Cinta Itu Apa, Sih?

Cinta Itu Apa, Sih?
Kencan Buta


__ADS_3

Di hari di mana Hara datang ke acara kencan.Dia sudah duduk disana dengan keempat teman wanita yang lainnya, Hara hanya bisa terdiam, ternyata seseorang yang duduk di hadapannya adalah seseorang yang ia kenal saat ia di SMA, dia adalah Kang Ha Myung bersama empat pria yang lainya.


Mereka duduk bersejajarang panjang berhadapan. Hara merasa sedikit canggung dan bingung, dan Ha Myung terlihat santai sekali, ia benar-benar tidak percaya akan menjadi seperti itu. Sedangkan yang lain terlihat sedang mencari target mereka masing-masing.


Sebagai pihak dari koordinasi acara kencan buta. Ia pun berdiri menghadap yang lain. “Oke! Karena kita sudah berkumpul, kita mulai saja acaranya dan kita mulai untuk memilih siapa yang akan menjadi teman kencan kita … sekarang para pria silahkan berbalik badan agar para wanita bisa meletakkan barang pribadi mereka …” ucapnya, dan para pria pun berbalik badan.


“Silahkan para wanita, letakkan benda kesukaan kalian di atas meja …,” ucapnya.


Dan satu persatu dari mereka meletakkan barang-barang mereka, ada yang meletakkan jepitan, gelang, sapu tangan, dan juga sebuah jam tangan. Hanya tinggal Hara yang masih bingung apa yang harus ia lakukan, hingga membuat Yeo Jin temannya menegurnya. Sambil berbisik. “ Hara ... kenapa kamu tidak meletakkan barang kesukaanmu?” tanyanya.


“Aku nggak tahu apa yang harus aku letakan,” bisik Hara.


Emm … kamu tidak letakkan barangmu? Ayo silakan?” tanya koordinator.


“Iya …,” ucap Hara canggung sambil mengacak-acak isi tasnya, Hara menemukkan sesuatu yang unik.


Sambil meletakkan sebuah gantungan kunci berbentuk bola emas, pemberian dari Donghyuk, membuat coordinator langsung menyuruh pria berbalik, dan sebaliknya wanita juga ikut berbalik.


“Oke! Sekarang silahkan kalian boleh mengambil apa yang membuat kalian suka!".


Saat semua orang berebutan untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, Ha Myung terlihat santai dan menunggu, dan akhirnya ia hanya mendapatkan sebuah sisaan dari mereka.


“Silahkan para wanita berbalik badan dan melihat barang yang kalian lakukan tadi ada ditangan siapa."


Kemudian mereka pun berbalik.


Seketika Hara langsung terkejut, saat melihat gantungan kuncinya pegang oleh Ha Myung. Hara merasa tidak percaya dan bingung. Coordinator menyebutkan satu persatu nama barang yang dipegang oleh para pria.


“Dan … yang terakhir … berarti pegangan kunci itu milikku?”.


Sambil mengacungkan tangannya. “Saya!” sahut Hara yang terlihat ragu.


Sedangkan Ha Myung hanya tersenyum tak percaya, sebuah kebetulan yang tidak terduga dia dipasangkan dengan Hara.

__ADS_1


***


Acara pencarian pasangan selesai dan acara makan bersama pun selesai. Kini setiap pasangan berjalan-jalan dengan pasangannya masing-masing. Hara dan Ha Myung terlihat sangat santai berbicara karena mereka memang awalnya adalah teman.


Hara pun juga tidak mengerti kenapa ia begitu nyaman bicara dengan Ha Myung, ia hanya mengikuti alur yang ada. Mereka berdua berjalan ke pasar modern, Myeongdong. Sambil menikmati Es krim mereka berjalan saling mengobrol-ngobrol.


“Lalu bagaimana kabar teman-teman yang lain?” tanya Ha Myung.


“Emm … mereka sangat baik. Tapi … temanku bilang, salah satu dari kalian adalah seorang pemain bola nasional Korea. Apa itu kamu?” tebak Hara.


Ha Myung hanya tersenyum-senyum, sambil terangguk-angguk. “ Iya itu benar.”


Hara terdiam tidak percaya. “Jadi itu sebabnya kamu pilih gantungan kunci itu?”.


“Emm … bisa dibilang seperti itu ….”


Hara pun mulai mengerti sambil menganggukan kepalanya. “Ahh … tapi kamu sangat hebat, terakhir kali aku menonton .. namamu belum ada,”.


