Cinta Itu Apa, Sih?

Cinta Itu Apa, Sih?
Murid Baru


__ADS_3

“Tenang semua! Tenang! Bapak paling …,” ucapnya sambil menoleh ke arah pintu masuk kelas, “Ayo masuk!” sahutnya.


Lantas seorang murid laki-laki yang mulai berjalan masuk ke dalam kelas secara perlahan kehadirannya membuat para murid perempuan terpesona dan histeria melihat wajahnya yang begitu tampan. Murid baru itu sudah berdiri di hadapan mereka dengan wajah yang ramah. Wajahnya blasteran asia dan blue membuatnya sangat berbeda. Karismatik dan mempesona.


“Oh! Dia!”


Tapi tidak untuk Hara yang langsung terkejut saat melihat wajah murid baru tersebut. Cowok itu mirip dengan orang yang tak sengaja berpapasan di lorong sekolah. Cowok asing yang tiba-tiba menyapanya, ternyata murid baru dikelasnya.


“Silahkan perkenalkan dirimu,” ucap Pak Han.


“Perkenalkan, namaku Kang Taeil. Siswa pindahan dari Amerika, jika kalian kesulitan dengan pelajaran bahasa inggris kalian bisa bertanya padaku. Mohon bantuannya semua …,” ucapnya yang kembali diiringi dengan seruan.


“HOOO!! WAHHH …!!”


“Gentangnya!!!”


“Hoo … American style!!”


Sorak para murid perempuan yang begitu heboh.


Namun, diam-diam matanya melihat ke arah Hara yang seketika terkejut saat murid baru itu mengedipkan salah satu matanya pada dirinya. Hara sempat tidak percaya dan kebingungan tapi ia langsung menghindari tatapannya.


“Apaan itu,” gumam Hara merasa sedikit khawatir.


“Baiklah. Kalau begitu kamu duduk di samping Dal Po,” ucap Pak Han yang membuat Dal Po mengacungkan tangannya sebagai sebuah tanda untuk anak baru tersebut yang kemudian Taeil pun berjalan menghampiri tempat duduk yang berdampingan dengan Dal Po.


Setelah ia duduk Taeil langsung memperkenalkan dirinya pada Dal Po, tapi pada saat Guru Han ingin memulai pelajaran, karena tempat duduknya bersebelahan dengan tempat duduk Hara, ia langsung menengok ke arah Hara yang sedikit terhalang oleh Eunsun. Hara yang tak sengaja melihat kearah Taeil langsung terkejut dan bingung saat Taeil kembali tersenyum padanya. Hara merasa ketakutan dan menyembunyikan dirinya dibalik tubuh Eunsun.


“Baik, kita lanjut pelajaran kemarin. Buka buku kalian!” ucapnya yang memulai menerangkan materinya dengan menuliskan beberapa pengertian dipapan tulis.


Bel istirahat telah berbunyi. Semua murid langsung bergegas berhamburan keluar kelas untuk pergi ke kantin. Mereka sangat bersemangat karena menu di kantin hari ini adalah Bulgogi. Namun tidak untuk pada grup gadis populer yang langsung mengerubungi meja Taeil.


Hara yang masih sibuk merapikan bukunya tak sengaja melihat ke arah Taeil. Murid baru itu langsung disukai banyak gadis di sekolah mungkin karena wajahnya yang tampan, pikir Hara.

__ADS_1


“Hara! Ayo cepat! Nanti kita kehabisan bulgogi nya!” sahut Eunsun yang menunggunya di depan pintu.


Sontak membuat Hara langsung bergegas menyusul Eunsun sebelum ia menjadi monster yang kelaparan. Ia melewati kerumunan para siswi populer, lalu tangannya langsung ditarik Eunsun yang sudah tak sabar ingin pergi ke kantin.


“Nggak bakal kehabisan kok, tenang aja …,” ucap Hara.


“Nggak mungkin. Hari ini menunya enak-enak semua, pasti para rakun-rakun itu ngambilnya banyak-banyak,” ucap Eunsun sambil mempercepat langkahnya menarik tangan Hara yang hanya bisa pasrah.


Semua teman Hara duduk berjejeran di satu meja panjang, mereka tampak begitu lahap dengan makan siang mereka. Kantin tampak penuh dan bahkan masih ada yang berbaris mengantri untuk mengambil makanan.


“Lo nggak makan sosisnya ‘kan?” tanya Donghyuk.


