Cinta Itu Apa, Sih?

Cinta Itu Apa, Sih?
Bab 9


__ADS_3

Setelah mengganti pakaian Hara dan ketiga temannya kembali ke kelasnya karena jam pelajaran selanjutkan akan segera dimulai. Namun ternyata teman-temannya tidak langsung pergi melainkan mereka mampir ke kelas lain satu persatu, karena mereka memiliki teman lain sedangkan Hara tidak memilikinya.


Hara berjalan masuk kedalam kelas yang tampak sudah ramai. Terduduk dibangkunya sendirian tanpa memikirkan apapun. Hingga tiba-tiba seseorang meletakkan sebotol susu coklat diatas meja Hara yang sontak terkejut — saat ia menoleh ke arah orang tersebut ternyata Donghyuk yang kemudian langsung duduk di atas mejanya.


“Buat ganti air yang gue minum tadi, udah jangan marah lagi ya …,” ucap Donghyuk dengan wajah nyeleneh sambil mengemut permen.


“Siapa juga yang minta diganti …,” ucap Hara sambil mengalihkan pandangan dengan sinis.


“Loh! Tadi gue sampe dikeroyok sama yang lain, cuman gara-gara air doang ‘kan! Giliran di ganti malah begitu sikapnya!” kesal Donghyuk.


“Tapi … terimakasih!” ucap Hara sambil mengambil sekotak susu coklat kesukaannya — wajahnya langsung berubah tersenyum saat meminum susu tersebut. Begitu juga Donghyuk yang ikut tersenyum melihat Arin yang tampak begitu menggemaskan.


Tak lama Eunsun datang menghampiri mereka dengan wajah yang penuh rasa curiga menatap kedua temannya yang sedang duduk berduaan seperti ada sesuatu yang tidak diketahui.


“Apa-apaan nih! Kalian berdua …?!!” sambil duduk di bangkunya — menatap sinis ke arah Hara dan Donghyuk.


“Emangnya apaan? Nggak jelas lo!” ucap Donghyuk yang kemudian langsung pergi — mencoba menghindari topik yang malah akan membuat Hara tak nyaman dengannya.


“Donghyuk, kasih lo susu?” tanya Eunsun.


“Eung.” Angguk Arin dengan mulut yang sedang menyedot susu dengan tatapan polos.


“Cih!! Gue nggak dikasih?” tanya Eunsun.


“Minta aja sama dia? Katanya ini buat ganti air yang tadi dia minum,” ucap Arin.


Kemudian Eunsun langsung membalikan badannya ke belakang — menatap ke arah Donghyuk yang hanya diam mengabaikannya. Sial. Menyebalkan. Kemudian Eunsun kembali menghadap ke depan.


“Sejak kapan kalian jadi sedekat ini? Gue tanya bukanya gue cemburu. Cuman heran aja … kalian dulu bahkan nggak berani saling sapa walau lagi kumpul, terus Donghyuk mulai sering jailin lo dan sekarang bahkan dia kasih lo susu …??” ujar heran Eunsun yang tanpa sadar menjadi emosi.


“Gue juga nggak tau.” ucap Arin sambil mengangkat kedua pundaknya.


***

__ADS_1


Berjalan melewati jalan trotoar setelah turun dari halte bus. Banyak anak sekolah yang berjalan ke arah yang sama dengan Hara. Hari ini ia datang lima menit lebih cepat dibandingkan hari biasanya. Tiba-tiba Hara dikejutkan dengan seseorang yang tiba-tiba muncul di sampingnya.


“Hara …!!”


Sontak Hara menoleh. “Oh … Taeil,”.


Rasanya sungguh canggung tiba-tiba ia disapa oleh orang yang belum dekat dengannya. Apa lagi dirinya memang tidak pandai berbasa-basi dengan orang yang baru dikenal. Anehnya anak baru setampan Taeil kenapa mau menyapa dirinya.


“Tidur kamu nyenyak?” tanya Taeil.


“EH?! Eung … lumayan,” ucap Hara merasa sedikit ada yang mengganjal dengan pertanyaan itu.


“Kamu beneran nggak tahu siapa aku?” tanya Taeil dengan tatapan dan wajah yang cukup serius.


Hara terdiam karena kebingungan.


“Maksud kamu?” tanya Hara.


Hara hanya bisa diam dan bingung dengan sikap Taeil terhadapanya sejak pertemuan pertama. Dia bersikap seolah-olah jauh sebelum ini dirinya dan Taeil pernah bertemu, tapi kenapa hanya dirinya yang tidak memiliki ingatan tentang Taeil.


