Cinta Itu Apa, Sih?

Cinta Itu Apa, Sih?
Pertengkaran yang tidak di ketahui alasannya


__ADS_3

Hara berdiri menunggu bus, melihat jalanan yang begitu ramai mobil yang berlalu-lalang. Tak lama bus pun datang, Hara terdiam beberapa saat saat melihat Donghyuk duduk di dekat pojok jendela. Ia terlihat sedang memainkan ponselnya. Tapi kemudian Hara langsung masuk ke dalam bus. Bus sudah mulai berjalan, tapi Hara belum menentukan dimana ia akan duduk. Hara sempat terdiam beberapa saat ditempat, dimana Donghyuk duduk.


Donghyuk menyadari bahwa seseorang yang berdiri di sampingnya adalah Hara, ia hanya sedikit melirik tapi itu hanya beberapa saat dan kemudian ia memalingkan wajahnya ke arah jendela, Namun secara bersamaan dengan Hara yang baru saja ingin menyapa Donghyuk mengurungkan niatnya saat melihat Donghyuk yang bahkan tidak melihat ke arah dirinya. Entah mengapa, ia merasa jika ada sesuatu yang berbeda dari Donghyuk.


Mereka terpisah hanya satu bangku, mereka terdiam satu sama sambil memandang ke arah jendela. beberapa kesempatan Hara mencoba menoleh ke arah Donghyuk yang masih fokus pada ponselnya. Raut wajahnya yang dingin dan masam membuat Hara merasa tidak enak hati, seakan dirinya telah melakukan kesalahan.


Sesampainya mereka di jalan menuju sekolah setelah turun di halte bus. Hara berjalan di depan Donghyuk, mereka berjalan berjauhan satu sama lain. Hingga mereka sampai di dalam kelas. Mereka masuk dipintu yang berbeda, Hara masuk lewat pintu depan, sedangkan Donghyuk menggugurkan pintu belakang. Mereka duduk ditempat duduk mereka masing-masing. Donghyuk langsung membaringkan kepalanya di atas salah tangan yang ia letakan diatas meja.


Kelas masih tampak sepi. Bahkan ketiga temannya pun belum sampai di kelas yang hanya ada beberapa orang saja. Rasanya seperti bersama dengan orang asing. Hara bahkan mencoba kembali menoleh ke belakang ke arah Donghyuk yang bahkan langsung mengalihkan wajahnya dengan sangat dingin.


“Dia itu kenapa sih?!” gumam Hara — bingung.


***


Selesai makan siang, Hara berjalan sendiri menuju kelas lantaran ketiga temannya sedang bertemu teman-teman mereka masing-masing. Hara sedang melihat ke arah bawah lantaran tali sepatunya terlepas. Namun saat ia mengangkat kepalanya — arah pandangannya ke depan, seketika terkejut saat melihat Donghyuk yang berjalan di hadapannya dari arah berlawanan. Langkahnya semakin lama semakin dekat dan tanpa Hara sadari ia memperlambat langkahnya dan terus memandangi Donghyuk yang masih belum melihat ke arahnya, entah dia tidak melihat atau pura-pura tidak melihat.


Hara terhenyak saat Donghyuk melewatinya begitu saja seperti angin dingin yang begitu saja. Sungguh hal yang membuat hati kecil terluka dan tidak percaya jika Donghyuk benar-benar sedang menghindari dirinya. Perasaan macam apa ini, kenapa sangat perih?


Bel pulang berbunyi, mereka yang tidak sabar untuk pergi, langsung keluar dari kelas. Dan mereka yang masih belajar, melanjutkan apa yang mereka kerjakan. Hara dan ketiga temannya, bersiap untuk pulang. Mereka masih asyik mengobrol sambil berjalan melewati koridor.


“Serius lo?! Di sana ada diskon? Lah … ayo kita kesana!!” ajak Yongsoo tampak bersemangat jika sudah mendengar ‘diskon’.


“Main ayo-ayo aja, lagi nggak memang duit gue,, kemaren abis buat beliin kado pacar gue,” ucap Hyerin.

__ADS_1


“Tapi kalian tau nggak yang lebih spesial, gue dapet nomor pegawai toko dan dia itu ganteng banget, katanya dia training idol tau …,” ucap Eunsun.


“Serius lo!!”


“Keren!! Serius lo!!??”


