
Kemudian mereka berdua duduk. Mereka terlihat canggung satu sama lain. Hara melihat kearah Eunsun yang duduk jauh di depannya, rasanya sedikit sedih berpisah jauh dengan ketiga teman-temannya yang mendapatkan tempat duduk barisan depan, sedangkan dirinya di barisan paling belakang.
“Sekarang kita mulai pelajarannya.”
TENG .. TENG … TENG ….
“Pelajaran hari ini selesai, ingat tidak ada yang boleh merubah posisi kalian. Nikmati makan siang kalian!!” ucap Pak Han yang kemudian pergi berjalan pergi keluar kelas.
Bersamaan dengan para murid yang mulai berhamburan keluar untuk pergi ke kantin.
Sambil berjalan ke arah Hara. “Hara … ayo kita makan … gue udah laper!” saut Eunsun yang kemudian menghentikan langkahnya saat melihat Hara yang terlihat meringkuk. “Dia tidur?” tanya Eunsun sambil menunjuk ke arah Hara.
“Iya.” jawab Donghyuk sambil merapikan bukunya sebelum pergi.
“Tumben banget …,” gumam Eunsun. tiba-tiba Yongsoo merangkulnya dari belakang kan bersama dengan datang Hyerin.
“Udah biarin aja, mungkin dia kelelahan …,” ucap Yongsoo.
“Masa dia nggak makan?” tanya Eunsun khawatir.
“Donghyuk, tolong bangunin Hara ya … kita mau makan!! Jangan sampai nih anak nggak makan!” ucap Yongsoo dengan nada mengancamnya.
Namun Donghyuk hanya menyuruh mereka untuk pergi. Eunsun yang masih khawatir akan Hara ditarik keluar tapi mukanya masih menengok ke arah Hara, hingga mereka menghilang dibalik pintu kelas.
Kini hanya tertinggal Donghyuk dan Hara di dalam kelas yang begitu sunyi. Donghyuk memandangi kepala belakang Hara yang sedang tertidur sangat pulas. Ia merasa kasihan pada Hara, karenanya tidur Hara terganggu hingga harus tertidur dikelas seperti ini.
__ADS_1
Tapi kemudian Hara membalikkan kepalanya menghadap Donghyuk yang serentak terkejut melihat wajah Hara yang terlihat begitu manis saat tertidur. Kemudian dengan perlahan Donghyuk merenggangkan salah satu tangannya dan meletakkan kepalanya di atas tangan.
Mereka saling berhadapan satu sama lain. Hara tak menyadarinya. Donghyuk terus memandangi Hara, dari rambut, mata, hidung, hingga bibir dengan tatapan teduh. Donghyuk baru menyadarinya. Jika dilihat dari dekat dengan sangat jelas, Hara terlihat sangat cantik dan manis. Tanpa sadar Donghyuk mulai terpesona saat memandangi Hara, hingga tangan kanannya perlahan mendekati wajah Hara tanpa ia sadari.
Tapi saat tangannya sudah dekat sekali dengan rambut Hara, Donghyuk mengepalkan tangannya dan menjauhkannya, karena alasan yang tidak ia mengerti. Tapi kemudian Donghyuk mengelus dadanya yang terus berdebar-debar.
Tapi tiba-tiba Hara mulai membuka matanya, dan serentak pembuat Donghyuk terkejut dan langsung berlari keluar dengan cepat. Harga tersadar dan ia bingung saat mendengar suara keributan. Tapi saat ia membuka matanya dengan benar, Hara terkejut karena kelas sangat sunyi. Dan tiba-tiba terdengar suara.
KLURKKK ….
“Ahh … laper,” eluh Hara, kemudian ia meregangkan badannya seperti anak bayi. Kedua matanya terbelalak saat menyadari kelas tampak sudah sepi hanya ada dirinya seorang. Seperti ini ketiga temannya meninggalkannya karena ia ketiduran. Sebelum jam makan siang berakhir, Hara bergegas berjalan keluar dengan wajah yang masih setengah katuk.
***
Setelah mengambil makan, Hara berjalan mencari tempat duduk. Tapi ia melihat teman-temanya masih berada di meja makan. Tanpa pikir panjang hara berjalan menghampiri mereka dengan wajah yang cemberut.