“Maaf …” ucap Hara.


Sontak Taeil menoleh — bingung. “Kenapa? Kenapa kamu minta maaf?” tanya Taeil.


“Aku emang nggak ingat siapa kamu. Sebenarnya saat aku SD kepalaku terbentur keras, karena terjatuh dari tempat permainan. Aku sempat hilang ingatan dan aku jadi sulit untuk mengingat sesuatu. Jadi mungkin ingatan aku tentang kamu masih belum ada atau mungkin sudah hilang. Jadi aku minta maaf …,” ungkap Hara.


Perasaan kecewa akan Hara perlahan memudar saat mendengar jika memang ternyata Hara memiliki suatu hal yang tidak bisa dipungkiri. Namun dirinya merasa lega jika Hara bukan tidak mengenalnya hanya saat ingatan tentang dirinya tak sengaja terhapus karena sebuah kecelakaan.


“Baiklah, sekarang aku mengerti. Aku akan memberitahumu pelan-pelan, semoga ingatanmu bisa pulih kembali tentang aku.” ucap Taeil.


“Terima kasih, sudah mau mengerti.” ucap Hara.


Dari kejauhan, terlihat Donghyuk dengan ekspresinya yang begitu masam saat melihat Hara dan si murid baru jalan bersama. Hati kecil tidak bisa menerima hal itu, bagaimanapun murid baru itu memiliki wajah yang sangat tampan dan sudah pasti Hara menyukainya. Hanya bisa diam dan menahan rasa jengkel seorang diri, tampaknya ia harus lebih berusaha dekat dengan Hara sebelum Taeil mengambil start miliknya.

__ADS_1


***


Jam istirahat kedua hanya diberikan jeda selama 15 menit sebelum pelajaran selanjutnya dimulai. Beberapa murid ada yang belajar tapi kebanyakkan dari mereka lebih memilih untuk mengobrol dan bermain-main.


Lagi-lagi Donghyuk memperhatikan Hara dan Taeil yang tampak begitu asyik mengobrol di dekat jendela, hanya berdua. Mereka saling tertawa dan terlihat seperti saling menggoda satu sama lain membuat Donghyuk tak habis pikir. Tanpa pikir panjang Donghyuk berjalan untuk menghampiri Hara.


“Kalian berdua ngobrolin apa sih, kayaknya asik banget? Eunsun sama yang lain kemana?” tanya Donghyuk sambil duduk disamping Hara.


kedatangannya membuat mereka terdiam. Rasanya kedatangannya membuat mereka merasa terganggu, terlihat jelas dari tatapan mata mereka. Namun Donghyuk tidak peduli.


“Mereka lagi ke toilet.” jawab Hara.


“Ahh begitu. Ya sudah, lanjutkan obrolan kalian …,” ucap Donghyuk.


PLAKK!!


Tiba-tiba seseorang memukul kepala belakang Donghyuk dengan sangat keras.


“AH SIAL!! Siapa sih?!!” bentak Donghyuk kesal — menahan rasa sakit akan kepala belakangan.


“Ngapain sih lo disini?!” ucap Eunsun.


“Lo kenapa sih? senang banget mukulin gue? Punya salah apa gue sama lo!!” ucap Donghyuk merasa batas kesabaran sudah menghilang menghadapi tingkah aneh Eunsun yang kemudian dengan cepat langsung merangkul leher dari samping dan menyeretnya menjauh dari Hara.


Donghyuk berusaha melepaskan diri, tak ia sangka jika Eunsun memiliki kekuatan yang lebih dibandingkan yang ia kira selama ini. “Njir! Ngapain sih!!”


“Lo tuh! Nggak peka banget sih jadi orang!!” ucap Eunsun.


“Maksud lo apa?”


“Lo nggak ngeliat apa, Taeil itu suka sama Hara dan mereka lagi PDKT. Kita udah susah-susah kasih temat buat mereka, lo malah gangguin!!” ucap Eunsun dengan sinisnya sambil kembali memukul Donghyuk yang dengan cepat menangkisnya.


Tidak ada lagi kata-kata pembela untuknya jika Eunsun sudah mengatakan hal yang begitu jelas. Jika dirinya bertindak lebih jauh, mungkin Eunsun akan mengetahui perasaannya dan akan semakin rumit jika Eunsun mengetahuinya. Ia hanya bisa terdiam memandangi Hara dan Taeil, rasanya seperti gugur sebelum berjuang.

__ADS_1


__ADS_2