Cinta Itu Apa, Sih?

Cinta Itu Apa, Sih?
Saingan Baru


__ADS_3

“Hara!” panggil Yongsoo.


“Eung!!” Hara yang melihat ke arah Yongsoo dengan mulut yang penuh makanan.


“Emang enaknya kalau makan pelan-pelan begitu?” tanya Yongsoo yang sampai saat ini masih heran dengan Hara. Lantaran hanya dia yang makannya sangat lambat.


“Udahlah! Dia’ kan, emang begitu,” ucap Eunsun.


Karena tatapan sinis Yongsoo membuat Hara mempercepat mengunyah makannya karena jengkel. Namun yang terjadi dia malah tersedak.


“Huk ... huk … huk!!”


Hara terbatuk-batuk hingga membuat mereka panik. Eunsun langsung menepuk-nepuk pundak Hara. Hyerin dan Yongsoo langsung dengan sigap memberikan beberapa lebar tisu, karena makanan yang ada di mulut Hara hampir keluar.


“Lo sih, pake diganggu, jadi tersedak ‘kan,” ucap Eunsun.


“Iya, maaf.” ucap Eunsun.


“Pelan-pelan makannya,” ucap Taeil dengan lembutnya sambil memberikan segelas air baru pada Hara yang langsung meminumnya.


Sikap Taeil terhadap Hara sontak membuat Eunsun, Hyerin, dan Yongsoo saling melihat satu sama lain dengan satu pemikiran yang sama. Mereka merasa jika ada sesuatu diantara Hara dan anak baru itu.


Sedangkan Donghyuk hanya bisa memalingkan wajahnya — kesal, karena dirinya terlambat satu langkah untuk memberikan air minum pada Hara. Donghyuk mereka sepertinya Taeil sedang menyembunyikan sesuatu.


***


Jam pelajaran olahraga, semua murid kelas 2.3 berkumpul di lapangan untuk pengambilan nilai praktek. Setiap nama yang dipanggil Guru olahraga berdiri berjajar di lintasan lari. Lari jarak pendek yang berisikan 6 pelari. Mereka bergantian dan saling mendukung temannya satu sama lain.


Hara masuk dalam grup terakhir bersama lima teman kelasnya. Teman-temannya begitu antusias menyemangatinya hingga membuat Hara menjadi percaya diri untuk bisa mendapatkan waktu tercepat.


“Start! Ready!Go!”

__ADS_1


Peluit berbunyi menandakan lomba dimulai, semua berlari secepat yang mereka bisa dengan jarak 200 meter. Hara memperkuat kedua kakinya dan gaya agar bisa mempercepat larinya. Pandangan fokus kedepan. Hingga akhirnya Hara bisa menjadi orang pertama yang melewati garis finis. Teman-temannya bersorak — berlari menghampiri Hara.


Nafasnya terengah-engah, semua tenaganya terkuras habis, Hara hanya bisa tergeletak di lintasan lari, saat teman-teman datang ia langsung terbangun. Eunsun memberikan pelukan bangga karena Hara menjadi siswi yang mendapatkan waktu tercepat. Itu berarti dia di posisi pertama dari 16 siswi.


Mereka berjalan ke pinggir lapangan, setelah pengambilan nilai mereka diberikan waktu bebas hingga jam pelajaran berakhir. Hara masih tampak terengah-engah sambil berjalan mengikuti teman-temannya dan duduk di pinggiran lapangan.


“Wah .. nggak nyangka lo bisa lari segitu cepatnya, keren Hara!!” ucap Eunsun yang masih tak percaya dengan pencapaian Hara yang dia pikir hanya gadis lemas dan polos. Namun pemikirannya ternyata salah.


“Jangan-jangan lo dulu atlet pelari ya?” tanya Hyerin sambil menoleh ke arah Hara yang baru saja duduk.


“Nggak, Tapi waktu kecil aku emang suka lari-larinya.” ucap Hara sambil mengipas-kipas dirinya dengan tangannya sendiri.


Tak tega melihatnya, Eunsun yang memegang kipas portable langsung menyodorkan ke arah Hara yang lebih membutuhkannya.


“Thank you …,” ucap Hara — tersenyum melihat Eunsun yang peka terhadapnya.


Tak ada angin, tiba-tiba Taeil datang menghampiri mereka, berdiri tepat di depan Hara yang sontak terdiam bingung. Sambil memberikan sebotol air mineral, “Ini …! Tadi lo keren banget loh,” ucap Taeil sambil tersenyum ramah pada Hara yang masih terdiam bingung.


