Cinta Itu Apa, Sih?

Cinta Itu Apa, Sih?
Perubahan sikap Hara


__ADS_3

Setelah berpisah dengan ketiga temannya didepan gerbah sekolah tadi. Hara dan Donghyuk berjalan bersama menuju halte Bus. Hara terlihat lelah dan kelaparan karena ia baru sadar terbangun setelah bel pulang dan ia juga belum makan apapun sejak tadi pagi. Mungkin karena semalam ia tidak bisa tidur, tanpa alasan yang jelas.


“Hhh … lapar,” eluh Hara sambil menghela nafas dan memeluk perutnya yang terus bunyi.


“Semalam lo nggak tidur apa? Sampai bisa tidur kayak tupai yang lagi hibernasi,” ucap Donghyuk.


“Semalam gue bantuin jaga keponakan gue, dia sakit.” ucap Hara.


Tapi tiba-tiba mereka dikejutkan dengan suara klakson mobil yang berhenti tepi jalan, disamping mereka. Sontak membuat Donghyuk dan Hara terpelongo bingung melihat mobil tersebut. Perlahan kaca mobil itu terbuka. Ternyata mobil itu milik kakaknya Donghyuk yang tampak tersenyum melambaikan tangan pada adiknya.


“ Dong Hyuk!” saut Jaehyuk yang terlihat bersemangat sambil melambaikan tangan.


“Loh! Kakak beli mobil baru?” tanya Donghyuk yang merasa tidak percaya dan sedikit terkejut.


Hara hanya bisa diam dan bingung mendengar percakapan mereka.


“Dia teman kamu?”.


“Iya …” jawab Donghyuk sambil merangkul Hara. “Dia kakak gue,” bisik Donghyuk.


“Halo, saya Hara …” ucap Hara dengans opan memperkenalkan dirinya.


“Ayo, kalian naik!! Biar saya antar!!” ucapnya.


***


Sesampainya mereka di depan pintu apartemen, tanpa berhenti Jaehyuk terus berbicara dengan Hara yang dengan senang hati mendengarkan dengan antusias. Sedangkan Donghyuk hanya diam mendengarnya dari belakang dengan acuk tak acuh. Padahal mereka baru beberapa menit bertatapan muka, tapi kenapa mereka begitu dekat, pikir Donghyuk jengkel melihat kakaknya yang bersikap sok akrab dengan Hara.


“Masuklah ..!” ajaknya yang mempersilahkan Hara untuk masuk.

__ADS_1


“Permisi …” sahut Hara sambil melangkah masuk ke dalam yang kemudian ia disambut oleh seseorang wanita yang tiba-tiba muncul.


“Kalian sudah pulang!! Loh!! ada tamu siapa ini …?” tanya Yoona.


Dong Hyuk berjalan masuk duluan melewati Hara setelah melepas sepatu. “Dia temanku,” jawab Donghyuk.


“Ahh … teman rupanya, ayo silahkan masuk!!” ajaknya dengan sangat ramah.


Hara masih merasa sungkan dan malu-malu kucing. Namun sikap kedua kakaknya Donghyuk. Hara juga merasa sedikit tidak enak pada Donghyuk yang terlihat tidak begitu senang akan kehadiran nya di sini. Namun ini juga bukan sepenuhnya kemauannya sendiri, melainkan kakaknya Donghyuk yang mengajaknya untuk datang kerumah.


Hara mulai berjalan masuk lebih dalam dengan langkah yang hati-hati. Kedua matanya tak berhenti menelusuri setiap sudut apartemen yang terlihat sangat luas dan rapi. Langkahnya terhenti saat melihat susunan bingkai foto yang tersusun rapi diatas lemari. Berbagai foto terpajang di sana. Ia terfokus pada salah satu foto dua orang anak kecil yang terlihat sedang tersenyum.


“Foto itu diambil saat kami sedang memancing bersama ayah dan Ibu kami.” ucap Jaehyuk yang berdiri di samping Hara yang sedikit terkejut. “Kalau tidak salah ingat, saat itu aku baru berumur 18 tahun dan Donghyuk 8 tahun, usia kami berselisih sangat jauh ‘kan?” ucap Jaehyuk tampak begitu senang dengan kehadiran Hara.


“Dari kecil Donghyuk itu anak yang pemarah, sampai saat inipun sifatnya nggak pernah berubah. Kamu lihat saja di foto, semua ekspresi datar.” ucapnya.


