
“Kenapa dia belum datang juga?” tanya Eunsun mulai merasa kesal menunggu Donghyuk yang tampaknya sedang mengerjainya saja.
“Gue juga nggak tau, sabar … mungkin dia masih dijalan,” ucap Hara mencoba membujur Eunsun yang akhirnya masuk kembali ke dalam mobil karena kedinginan.
Namun Hara masih terdiam dan mencoba menunggu, karena saat mendengar suara Donghyuk yang seakan sedang berusaha menuju ke arahnya. Jika dia datang dan dirinya pergi bukankah itu jahat. Hara mencoba untuk tetap bersabar. Tapi di satu sisi ia juga sudah hampir terlambat. Dengan berat hati Hara pun berjalan menghampiri mobil untuk meninggalkan Donghyuk.
Akan tetapi kemudian tiba-tiba, seseorang memanggil namanya dari belakang, bersamaan dengan mobil yang berhenti membuat Hara langsung membalikkan badannya. Hara terkejut saat melihat Donghyuk yang keluar dari mobil — berlari ke arahnya dengan wajah yang penuh kebahagiaan, sedangkan Hara terlihat bingung dan sedikit canggung.
“Kenapa lari? Ada apa?” tanya Hara khawatir melihat Donghyuk.
“Gue mau meminta pertanggung jawaban tentang ini!” ucap Donghyuk sambil menunjukkan amplop yang diberikan oleh Hara yang seketika terkejut dan ia juga merasa malu.
“Hhh .. itu .. ahh .. itu ….” Hara merasa kebingungan bagaimana ia harus menjelaskannya.
Donghyuk tersenyum saat melihat wajah Hara yang terlihat malu-malu.
Sedangkan Eunsun yang berada di dalam mobil melihat dan penasaran apa yang mereka bicarakan.
“Hara,” panggil Donghyuk yang tiba-tiba merendahkan nada bicaranya.
“Lo benar, selama lo bisa jujur lo bisa merasakan kebahagian,” ucap Donghyuk yang membuat Hara perlahan memandang ke arahnya dan membuat mereka saling bertatap satu sama lain.
“Sudah lama sekali gue menyimpan perasaan ini … dan gue merasa bahwa memang sudah semestinya kita menjadi teman .. tapi … setelah gue pikirkan kembali. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini … begitu juga dengan seorang teman berubah menjadi cinta … gue ingin memegang tangan lo ..” ucap Donghyuk sambil meraih dan menggenggam salah satu tangan Hara.
__ADS_1
“Menjadi seorang seseorang yang berharga … dan juga .. aku ingin membuat semua orang merasa iri, saat aku … aku …,” ucap Donghyuk yang tak melanjutkan perkataannya dan hanya terdiam.
Begitu juga Hara yang terdiam medangi Dong Hyuk, ia tak bisa beralih dan mengharapkan sesuatu yang akan merubah kisah cintanya.
Tanpa berpikir panjang lagi, Donghyuk merasa yakin bahwa inilah saatnya ia menjadi seorang pria yang sesungguhnya dan kemudian Donghyuk langsung mengecup bibir Hara yang seketika terbelalak. Dengan mata yang membulat sempurna.
Eunsun yang melihatnya hanya bisa diam dengan mulut yang terbuka lebar, ia benar-benar tidak percaya, tapi ia juga merasa sangat senang melihat Hara dan Donghyuk bisa jujur akan perasaan mereka masing-masing.
Hara tak bisa berkutik karena terlalu terkejut. Ini adalah kecupan pertamanya, tanpa Hara sadari Hara memejamkan matanya dan merasakan ciu*man pertamanya. Sejurus kemudian mereka saling memisahkan diri, Donghyuk tersenyum sambil menatap Hara yang masih terlihat sedikit shock. Hara kemudian memberanikan diri menatap Donghyuk dengan malu-malu bersamaan dengan debaran hebat pada jantungnya. Ah … jadi seperti ini rasanya ciu*man. Walau singkat tapi benar-benar membuat semua kehilangan kendali.
“Hara … gue suka sama lo, ayo kita pacaran!” ucap Donghyuk dengan penuh percaya diri.