“Lah, emangnya Donghyuk nggak bangunin lo? Kita suruh dia buat bangunin lo. Ishh … Donghyuk, lo bohong ya!” ucap Yongsoo yang langsung mengalihkan perhatiannya ke arah Donghyuk dengan tatapan sinis. Namun Donghyuk terlihat tidak peduli.
“Lagi tumben banget lo tidur di kelas, kenapa ? Lo abis begadang?” tanya Yongsoo yang membuat Hara terdiam karena ia hampir saja tertangkap basah.
Teman-temannya tidak ada yang boleh tahu tentang kejadian selama. Tentang dirinya yang diam-diam memberikan surprise pada Donghyuk. Jika mereka tahu pasti mereka tidak akan berhenti meledeknya dan salah paham akan hubungannya dengan Donghyuk. Hal itu akan membuatnya akan terjebak dalam kecanggungan dengan Donghyuk.
“Gue abis bantu bibi gue,” jawab Hara dengan menghindari tatapan Yongsoo.
Donghyuk melirik diam-diam saat mendengar Hara yang berusaha berbohong akan kejadian semalam. Dia benar-benar sangat imut, seperti anak kucing yang hampir ketahuan mencuri ikan oleh ibu kucing.
__ADS_1
“Oh ya, Donghyuk. Kemarin pas kita main bola dna lo langsung pergi setelah dapat telepon dari siapa itu? Eh ... ah! Bocah kecil? Dia siapa? Lo punya adik?” tanya Jongin.
Sontak pertanyaan itu membuat Donghyuk bingung dan salah tingkah karena tidak tahu apa yang harus ia jawab. Terlebih lagi saat Hara mulai melihat ke arah dirinya. Mampus!
“Ah … itu … itu … dia adik dari pacar kakak gue,” jawab Donghyuk yang sedikit terbata-bata, dia menemukan sebuah alasan yang masuk akan dalam waktu sepersekian detik. Jika hara tau tentang hal itu maka dia akan kembali marah padanya. Dengan berat hati ia harus berbohong untuk kebaikan semuanya.
Kemudian mereka kembali melanjutkan makan siang mereka dengan tenang.
***
Guru Han kembali saat ada jam kosong di jam terakhir sebelum bel pulang sekolah untuk beritahu tentang liburan musim dingin yang hanya hingga satu minggu lagi. Setelah liburan sekolah mereka akan disibukkan dengan pembelajaran tambahan karena sudah mendekati ujian akhir sekolah dan persiapan masuk ke universitas. Menerima kenyataan pahit itu mereka hanya bisa pasrah dan mengeluh setelah Guru Han keluar dari ruang kelas bersamaan dengan bel pulang sekolah.
Arin masih membereskan meja kerjanya sambil melambaikan tangan pada Hyerin dan Yongsoo yang pergi duluan. Tak lama Eunsun datang ke mejanya dan langsung mendorong Donghyuk keluar dari meja, padahal dia sedang memakai jaket.
“Arin … makan tteokbokki yuk!” ajak Eunsun.
“Apaan ini? Gue pikir lo bakal sibuk buat belajar, lo emang nggak mau kuliah?” tanya Arin heran.
“Huff … sekarang ini kepala gue rasanya mau pecah dengar kata ujianlah, kuliah lah, les lah …, pokoknya gue mau memikirkan itu setelah liburan musim dingin. Jadi sekarang ayo kita makan!” ajak Eunsun.
“Itu lo nya aja yang otaknya nggak mampu, dasar bodoh!!” ucap Donghyuk yang tampaknya sengaja mencari mati dengan Eunsun yang sudah menunjukkan tanduknya yang siap menyeruduk Donghyuk.
“Lo mau mati sebelum masuk kuliah? HAH?!” ucap Eunsun sambil menunjukkan kepalan tangannya pada Donghyuk yang sontak menghindar.
“Ayo! Biar gue yang traktir!!” ajak Donghyuk sebagai tanda perdamaian sebelum dirinya tidak bernyawa.
__ADS_1
Sontak Eunsun langsung merangkul leher Donghyuk dengan kasar hingga hampir tercekik. “Gitu dong!!” ucap Eunsun yang bahkan tidak peduli saat Donghyuk yang berusaha mencoba melepaskan dirinya dari rangkulan maut Eunsun.
Melihat tingkah kedua temanya Hara hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala sambil berjalan dibelakang mereka.