Hanya dia satu-satu murid yang tidak ikut dalam pengambilan nilai, karena tidak memiliki baju olahraga. Jadi hanya dia satu-satu murid yang memakai seragam sekolah biasa dan sama sekali tidak berkeringat. Namun suasana menjadi sangat canggung karena kedatangannya.


“Minum,” ucap Taeil sambil menyodorkan kembali botol minum tersebut.


Hara kembali menerimanya dengan ragu dan kemudian meminumnya. Ahh … sangat segar.


Taeil berjalan ke arah tempat kosong, namun kehadirannya membuat ketiga teman Hara terus mengamatinya dengan lekat. Sungguh murid baru itu bertingkah sangat aneh hanya pada Hara. Dia seakan sedang menunjukkan ketertarikannya pada Hara yang tampaknya tak sadar. Mereka kembali melihat satu sama lain dengan pertanyaan dan pemikirannya yang sama.


Tiba-tiba ketiga teman-teman duduk mendekat hingga tak beberikan ruangan untuk Hara yang hanya bisa pasrah terjepit ketiga temannya yang entah mengapa menjadi aneh.


“Kalian kenapa sih?” tanya Hara.


“Hara …,” bisik Eunsun sambil sedikit menundukkan kepalanya, begitu juga dengan Yongsoo dan Hyerin, lantas Hara pun juga mengikutinya.

__ADS_1


“Kenapa?”.


“Kayaknya, Taeil lagi ngedeketin lo deh,” bisik Eunsun.


Sontak Hara mengerutkan keningnya — heran. “Apa? Apaan sih … nggak mungkin!” ucap Hara sambil menegakkan kepalanya. Namun dengan cepat kepalanya ditarik ke dalam oleh Hyerin.


“Hya! Ini serius, dari awal ketemu dia udah merhatiin lo mulu,” ucap Hyerin.


“Kita bertiga udah satu pemikiran, udah pasti Taeil suka sama lo!” ucap Yongsoo dengan penuh keyakinan.


Hara hanya bisa menghela nafas — menggelengkan kepalanya heran dengan kelakuan ketiga temannya. Namun Hara tidak ingin salah paham akan hal itu, dirinya sudah lelah dengan cinta sepihak dan bisa saja memang Taeil orang yang baik terhadap orang lain.


“Sudahlah … kalian salah lihat. Ahh .. Panas! Panas!” ucap Hara sambil menyikirkan teman-temannya yang hanya bisa diam melihat penolakkan Hara akan pendapat mereka.


Tak lama, tiba-tiba dari kejauhan tampak Donghyuk berlari menghampiri mereka. Setelah pengambilan selesai, Donghyuk dan beberapa teman kelasnya bermain bola di lapangan, itu sebabnya dia tampak terengah-engah saat tiba di hadapan para teman-teman perempuannya. Dengan cepat ia langsung mengambil botol minum dari tangan Hara dan meminumnya.


Sontak Hara terkejut melihat Donghyuk yang dengan santai minum bekas dirinya, padahal ia masih ingin meminum air tersebut.


“Ahh .. segernya,” ucap Donghyuk yang sudah menghabiskan air milik Hara.


“HYA!! Itu ‘kan, punya gue!! Kenapa di ambil …!!” ucap Hara yang tak sadra meninggikan suara karena kesal.


“Astaga … pelit banget sih, cuman minum juga!!” ucap Donghyuk.


PLAKKK!!


“AH!”


Dengan kerasnya Eunsun langsung memukul punggung Donghyuk sambil memberikan tatapan sinis.


“Kenapa lo mukul gue, njir …!!” kesal Donghyuk yang merintih kesakitan — mengelus punggung yang terasa panas setelah Eunsun dengan ringan memukulnya.

__ADS_1


“Nggak peka banget sih! Jadi orang!!” ucap Eunsun yang kesal dengan tingkah Donghyuk yang sama sekali tidak melihat kondisi saat ini. Sudah jelas Taeil masih ada didekat mereka dan dengan seenaknya Donghyuk mengambil pemberian dari Taeil untuk Hara. Dia seakan sengaja menghambat kedekatan dua orang yang seharusnya menjadi lebih dekat.


Sedangkan Donghyuk yang masih tidak memahami kenapa dirinya diperlakukan kasar dan ditatap begitu sinis oleh ke empat cewek yang duduk di hadapannya.


__ADS_2