“Serius gue, sumpah! Ganteng banget, tinggi lagi …,” ucap Eunsun sambil mengeluarkan ponselnya, untuk menunjukkan sesuatu pada ketiga temannya. “Bahkan gue dapet nomor teleponnya …” ucap Eun Sun sambil menunjukkan sebuah bukti nomor cowok yang sedang ia bicarakan dan seketika hal itu membuat mereka kembali terkejut hingga membuka mulutnya. Sedangkan Eun Sun tersenyum bangga dengan dirinya sendiri.


“Gue punya ide!! Gimana kalau kita coba dekati dia sama Hara” ucap Yong Soo.


Sontak membuat Hara terkejut. “WHAT?! Kenapa harus gue, tiba-tiba??” tanya Hara bingung. Lantaran sejak tadi dirinya hanya mendengarkan saja, tapi malah kebawa juga. “Nggak mau!” tolak Hara dengan tegas.


“Kenapa sih … ayolah, ini kesempatan lo, biar bisa ngerasain punya pacar. Di antara kita yang masih single itu cuman lo,” ucap Yongsoo yang mencoba menyakinkan Hara.


Hara berlari menjauh saat ketiga temannya menyusulnya dengan cepat sambil terus membujuknya agar menyetujui rencana mereka. Mereka terus berlari sambil berteriak dan memohon, hingga di halaman sekolah. Hara terus berlari, hingga saat pandangannya ke belakang, ia tak sengaja menabrak seseorang dan membuat dirinya malah terjatuh.


BRUKK!!


Seketika ketiga temannya langsung menghampiri Hara.


“Maaf … maaf … aku —” ucap Hara yang kemudian berhenti saat ia mendongakkan kepalanya dan melihat sosok Donghyuk yang ternyata orang yang dia tabrak.


“Hey …!! Kalau jalan pakai mata dong!!” Bentak Donghyuk dengan nada kasar.

__ADS_1


Seketika Hara yang masih tersungkur di jalan terkejut, hatinya terasa seperti terpukul keras mendengar suara Donghyuk yang membentaknya. Itu sangat menakutkan. Tidak lama Eunsun dan yang lain menghampiri Hara.


“Hara, lo nggak apa-apa?” tanya Eunsun sambil membantu Hara untuk berdiri.


“Woi! Donghyuk! Ya nggak usah bentak juga kali, lagian Hara juga nggak sengaja!!” ucap Yongsoo yang ikut kesal melihat perlakukan kasar Donghyuk terhadap Hara yang masih terkejut.


Donghyuk yang terdiam beberapa saat sambil memandang sinis ke arah Hara. “Sial!” ucap Donghyuk dengan pelan tapi suaranya tetap terdengar oleh mereka. Kemudian Donghyuk pergi begitu saja.


“ Hya!! Kim Donghyuk!! Apa lo bilang??” sahut Eunsun yang meninggikan suaranya, kesal melihat Donghyuk yang pergi begitu saja setelah mengatakan hal kasar.


“Sudah … sudah … biarkan saja,” ucap Hara mencoba menahan Eunsun dan Yongsoo untuk segera berhenti karena perhatian sekitar mulai menatap aneh ke arah mereka.


“Dia itu kenapa sih?! Nggak jelas benget!!” ucap Yongsoo yang heran dan kesal akan sikap acuh Donghyuk yang tak seperti biasanya.


“Kalian berdua berantem?” tanya Hyerin.


“Kayaknya enggak, gue juga nggak tau kenapa dia tiba-tiba begitu.” ucap Hara yang sudah merasa memang seperti ada yang salah dengan Donghyuk, karena bukan hanya ini saja. Sejak pagi sikap Donghyuk bener-benar berbeda, seperti sedang menyimpan amarah terhadap dirinya.


“Hara lo serius nggak apa-apa?” tanya Eunsun sekali lagi mencoba memastikan keadaan teman berharga miliknya.


Hara mencoba untuk tersenyum agar tidak membuat ketiga temannya khawatir. “Iya, nggak apa-apa kok. Ayo, kita pergi!” aja Hara sambil merangkul lengan tangan Eunsun.


Eunsun mencoba untuk mempercayai perkataan Hara walau ia masih merasa khawatir. Dirinya yang mengetahui jika Hara itu memiliki hati yang lemas dan polos. Mendengar perkataan seperti itu untuknya mungkin sudah biasa, tapi tidak untuk Hara.

__ADS_1


__ADS_2