Cinta Itu Apa, Sih?

Cinta Itu Apa, Sih?
Kecelakaan!


__ADS_3

“Tentu saja, saya ingat. Taeil selalu membicarakan kamu," ucapnya dengan sangat ramah walau sedang sakit. Kemudian ia merentangkan tangannya untuk memeluk Hara. “Sudah lama kita tidak bertemu, kamu sudah besar dan cantik.” ucapannya sambil melepaskan pelukannya, membuat Hara tersipu malu.


Taeil yang memegang bunga milik Hara, dan langsung memberikannya pada ibunya. “Ini bu, bunga untukmu …,”.


Ia pun menerimanya dengan wajah terpesona. “Wah … Cantiknya," ucapnya.


“Aku nggak tahu apa bunga yang ibu sukai, jadi aku belikan bunga mawar, karena ibuku juga suka mawar ...” ucap Hara.


“Aku sangat menyukainya, terima kasih Hara …,” ucapnya.


“Ayo. Duduk dulu …!” ajak Taeil sambil memberikan bangku untuk Hara.


***


Setelah berpisah dengan Taeil di halte bus, Hara kini sedang berada di dalam bus yang melaju. Di dalam terlihat lengah, hanya ada beberapa orang dan dirinya yang duduk dibangku sendiri sambil memandangi jalanan. Tapi tiba-tiba ponselnya berdering. Ia melihat panggilan dari nomor tanpa nama, Hara bertanya-tanya kenapa siapa yang meneleponnya.


“Iya, halo dengan siapa?” ucap Hara.


“Oh, Hara! Ini aku, Kak Jaehyuk, kakaknya Donghyuk.”.


Serentak membuat Hara terkejut. “Ahh … Kak Jaehyuk, ada apa kak?” tanya Hara.


“Apa kamu lagi sibuk?” tanyanya.


“Nggak.” jawab Hara.


“Apa bisa kamu bantu kakak?” tanyanya tampak cemas.


Hara terdiam dengan wajah tertegun kaget saat mendengarkan perkataan Jaehyuk. Matanya tak panik saat mendengar sebuah kabar buruk mengenai Donghyuk yang baru ia ketahui. Dengan tangan yang gemetaran Hara menekan tombol untuk melakukan pemberhentian. Bus pun berhenti, hara langsung berlari mencari taksi untuk mempercepat dirinya sampai.


“Hara …, kemarin malam, Donghyuk tertabrak pengendara motor hingga kakinya patah, bisakah kamu menjenguknya sebentar. Dia sama sekali nggak mau makan. Aku juga sedang ada persidangan yang tidak bisa aku batalkan. Nanti setelah sidang selesai aku akan ke rumah sakit. Kak Yoona sedang balik ke rumah orang tuanya, jadi sekarang Donghyuk sendirian di rumah sakit. Bisakah kamu mengurusnya sebentar?” ungkap Jaehyuk saat di telepon tadi.


Setelah panggilan berakhir, Hara langsung mendapatkan taksi untuknya pergi ke rumah sakit di mana Donghyuk saat ini di rawat. Dengan nafas yang terengah-engah, Hara masuk dan mencari kamar milik Donghyuk sesuatu yang diberitahukan oleh Jaehyuk.


Sesampainya di depan pintu ruangan yang terlihat ada juga beberapa pasien yang lain. Hara terdiam menatap Donghyuk dari depan pintu dengan nafas yang terengah-engah setelah berlari dari lantai satu ke lantai 5. Terlihat Donghyuk yang sedang tertidur disana.

__ADS_1


Hara mulai melangkah masuk kedalam ruangan dengan hati-hati agar tidak mengganggu pasien yang lain. Hara terkejut saat melihat kaki kanan Donghyuk dibalut dengan perban yang cukup tebal. Dan beberapa perban di tangannya. Sungguh miris melihat keadaan Donghyuk.


“Hya! Kim Donghyuk! Lo tidur?” tanya Hara yang berdiri disamping Donghyuk yang perlahan membuka matanya dan mereka saling menatap satu sama lain.


“Kenapa lo bisa disini?” tanya Donghyuk bingung.


“Apa-apaan ini? Setelah kemarin ngediemin gue, tiba-tiba lo udah di rumah sakit.” ucap Hara yang terlihat marah melihat Donghyuk. Kedua matanya yang mulai memerah menahan air mata.


“Sudah sana pergi! Gue juga nggak apa-apa!” ucap Donghyuk dengan nada dan tatapan sinis seakan ingin mengusir Hara.