“Ah?!”


Hara yang juga sedang menikmati makanannya sambil membalas pesan dari Ibunya, tak mendengar jelas ucapan Donghyuk yang tiba-tiba dengan cepat mengambil sosis miliknya. Hara yang bingung hanya bisa diam melihat sosis yang sudah masuk kedalam mulut Donghyuk disaat dirinya belum memakannya.


“Hya!! Kenapa lo makan sosis milik dia!! Lo aja masih ada!! Dasar …” ucap Eunsun yang langsung menyadari betapa liciknya Donghyuk. Dengan tatapan sinis, Eunsun mengambil sosis dari milik Donghyuk dan meletakkannya kembali ke piring makan milik Hara yang langsung tersenyum.


“Habisnya dia bengong, bukannya dimakan juga,” ucap Donghyuk.


“Apa gue boleh gabung?”


Tiba-tiba seseorang datang ditengah-tengah mereka yang sontak menoleh ke arah orang yang berdiri dengan membawa piring yang berisi makanan. Dia adalah Taeil, si murid baru.


“Duduk aja!! masih ada yang kosong,” ucap Yongsoo sambil menunjuk ke arah bangku kosong tepat disamping Hara.


“Terima kasih …,” ucap Taeil sambil meletakan piringnya di atas meja, lalu ia duduk tepat di samping Hara yang tampak sedang menikmati makannya.


“Oh iya, kita belum kenalan. Perkenalkan nama gue Eunsun,” ucap Eunsun sambil mengulurkan tangannya melewati Hara yang sontak menjauhkan tubuhnya agar tidak menghalangi, lantara Eunsun duduk tepat di samping kanan Hara, sedangkan Taeil duduk di samping kirinya Hara.


“Iya, salam kenal.”


Sambil mengangkat sedikit tangan kanannya, “Gue, Yongsoo,” ucap Yongsoo.

__ADS_1


“Gue, Hyerin,” ucap Hyerin.


“Gue, Donghyuk!” ucap Donghyuk.


Tiba-tiba semua menjadi hening saat Hara yang tidak langsung memperkenalkan dirinya dan hanya sibuk dengan makananya, hingga semua mata tertuju pada dirinya. Hara yang menyadarinya bingung melihat tatapan mata teman-temannya.


“Ah! Aku —”


“Han Hara,” ucap Taeil.


Seketika atmosfer menjadi berubah. Mereka semua bingung akan fakta Taeil yang ternyata sudah mengetahui nama Hara yang bahkan lebih bingung dan terkejut.


“Lo kenal Hara?” tanya Eunsun.


“Itu, aku melihatnya name tag nya,” ucap Taeil.


“AHHHHH ….”


Dengan serempak mereka seakan tampak lega mendengarnya.


“Ahh … gue kira lo kenal Hara,” ucap Eunsun.


Taeil hanya tersenyum dan mereka kembali melanjutkan makan siang mereka.


Namun tidak untuk Hara yang mulai merasa tak nyaman akan keberadaan murid baru. Ia merasa jika sikap Taeil terhadap dirinya sedikit aneh. Dari mulai yang ia mengedipkan mata, lalu saat dia baru masuk ke dalam kelas untuk pertama kalinya, bahkan dia menatapnya dengan sorot mata yang aneh kemudian saat ini kenapa hanya nama dirinya yang dia sebutkan. Hara sungguh merasa sedikit khawatir dan takut akan tingkah Taeil. Namun ia hanya bisa diam karena tidak ada bukti yang kuat untuk mengatakan pada teman-temannya.


Tiba-tiba Donghyuk memberikan Hara sepotong sosis yang sontak memecahkan pemikirannya.


“Kenapa bengong, cepat makan!” ucap Donghyuk.


“Eung!” sahut Hara.


Donghyuk menyadari sikap Hara yang tampak tak nyaman setelah anak baru itu datang dan duduk disampingnya. Entah apa yang terjadi pada mereka berdua, hanya saja tingkah anak baru itu memang sedikit mencurigakan karena beberapa kali dia melihat ke arah Hara diam-diam sambil tersenyum.

__ADS_1


Semua tampak sudah menghabiskan makan siang mereka dan kini menikmati sebotol yogurt sebagai menu penutup. Hanya Hara yang masih makan seorang dirinya. Teman-teman sudah tak heran lagi dengan cara makan Hara yang lambat.


__ADS_2