
Hara berjalan kembali menuju kamarnya setelah makan malam bersama keluarganya setelah sekian lama. Menutup pintu kamar sambil menyalakan ponselnya karena ia ingin video call dengan Donghyuk. Hara menghempaskan tubuhnya sembari menunggu jawaban. Tak butuh waktu lama ia menunggu Donghyuk langsung menjawab panggilannya,
“Oh … sudah selesai makannya?” tanya Donghyuk.
“Eum, sudah kenyang, Kamu sendiri?” tanya Hara.
“Iya, tadi sudah makan.”
“Aku mau deket sama kamu lagi, tapi … apa aku kerumah kamu aja?” tanya Hara.
“Jangan …,” tolak Donghyuk.
“Kenapa?”
“Kamu harus istirahat, aku juga lagi belajar buat sidang besok.” ucap Donghyuk membuat Hara kecewa.
“Cih! Padahal aku baru pulang, tapi kamunya sibuk. Huf … tapi kenapa tiba-tiba aku jadi manja gini yah?” tanya Hara yang bertanya pada dirinya sendiri. “Maaf … seharusnya aku nggak bersikap kayak gini, padahal pekerjaan kamu juga sangat penting.” ucap Hara yang kembali sadar diri. “Ya sudah, kamu lanjut belajar lagi. AKu juga udah ngantuk. bye!” ucap Hara yang langsung mematikan teleponnya tanpa mengizinkan Donghyuk berbicara.
Hara langsung menjatuhkan ponselnya begitu saja dengan perasaan yang sedikit jengkel. Rasanya tidak seperti yang ia bayangkan saat kembali pulang ke Korea. Bahkan Donghyuk menjadi jauh lebih sibuk. Tapi ia juga tidak bisa marah hanya karena dia sibuk. Perasaan yang sulit dideskripsikan. Hara mencoba untuk memejamkan matanya walau itu bukan hal yang mudah.
Di sisi lain Donghyuk hanya bisa menghela nafas bersalah setelah melihat Hara yang memutuskan sambungan begitu saja. Hanya ada layar hitam di depan wajahnya saat ini. Donghyuk berpikir apa dirinya terlalu cuek, hingga membuat Hara tidak puas.
Mereka memang berpisah selama satu tahun. Namun Hara tiba-tiba memberikan jawaban atas pengakuannya tepat di hari ulang tahunya. Itu berarti sudah hampir satu bulan ia menjalani hubungan jarak jauh. Sungguh dirinya pun sangat merindukan dan selalu ingin dekat, Donghyuk hanya sedang menahan dirinya sebelum melakukan hal-hal yang seharusnya belum boleh dilakukan. Hawa nafsu manusia itu tidak bisa ditebak, itulah mengapa dirinya mencoba memberikan Hara ruang dan juga dirinya. Donghyuk kembali fokus pada pekerjaannya.
Berjalan menuju dapur untuk mengambil sebotol air putih. Namun tiba-tiba ia dikejutkan dengan suara bel apartemennya yang berbunyi padahal waktu sudah menunjukkan pukul 12 tengah malam. Donghyuk segera melihat layar monitor yang tidak ia sangka ternyata Hara, lantas Donghyuk langsung mendekati pintu dan membukakan pintu untuk Hara yang seketika mengatakan,
“SURPRISE! Aku datang!”
__ADS_1
Donghyuk tak bisa menutupi rasa senangnya melihat Hara yang begitu sangat ingin menemuinya, padahal sudah jelas ia pasti kelelahan setelah berjam-jam di pesawat.
“Apa ini? Ayo masuk,” ajak Donghyuk sambil membuka lebar pintu agar Hara bisa masuk.
Sambil berjalan masuk kedalam. “ Wah … sudah lama sekali nggak ke sini,” ucap Hara.
Donghyuk mengikuti langkah Hara setelah menutup pintu. “Nggak terlalu banyak yang berubah. Karena ini sudah jadi apartement aku, jadi barang-barangnya kak Jaehyuk udah di ambil,” ujar Donghyuk.
“Aku mau bir sama ramen … boleh?” tanya Hara.
“Bukanya udah makan?” tanya Donghyuk bingung.
