Cinta Itu Apa, Sih?

Cinta Itu Apa, Sih?
Perasaan yang Terluka


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 8 pagi, Hara mulai terbangun saat mendengar suara jam alarm yang berdering, ia masih enggan untuk bangun tapi tangan mencoba untuk meraih ponselnya untuk mematikan alarm yang sangat menyebalkan itu. Hara terdiam sambil mengumpulkan kepingan nyawanya sambil mengeluh kepalanya terasa sangat pusing. Karena tidak ada waktu, Hara segera beranjak ke kamar mandi.


Hara masih tidak mengingat apa yang telah terjadi semalam. Hara mengikat rambutnya yang terurai berantakan. Kemudian ia mengambil sikat dan pasta gigi. Setelah itu ia menyikat gigi dengan mata yang masih sayup-sayup mengantuk, beberapa kali Hara mengelus kepalanya yang terasa sakit karena pusing, itu disebabkan kebanyakan minum.


“Ahhh! Kepala gue! Kenapa minum banyak sih! Dasar bodoh!” eluh Hara dengan mulut yang penuh dengan busa pasta gigi.


Saat ia memandang dirinya di depan kaca, tiba-tiba sebuah ingatan terlintas di otaknya yang seketika membuat dua buah bola mata Hara menjadi bulat sempurna, dengan mulut yang terbuka lebar, tangannya terhempas ke bawah. Karena ia mengingat kejadian semalam, saat ia digendong Donghyuk sepanjang jalan.


Saat mengingatnya Hara hanya bisa terdiam dengan mengedipkan kedua matanya sebanyak dua kali. Tapi kemudian ingatan kembali terlintas di otaknya. Dimana ia mengatakan sesuatu yang aneh di sana. Namun Hara tidak bisa mengingati apa yang dia katakan pada Donghyuk membuatnya sangat frustasi dan malu.


***


Sesampainya Hara di kelas, ia langsung duduk dengan menyandarkan kepalanya di atas tangan yang direntangkan. Hara tiduran dengan wajah yang sangat murung, ia merasa bingung bagaimana ia akan menghadapi Donghyuk nantinya. Ia benar-benar merasa malu dan benar-benar bingung.


Ia hanya bisa menyesali apa yang telah ia lakukan, dan tiba-tiba pikirannya terpecah kan saat mendengar ponselnya bergetar, dan ia langsung lemas, saat melihat bahwa itu panggilan dari Dong Hyuk. Namun Hara memilih untuk tidak menjawabnya karena ia masih belum siap bertemu dengan Donghyuk, ia khawatir semalam ia melakukan sebuah kesalahan.


***


Sedangkan Donghyuk terlihat bingung dan sedikit cemas dengan apa yang dipikirkan Hara. Ia membuatnya khawatir adalah dimaa Hara tak menjawab panggilannya dan bahkan nomornya tidak aktif. Di jam istirahat, Donghyuk juga melihat ke kelas Hara, tapi tidak ada, di ruang studio atau kantin pun juga tidak ada. Semua tempat yang biasa Hara datangi sudah diperiksa satu persatu tapi Donghyuk masih belum bisa menemukan keberadaan Hara.


***


Hara terus berjalan dengan wajah yang masih murung dan tidak bersemangat. Kelas sudah berakhir, Hara berjalan menuju lorong keluar kampus. Tapi tiba-tiba langkahnya terhenti saat, ia melihat kaki seseorang yang sedang berdiri di hadapannya. Saat melihat sepatunya Hara mengenalnya, dan ia berpikir bahwa seseorang yang berdiri di hadapannya adalah Kim Dong Hyuk.

__ADS_1


Hara hanya bisa menghela nafas dengan wajah panik dan bingung. Hara masih terdiam kemudian dengan perlahan ia melangkahkan kakinya ke belakang, kemudian dengan perlahan ragu Hara mendongakan kepalanya ke depan, untuk memastikannya.


Ternyata apa yang ia duga benar, Hara pun langsung mengalihkan pandangannya membuat situasi menjadi canggung dan aneh. Donghyuk yang awalnya biasa saja, kini berubah canggung dan salah tingkah.