“Emm …."


“Aku masih menjadi pemain cadangan. Jadi karena sekarang aku udah mencari pemain tetap, jadi kamu harus, menonton pertandingan aku minggu depan,"


Hara hanya tertawa kecil. “Apa aku dapat tiket gratis, haha” ucap Hara sambil tertawa kecil.


“Tentu saja,".


"Aku suka sekali bola. Aku sering nonton bareng dengan Donghyuk. Ahh … kamu masih ingat Donghyuk?" ucap Hara.


"Ya … tentu aku ingat. Tapi aku dengar sejak dulu kalian sering berantem," ucap Hara.


“Haha … bahkan sampai sekarang pun kami masih sering bertengkar," ucap Hara kembali memberikan candaan pada ucapannya.


“Tapi ngomong-ngomong, kamu itu benar-benar berubah. Bahkan tadi aku sempat nggak ngenalin kamu” puji membuat Hara tersipu malu.

__ADS_1


“Ah … nggak kok. Perasaan sama aja, nggak ada yang berubah dari aku,” ucap Hara mencoba rendah hati karena tak ingin salah tingkah.


“Nggak kok, kamu benar-benar cantik," puji Ha Myung dengan diakhiri oleh senyum khasnya, hingga membuat Hara hanya bisa terdiam tak percaya.


“Apa ini mimpi? Bukan! Ini bukan mimpi! Astaga! Ha Myung tersenyum kepadaku!!" ucap Hara dalam hatinya, yang benar-benar tidak percaya.


***


"Hya! Serius tau!” kesal Hara yang sedikit meninggikan suara pada Dong Hyuk ditelepon.


Sambil meletakkan buah diatas meja dan kemudian duduk.


Sedangkan Dong Hyuk sedang belajar. “Iya iya, gue paham. Lagi pula, sudahlah nggak usah dilanjutkan, untuk apa? Lo 'kan, tau sendiri Ha Myung itu orang seperti apa, dari pada lo yang terluka?” ucap Dong Hyuk mencoba menasehati Hara, yang merasa sedikit tidak setuju dengan nasehat Dong Hyuk.


"Tapi menurut gue, dia yang sekarang bukanlah Ha Myung yang dulu, dia benar-benar berubah … jika dia sibuk kenapa dia peduli dengan kencan buta ini? Iya nggak?" ucap Hara.


Dong Hyuk merasa tidak bisa lagi memberikan alasan negara Harus menjauhi Ha Myung. “Memangnya lo bisa baca pikiran dia, lo' kan nggak tahu. Mungkin saja, dia sedang ada masalah dengan pekerjaannya dan dia sedang mencari wanita hanya sebagai pelampiasan," ujar Donghyuk.


“Nggak kok, Gue yakin dia bukan orang yang seperti itu,” ucap sekali lagi Hara membelanya walau ia sedikit meragukannya.


Dong Hyuk hanya bisa terdiam melihat Hara yang begitu keras kepala.


***


Satu minggu sudah berlalu, kedekatan Hara dengan Ha Myung semakin jadi. Mereka semakin dekat. Tapi kedekatannya dengan Ha Myung, tanpa Hara mulai menjauh dengan Dong Hyuk. Sering kali, Dong Hyuk menghubunginya sulit karena Hara sibuk menelepon dengan Ha Myung, bahkan smsnya hanya dibalas singkat, lebih lagi hanya dibaca saja.


Bahkan saat ini mereka sedang makan dikantin, padahal Hara yang mengajaknya makan bersama, tapi akhirnya Dong Hyuk hanya dicuekin karena Hara sibuk membalas pesan Ha Myung sambil tersenyum-senyum.


Dong Hyuk merasa nafsu makan tiba-tiba menghilang. Ia kesal dengan tingkah hara yang mulai berlebihan, dan sudah sangat jauh bertindak. Bukan ia tidak setuju, tapi ia tahu bahwa Ha Myung bukanlah pria yang tetap untuk Hara.


Karena tak tahan, akhirnya Dong Hyuk memutuskan untuk menghentikan makan siang nya dan pergi meninggalkan Hara yang sibuk dengan ponselnya tanpa menyentuh sedikit makanannya.


Harga terkejut saat di hadapannya sudah tidak ada Dong Hyuk. “Ke mana dia? Cih! Pergi tidak bilang-bilang!” kesal Hara yang menyalah kan Dong Hyuk. Kemudian ia mulai memakannya.

__ADS_1


__ADS_2