“Apa?!” Hara kesal mendengar ucapan Donghyuk yang tidak menyukai kehadirannya. Bahkan saat ini Donghyuk mengalihkan pandangannya ke arah lain. Menganggap dirinya tidak terlihat.


PLAKK!!


Dengan kencangnya Hara langsung memukul punggu Donghyuk.


“ Ah!! Hya! Kenapa malah mukul!!” ucap Donghyuk yang meninggikan suaranya hingga perlahan membuat Hara menangis.


Air mata kesedihan yang tidak bisa terbendung lagi melihat keadaan Donghyuk dan sikap acuh Donghyuk terhadap dirinya yang bahkan tidak tahu salah apa yang telah ia lakukan hingga mendapatkan perlakuan dingin seperti ini. Padahal dirinya sudah bela-bela berlari karena saking khawatirnya. Namun saat sampai Donghyuk malah mengusir dirinya. Itu sungguh menyakiti perasaannya.


Donghyuk mulai panik melihat Hara yang menangis seperti anak kecil sehingga membuat pasien yang satu ruangan dengannya melihatnya dengan tatapan sinis. Bahkan dirinya juga tidak mengerti kenapa ia begitu jahat pada Hara yang bahkan sudah berniat baik ingin datang menjenguknya.


“Jahat …!” ucap Hara.


“Iya gue tau, jahat. Maaf …” ucap Donghyuk.


Hara sudah berhenti menangis dan mereka terdiam selama 15 menit tanpa mengatakan apapun. Hara masih mencoba menenangkan dirinya sendiri sambil membersihkan wajahnya yang terkena air mata.


“Sebenarnya apa yang terjadi? Kaki lo nggak apa-apa?” tanya Hara sambil menunjuk ke arah kaki Donghyuk.


“Cuman patah.” jawab Donghyuk.


“Apa? Cuman? Lo bilang cuman? Gue nggak habis pikir sama lo. Kok lo bisa dengan entengnya bilang kayak gitu? Emang lo nggak sayang sama diri lo sendiri?” ucap Hara yang mengomel kesal akan ucapan Donghyuk.


“Lo kenapa sih? Apa lo marah karena waktu itu gue main ke rumah lo? Setelah hari itu sikap lo tuh jadi berubah banget tau nggak, Lo selalu menghindar dari gue, bahkan saat lo kecelakan aja gue nggak tau. Kalau ada masalah sama gue, ‘kan bisa langsung dibicarakan, jangan cuman diem dong!!” ucap Hara.

__ADS_1


“Aku lapar!” ucap Donghyuk yang malah mencoba mengalihkan topik pembicaraan.


Hara hanya bisa diam menahan rasa jengkel lalu kemudian berjalan pergi untuk meminta makannya pada perawat. Berbicara serius dengan Donghyuk adalah hal tersulit baginya.


***


“APA KECELAKAAN.?”


Ketiga temannya dan beberapa temannya Donghyuk lantas terkejut mendengar cerita dari Hara yang mengetahui jika saat ini Donghyuk dirawat dirumah sakit setelah kecelakaan kemarin malam. Di kelas sebelum jam masuk belum berbunyi.


“Terus, sekarang keadaannya gimana” tanya Eunsun.


“Kakinya patah dan ada beberapa luka ringan. Dokter bilang dia harus dirawat selama dua minggu” ucap Hara.


“Sampai patah?!” ucap Eunsun kembali terkejut.


“Emang kronologi kecelakaannya gimana sampai kakinya patah?”” tanya Dal Po.


“Kalau itu gue juga belum tau, karena semalam Donghyuk nggak banyak bicara.” jawab Hara.


“Dia boleh dijengukkan?” tanya Jongin.


“Boleh kok,” jawab Hara.


“Ya sudah. Nanti gimana kalau kita jenguk dia bareng-bareng?” tanay Eunsun.


“OKE …!!”


***


Dengan wajah bingung terkejut, dengan mulut yang menganga dan mantan tidak percaya. Donghyuk hanya bisa pasrah saat semua temannya berderet berdiri mengelilingi tempat tidurnya dengan wajah yang tersenyum bodoh.


“Bagaimana keadaan lo, bro?” tanya Jongin


“Bisa-bisanya kok lo kecelakaan?” tanay Yongsoo.

__ADS_1


“terus kaki lo gimana?” tanya Hyerin.


Dengan kedua tangan yang dilipat di atas dadanya. “Siapa yang memberitahu kalian, kalau gue di sini?” tanya Donghyuk yang mencoba menahan kesalnya.


__ADS_2