“Serius!! Dia bersikap begitu sama kamu? Waoh … anak itu benar-benar!! Akna aku beri dia pelajaran. Maafkan dia yah …” ucap Jaehyuk.


Sambil melambaikan kedua tangannya dengan cepat. “Nggak kok, nggak apa-apa …,” ucap Hara.


“Dia itu memang anak yang sedikit kasar, kata-kata yang diucapkan selalu saja membuat orang sakit hati. Dia juga sangat keras kepala, tapi sebenarnya dia memiliki sisi baik. Dia bukan orang yang bisa mengungkapkan perasaannya, saat dia ingin melakukan sesuatu yang baik, pasti ia selalu melakukan kesalahan dan saat itulah dia benar-benar orang yang bodoh.” ungkapnya yang membuat Hara terdiam.


“Kamu duduk dulu di sini ya …” ucapnya sambil menyuruh Hara untuk duduk di sofa. Saat Jaehyuk pergi Yoona berjalan menghampiri Hara dan memberikan segelas jus dan makan ringan untuknya.


“Kamu pasti haus, ini di minum dulu.” ucapnya dengan sangat ramah.


“Iya. Terima kasih.”


“Kalau begitu aku tinggal dulu ya. Lagi masak buat makan malam.” ucapnya.

__ADS_1


“Ada yang bisa aku bantu?” tanya Hara mencoba menawarkan dirinya karena tak enak hati hanya diam.


“Nggak usah. Tamu itu nggak boleh membantu apapun. Cukup duduk saja ya …” ucapnya sambil beranjak dari sofa lalu pergi meninggalkan Hara sendiri dengan canggung.


Sedangkan Dong Hyuk yang baru saja selesai mandi, ia masih mengeringkan rambutnya dengan handuk yang ia gosok-gosokkan. Ia menghampiri meja belajarnya dan duduk di kursi. Entah apa yang terjadi pada perasaannya saat ini, ia begitu cemas dan canggung. Karena keberadaan Hara dirumahnya saat ini. jantungnya terus berdebar-debar tak jelas. Membuatnya merasa bingung apa yang harus dilakukan agar tidak terlihat gugup.


Jaehyuk baru saja selesai menata makanan diatas meja, begitu juga Hara yang akhirnya ikut membantu. Ia teringat jika Donghyuk yang masih belum keluar dari kamarnya setelah datang. “Anak itu belum keluar juga. Bukanya bantuan malah diam dikamar,” gumam kesal Jaehyuk.


“Donghyuk, biar aku yang panggil,” ucap Hara.


“Begitu ya. Oke …” ucap Jaehyuk.


Kemudian hara segera berjalan menghampiri kamar Donghyuk. Sesampainya di depan pintu Hara terdiam beberapa detik karena merasa sedikit ragu dan ada rasa canggung. Tapi ia mencoba untuk menghilangkan perasaan tersebut dan mengetuk pintu


Tuk tuk tuk ...


“ Hya! Kim Donghyuk, kakak menyuruh untuk keluar karena makan malam sudah siap!” sahut Hara, tapi tidak ada jawaban dari dalam.


Itu dikarenakan Donghyuk sedang mendengarkan lagu sambil tiduran diatas tempat tidurnya. Hara bingung apa yang harus ia lakukan, karena sudah beberapa kali ia memanggil Donghyuk, tetap saja tidak ada jawaban. Akhirnya Hara berpikir untuk membuka pintu dan mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamarnya Donghyuk, dan ia sedikit terpukau dengan kamar yang terlihat sangat rapi.


“Hya!! Ngapain lo masuk!!” sontak Donghyuk terkejut saat menyadari Hara yang berdiri di depan pintu kamarnya.


“Kakak lo suruh gue buat manggil lo! Ayo kita makan!!” Ajak Hara.


“Ah, ya sudah sana! Gue nyusul ..” ucap Donghyuk sambil mendorong Hara agar pergi.


Donghyuk kembali menutup pintu kamarnya setelah berhasil mengeluarkan Hara.Ia langsung menghela nafas, karena ia benar-benar sangat terkejut dengan sikap Hara yang anehnya tiba-tiba menjadi lebih agresif dan tidak menunjukan rasa malu seperti biasanya jika bertemu dengan orang baru.


“Ouh … Sial! Dia itu kenapa sih!!” gumam Donghyuk.

__ADS_1


__ADS_2