“Aku masih lapar, tolong buatin yah … ya … ya,” ucap Hara yang merengek seperti anak kecil. “Sealam kamu masuk aku cari film yang bagus, oke!”
“Oke!”
“Ramen sudah jadi!” seru Donghyuk sambil meletakkan nampan dia atas meja. “Nonton film apa?” tanya Donghyuk.
“Home alone …,” jawab Hara.
“Aku sudah beberapa kali nonton film Home alone, waktu aku sendirian setelah pulang kerja.” ucap Donghyuk.
“Kasian banget sih! Jomblo ya? Makanya cari pacar dong!” ledek Hara yang kemudian melahap satu suapan besar kedalam mulutnya.
Donghyuk hanya menggelengkan kepala lucu melihat tingkah Hara yang tidak pernah berubah selalu membuatnya merasa gemas.”Emm … kayaknya harus begitu,” ucap Donghyuk.
“Bagaimana kasus yang lagi dikerjakan?” tanya Hara yang tiba-tiba mengubah topik pembicaraan.
__ADS_1
“Agak susah … tapi, aku yakin besok aku bisa menang!” ucap Donghyuk dengan penuh percaya diri.
“Aku yakin, kamu selalu menepati janji kamu dan pekerja keras. Tapi … kalau misalkan kalah jangan menyalahkan diri kamu sendiri, oke!” ucap Hara sambil mengelus kepala Donghyuk seperti anak kucing. Kemudian kembali makan.
Bukan suatu hal yang harus di cangungkan. Setelah menghabiskan satu bungkus ramen mereka bersantai di sofa sambil menonton film yang masih berlanjut. Bersandar di lengan Donghyuk membuat Hara sangat nyaman berada di dekatnya. Aroma Donghyuk yang sudah lama ia rindukan, kini benar-benar ada di dekatnya.
“Kamu mandi pake lotion?” tanya Hara.
“Emm … rekomendasi kamu waktu itu. Aku langsung membelinya. Beli dua gratis satu!” ucap Donghyuk.
“Wangi seger banget tau!” ucap Hara sambil lebih mendekat dan menempel pada Donghyuk. “Ah iya! Kamu harus segera tidur, besok ‘kan ada sidang penting,” ucap Hara sambil menjauhkan diri dari Donghyuk saat teringat hal tersebut.
Tapi Donghyuk malah kembali menarik, memeluknya dengan sangat erat. “Nggak apa-apa …, kayaknya aku bakal bisa langsung tidur pulas kalau sama kamu,” ucap Donghyuk dengan manjanya. “Kamu tidur disini ‘kan …?” tanya Donghyuk.
“Eung!”
“Kalau begitu, aku suka,” ucap Donghyuk kembali memeluk Hara dengan erat.
***
Selama jalannya persidangan, Hara diam-diam mengawasi Donghyuk dan menunggunya hingga persidangan telah selesai. Memang benar. Donghyuk orang yang bisa dipercaya, Dimenangkan sebuah kasus penipuan yang memakan banyak korban.
Di saat semua orang yang menonton tampak sangat puas dengan hukuman yang diterima oleh tersangka, Donghyuk langsung menyadari keberadaan Hara yang tersenyum bangga. Tidak disangka Hara meluangkan waktu untuk melihatnya, padahal dia juga masih harus bekerja.
Waktu sidang selesai bertepatan dengan jam makan siang. Jadi Hara dan Donghyuk pergi makan siang bersama di sebuah restoran makanan jepang. Restoran yang memberikan ruangan-ruangan membuat pengunjung yang datang memiliki ruang privat.
Menikmati makanan khas Jepang yang sudah lama tidak makan. Donghyuk tampak begitu bersemangat saat menceritakan bagaimana siang itu berjalan sedangkan Hara mendengarkannya dengan baik.
__ADS_1
Tak sampai disana. Saat jam pulang kerja, kini gantian Dong Hyuk lah yang datang ke depan kantor Hara untuk menjemputnya agar bisa pulang bersama. Mungkin menang tidak ada perubahan yang begitu besar dari hubungan mereka, hanya saja kita mereka bisa dengan bebas menggenggam tangan ataupun saling berpelukan. Tidak ada batasan untuk melakukan skinship.