Namun tidak untuk Hara yang terdiam dengan raut wajah yang tampak sedih.
“Lo kenapa? Kenapa diam? Lo nggak mau kasih jawaban? Atau lo butuh waktu?” tanya Donghyuk mulai merasa khawatir.
“Gue juga tau. Tapi … kenapa gue nyatain perasaan gue disaat-saat terakhir, karena gue nggak mau kehilangan lo buat yang kedua kali. Lo nggak perlu jawaban sekarang, gue bisa menunggu lo sampai lo pulang ke Korea … saat itu lo kasih jawaban sama gue, bagaimana?” tanya Donghyuk.
Hara pun menganggukkan kepalanya lalu memberikan sebuah pelukkan hangat untuk Donghyuk. Walau ini barulah awal untuk mereka. Namun mereka merasa senang karena ini perasaan mereka sama. Terjebak dalam hubungan friendzone tidaklah mudah. Banyak air mata dan luka yang tidak bisa dihitung. Ketakutan akan kehilangan mungkin masih ada, tapi untuk saat ini mereka hanya ingin menjadi seseorang yang jujur sebelum semuanya menjadi terlambat
***
Perpisahan memang tidak bisa dihindari walau perasaan begitu kuat. Hara yang harus bekerja selama kurang lebih satu tahun di Paris, sedangkan Donghyuk melanjutkan kuliahnya hingga lulus sarjana hukum dan kini dia magang di salah satu kejaksaan umumnya sambil meneruskan sekolahnya menjadi S2.
__ADS_1
Rasa rindu pasti ada, tapi mereka tidak ada yang bisa mereka lakukan sekali berkirim kabar. Satu tahun bukanlah waktu yang singkat. Selama empat musim mereka lewatkan di negara yang berbeda. Rasa kesepian pasti selalu datang di saat-saat yang paling melelahkan. Hanya bisa berbicara lewat telepon. Terlebih lagi, waktu Seoul dan Paris berbeda jauh dan sangat sulit mendapatkan timing yang cocok.
Banyak kasus yang mengharuskan Donghyuk bekerja lebih keras. Begitu juga dengan Hara yang bekerja untuk membuat sebuah koleksi baju musim dingin. Saat mereka sedang menyibukan diri mereka menghilangkan rasa rindu satu sama lain, hingga membuat semua berjalan dengan cepat.
Berada di atas ketinggian 50.000 kaki di atas permukaan laut Korea Selatan. Hara akhirnya kembali ke negara kelahirannya Seoul bersama beberapa rekan kerjanya. Membutuhkan sekitar 12 jam lamanya. Langit Seoul sudah tampak gelap, sampainya pesawat di Bandara Gimpo Internasional.
Berjalan menuju pintu keluar, wajah Hara langsung tersenyum bahagia saat melihat sosok yang sangat ia rindukan selama di Paris. Sosok pria yang mengenakan jas panjang hitam sambil memegang papan yang bertuliskan,
“WELCOME TO HOME BABY HARA.”
Hara mempercepat langkahnya menghampiri Donghyuk yang sudah merentangkan tangannya, siap untuk memeluk Hara yang kini sudah resmi menjadi kekasihnya. Tampaknya dunia ini terasa milik mereka berdua hingga mereka tak memperdulikan orang-orang di sekitar mereka. Saling berpelukan dengan erat serasa tidak ingin melepaskannya. Melepas kerinduan yang tak terbendung lagi.
“Aku kangen …,” ucap Hara dengan manja.
“Aku juga … pasti capek ya, ayo kita pulang!” ajak Donghyuk sambil menatap wajah Hara yang tampak kelelahan.
Hara kembali memeluk Donghyuk. “Satu menit lagi. Tetap seperti ini, satu menit saja …,” ucap Hara.
“Orang tua kamu sudah menunggu di rumah,” ucap Donghyuk.
“Emm ….”
“Ini sudah lewat satu menit, lho!” ucap Donghyuk.
__ADS_1
“Emm ….”
Hara bahkan mengabaikan karena masih ingin lebih lama memeluk Donghyuk.