“Lo seharian ini kemana aja sih!! Kenapa tiba-tiba menghindar dari gue?” tanya Donghyuk.


“Siapa juga yang menghindar,” ucap Arin yang bahkan tak sadar saat ini dia bahkan tidak menatap ke arah Donghyuk dan terus merunduk.


Mereka kembali terdiam. Suasana menjadi sangat canggung satu sama lain.


“Lo nggak buat kesalahan apapun kok. Nggak usah khawatir, lagi pula lo juga nggak inget ‘kan?’ Gue juga udah lupa, jadi jangan menghindar lagi dari gue,” ucap Donghyuk.


Hara hanya menganggukkan kepalanya.


***


“Ada yang mau lo katakan?” tanya Hara sambil menghentikan langkahnya. Begitu juga dengan Donghyuk yang berdiri di hadapan Hara.


Donghyuk terdiam sambil mengalihkan pandanganya. “Nggak kok, gue cuman mikir …” ucap Donghyuk yang tiba-tiba terdiam tanpa melanjutkan kalimatnya.


“Mikir apa?” tanya Hara.


Donghyuk hanya tersenyum memandang Hara beberapa saat. “Gue kali ini benar-benar bakal mulai menyukai seseorang secara tulus,” ucap Donghyuk sambil tersenyum bangga akan pemikirannya. “Ya … selama ini ‘kan gue selalu asal-asalan pacaran, karena cuman bosan aja. Tapi sekarang gue udah membersihkan hati dan pikiran gue buat memulai dengan orang yang baru, bagaimana, bagus ‘kan ide gue?” ungkap Donghyuk.

__ADS_1


Hara terdiam menatap Donghyuk yang tampak begitu matang dengan pemikirannya untuk benar-benar berpacaran secara serius. Namun kenapa dirinya begitu sulit untuk menerimanya dengan cepat. Apa yang salah dengan dirinya.


“Emm … gue setuju!” ucap Hara yang kemudian terdiam, hanya kalimat itu yang keluar dari mulutnya tapi perasaannya terluka.


Mereka kembali melanjutkan langkah mereka menyusuri jalan trotoar yang tampak sepi.


***


Hara disibukan dengan fashion week yang akan di ada di di Busan untuk para mahasiswa terpilih dan Hara menjadi salah satunya. Sudah hampir sebulan ia menghabiskan banyak waktunya di studio untuk menyelesaikan beberapa pakaian bertema musim dingin bersama beberapa orang rekan tim nya.


Saking sibuknya Hara sampai lupa meluangkan waktu untuk bermain dengan Donghyuk yang kini juga sedang sibuk dengan kencan buta. Setelah memiliki misi ingin punya pacar dengan hubungan serius, kini Donghyuk berusaha mewujudkan misinya itu. Namun di satu sisi ia juga merasa sangat kesepian karena tidak ada Hara yang selalu menemaninya untuk makan siang bersama di kantin kampus.


Waktu menunjukkan lewat tengah malam. Dengan langkah yang lelah setelah dua hari tidak pulang kerumah, akhirnya Hara bisa pulang untuk beristirahat sebelum acara dimulai lusa besok. Langkah kaki yang sudah tak bersemangat merangkak menuju rumahnya yang masih membutuhkan sekitar 15 menit lamanya.


“Baru pulang jam segini?”


Sontak Hara terkejut saat mendengar suara tersebut. Tidak disangka Hara sudah sampai di depan rumahnya dan terlihat Donghyuk yang berdiri di depan pagar.


“Ngapain lo disini?” tanya Hara dengan wajah yang begitu kelelahan dan mengantuk.


“Bibi undang gue makan malam, terus gue ketiduran. Kata lo mau balik, baru gue pengen jemput lo udah sampai,” ucap Donghyuk.


“Sejak kapan lo jadi deket sama bibi gue?” tanya Hara sambil berjalan masuk ke dalam rumahnya melewati pagar dan disusul Donghyuk yang berjalan di belakang mengikuti Hara sampai masuk kedalam.

__ADS_1


“Sejak lo sibuk,” ucap Donghyuk.


__ADS_2