanya bisa terdiam kaget, dirinya tidak tahu harus berbuat apa. Tanpa berpikir panjang Hara bergegas pergi untuk menyusul teman-temannya.


Namun tampaknya Hara terlambat, sebelum dia tiba di lapangan seorang guru langsung menghampiri mereka dengan cara mendorong keduanya hingga tersungkur di lapangan.


“KALIAN ITU APA-APA!! CEPAT BANGUN IKUT SAYA!!”


Bentak Guru Baek In Joo yang merupakan guru yang paling ditakuti di sekolah. Dengan penampilan yang sudah tidak karuan, Donghyuk dan Taeil yang bahkan masih saling memandang sinis satu sama lain sambil mengikuti guru tersebut.


Tak lama Hara datang dengan nafas yang terengah-engah menghampiri Eunsun yang tampak kelelahan setelah mencoba memisahkan dua temannya.


“Eunsun … sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa mereka berantem?” tanya Hara.


“Gue juga nggak tau, kita lagi lewat tiba-tiba mereka langsung berantem,” ucap Eunsun.


“Lo nggak apa-apa? Kalian nggak apa-apa?” tanya Hara khawatir melihat keadaan teman-temannya.


“Kita nggak apa-apa …”.


“Syukurlah …,”


***

__ADS_1


Sepanjang jam pelajaran terakhir, Hara tidak bisa berhenti memikirkan keadaan Donghyuk dan Taeil yang sepertinya mereka bertengkar karena dirinya. Ia terus menyalahkan dirinya sendiri akan pertengkaran yang seharus tidak akan terjadi jika dirinya tidak mengatakan apapun yang membuat sebuah masalah semakin menjadi rumit.


Melihat Hara yang tampak begitu resah dan terus saja menghela nafas membuat Eunsun merasa khawatir. Padahal dirinya dan kedua temannya sedang merencanakan agar Hara dan Donghyuk bisa kembali akur seperti semula, tapi rencana mereka gagal lantaran Taeil yang bertindak diluar dari rencananya.


Eunsun mencoba untuk memberikan sedikit penghiburan untuk Hara dengan menepuk pundaknya sambil tersenyum, sebagai sebuah isyarat jika semuanya akan baik-baik saja.


Hingga bel pulang sekolah berbunyi Taeil dan Donghyuk tak kunjung kembali ke kelas. Hara berpikir ingin menemui mereka dan memastikan apa yang sedang terjadi. Ia bergegas pergi ke ruang penyuluhan. Namun saat sampai saat tidak ada siapapun dan Guru Baek mengatakan jika mereka sedang dihukum membersihkan sampah daur ulang di tempat pembuangan sampah sekolah, yang letaknya di belakang sekolah dekat sebuah gudang tak terpakai.


Lantas Hara langsung bergegas untuk menemui mereka. Di tengah-tengah jalan ia bertemu dengan Eunsun yang ternyata menyusulnya karena khawatir. Mereka pergi bersama ke tempat pembuangan sampah.


Dan benar saja, terlihat Donghyuk dan taeil tampak sedang memilah sampah botol susu dan kaleng minuman di sebuah pondok. Hara menghentikan langkahnya, memilih untuk berhenti lantaran dirinya takut jika Donghyuk malah semakin marah padanya.


“Udah … nggak apa-apa, ‘kan ada gue. Ayo!” ajak Eunsun sambil merangkul lengan Hara yang perlahan memberanikan dirinya melangkah mendekat.


“Ternyata kalian berdua disini …” ucap Eunsun yang sontak membuat Donghyuk dan Taeil menoleh ke arahnya.


Tiba-tiba Taeil berjalan menghampiri Hara. “Hara … kenapa kamu disini?” tanya Taeil.


Taeil yang melihat tingkah Hara yang hanya memperhatikan Donghyuk, langsung menyadarinya. Ia langsung mengambil minuman yang digenggam Hara yang sontak terkejut. “Oi …!” sahut Taeil membuat Donghyuk menoleh. “Ini ambil!” ucap Taeil yang langsung melemparkan minuman itu pada Donghyuk yang dengan cepat menangkapnya.


“Sampai kapan kalian dapat hukuman?” tanya Eunsun.


“Sampai selesai.” jawab Taeil.


“Wah … kalian bekerja keras hari ini,” ledek Eunsun mencoba untuk mencairkan suasana canggung. “Cepat selesaikan. Nanti gue traktir makan! Kita tunggu di lapangan sekolah ya …” ucap Eunsun sambil merangkul Hara.


“Serius gue di traktir?” tanya Donghyuk.


“Iya. Makanya cepet! Jangan lama-lama gue udah laper!” uca Eunsun.


“OKAY!!”

__ADS_1


“Hara … jangan khawatir, kami baik-baik saja. Sudah sana …” ucap Taeil mencoba untuk mengurangi kekhawatiran Hara.


“Emm …” Hara mengangguk mencoba untuk mempercayai ucapan Taeil.


“Ayo!” ajak Eunsun.


Kemudian Hara dan Eunsun berjalan pergi meninggalkan dua laki-laki yang masih dalam suasana perang dingin.


***


Di sebuah restoran chicken, terlihat Donghyuk dan Taeil terlihat begitu lahap layak orang yang tidak malam selama seminggu membuat Hara dan Eunsun melongo terheran-heran tidak tak sempat untuk makan. Mereka seakan sedang bersaing siapa yang paling banyak makan maka dialah pemenangnya.


Khawatir mereka tersedak,Hara bergegas menuangkan soda pada gelas mereka yang sudah kosong. “Makannya pelan-pelan,” ucap Hara, tapi suara terlalu pelan hingga tak terdengar oleh mereka.


Eunsun mulai merasa sirih dengan tingkah kekanak-kanak mereka yang membuat semua tatapan mengarah pada mereka. Dengan tiba-tiba Eunsun langsung menggebrak meja dengan sangat keras.


BRAKK!!


Sontak membuat semua yang ada disana terkejut, bahkan Hara sambil cegukkan karena saking kagetnya.


“HYA!! Kalian kayak orang kelaparan aja sih!! Bisa nggak makannya pelan-pelan? Kalain ini babi apa!!” bentak Eunsun yang sudah terlanjur emosi membuat Donghyuk dan Taeil menciut ketakutan.


“Lo nggak apa-apa, sorry … nih minum,” ucap Eunsun sambil memberikan Hara minum karena tak berhenti cegukkan karena dirinya.


“Kalau begini cara, seharusnya nggak gue ajak makan bareng, bikin malu aja!!” bisik Eunsun dengan tatapan tajam lagi-lagi membuat Donghyuk dan Taeil tak bisa melakukan apapun.


Setelah itu mereka mulai makan layaknya orang normal.


Rasanya memang masih agak canggung untuknya bisa makan bersama dengan Donghyuk, karena ia merasa malasaha dengan Donghyuk belum terselesaikan. Beberapa kali Hara melirik ke arah Donghyuk secara diam-diam, tapi tampaknya Donghyuk benar-benar tidak memperdulikan keberadaannya.


“Hara … cepat dimakan, nanti di habiskan dua manusia rakus ini,” ucap Eunsun sontak memecahkan pikiran Hara.

__ADS_1


“Emm … makan aja, makan …” ucap Hara mencoba untuk memfokuskan dirinya.


__ADS_2