
Hari ini adalah hari Minggu. Hara berniat untuk pergi ke tempat latihannya Ha Myung. Saat dirinya sampai disana, Hara terlihat sedikit bingung, karena disana banyak sekali orang yang sibuk dengan kesibukan mereka. Hara juga melihat sekitar dan berharap bisa bertemu dengan asisten Ha Myung. Tapi ia tidak bisa bertemu. Tapi kemudian Hara melihat sekumpulan wanita yang sedang mengobrol, Hara berniat untuk bertanya pada mereka. tapi langkahnya terhenti saat mendengar mereka menyebut kan nama Ha Myung.
“Ih! Serius! Gue juga nggak mengerti. Tapi yang pasti,mereka akan segera bertunangan …”.
“Tapi bukankah, Ha myung sudah memiliki pacar?”
“Ah! Iya juga, gue juga denger-dengar dia udah punya pacar. Jadi kasihan sama pacarnya. Tapi siapa yang peduli, bukan urusan gue.”
“Ha Myung nggak bakal bisa menolak permintaannya, karena kalau dia menolak, dia tidak akan bisa bermain bola untuk selamanya.”
“Gue juga dengar-dengar setelah pertandingan ini, mereka akan pergi ke Jeju untuk mengadakan acara pertunangan …,”.
“Apa?! Serius lo!”
Hara hanya bisa terdiam saat mendengarnya, ia benar-benar tidak percaya dan mencoba untuk tidak mendengarnya. Walau raganya sudah bisa merespon otaknya. Hara tiba-tiba menjadi lemas seketika. Sambil berbalik dan menahan air matanya.
Hara pun pergi dengan mengurungkan niatnya, tidak bertemu dengan Ha Myung untuk saat ini karena dia butuh ketenangan. Tapi tak sengaja, ia malah bertemu dengan asisten pribadi Ha Myung.
“Oh! Hara, bukan?” sapanya, embuat Hara menghentikan langkahnya. “Iya benar. Hara. Halo, sata asistennya Ha Myung. Apa kau kesini ingin bertemu dengan Ha Myung …?” tanyanya.
Tanya membuat segerombolan wanita yang tadi menggosipkan Ha Myung langsung menengok ke arah Hara, dan mereka berpikir bahwa wanita itu adalah kekasihnya Ha Myung. Dan mereka sedikit merasa bersalah.
“Nggak jadi, saya tiba-tiba harus segera pergi. Tolong sampaikan pesan pada Ha Myung, aku masih mempercayainya …” ucap Hara mencoba untuk tetap kuat, kemudian merundukkan kepalanya dan pergi.
__ADS_1
Asisten Hong, merang bingung apa yang dikatakan Hara. Tapi saat melihat kerumunan wanita, ia menduga bahwa hari sudah mendengar gosip yang beredar.
***
Sesampainya di lapangan dimana Ha Myung sedang berlatih. Asisten Hong berdiri menunggu Ha myung selesai latihan. Tapi tak lama peluit tanda istirahat berbunyi dan membuat Ha Myung menghampirinya.
“Kak Ha Myung!”
Sontak membuat Ha myung menoleh, berjalan menghampiri asistennya.
Tapi kemudian tiba-tiba ponsel yang ada di tangannya berbunyi, saat melihatnya ternyata itu panggilan dari Hara, dan membutanya binggung dan panic. Sedangkan Ha Myung terlihat bingung dengan sikap aneh Hong Bin yang merupakan asistennya,
Sambil mengambil paksa dari tangan Hongbin dan mengangkatnya. “Iya, Hara. Kenapa?”.
“Ha Myung … bisakah kita bertemu?” ucap Hara dengan suara yang terdengar sedih.
***
Di Sebuah taman di tengah-tengah perkataan, tempat dimana mereka pertama kali berkencan. Harga terduduk di sebuah bangku, dengan wajah yang sangat sedih. Pikirannya saat ini benar-benar sangat kacau, berbagai pikiran negatif tentang Ha Myung terus saja terlintas di benaknya.
Ia tidak tahu lagi apa yang harus ia lakukan, bahkan ia merasa tidak ada daya untuk menjelaskannya pada Ha myung saat ia datang. harta hanya terus menghela nafas untuk menenangkan dirinya. Tapi air matanya terus menggenang di matanya yang mulai memerah, ia merasa sudah tak kuasa menahan kesedihannya.
Tapi tiba Hara mendengar suara siulan seseorang dari arah kanannya, untuk memasukkannya Hara menengok. Dan ternyata Ha Myung yang terlihat tersenyum melambaikan tangannya berjalan menuju arahnya. Dan hari pun segera mendongak untuk menghilang kan air matanya dan memejamkan matanya.
__ADS_1
Ha Myung pun sampai di hadapannya. “Hara!”
Perlahan Hara membuka kedua matanya — melihat Ha Myung sudah ada dihadapannya.
Ha Myung tersenyum. “Ada apa? Kenapa tiba-tiba minta ketemu?” tanyanya yang kemudian berjongkok agar wajahnya bisa bertatapan berjajar.
Hara masih terdiam memandangi Ha Myung.
“Ya sudah kalau begitu, sebaiknya aku duluan, ada sesuatu yang harus aku katakan padamu,” ucap Ha Myung sambil mencondongkan tubuhnya ke arah Hara dengan tatapan yang serius. “Setelah pertandingan ini, aku tidak bisa bertemu denganmu, karena ada suatu masalah, jadi selama beberapa hari aku akan pergi keluar kota …,” ucapnya membuat Hara langsung paham dengan semuanya.
“Kenapa? Apa kamu pergi ke Jeju?” ucap Hara membuat Ha Myung seketika terdiam dengan wajah terkejut tidak percaya. saat melihat ekspresi wajah Ha Myung membuat Hari semakin yakin. Sambil menghela nafas, dan mencoba menahan air matanya. “Kamu …,” ucap Hara sambil menggenggam tangan Ha Myung.
“Hara … kamu kenapa? Menangis?” ucap Ha Myung merasa tidak percaya dan bingung.
“Saat pertama kali kita bertemu dan saat kau menyakinkkanku, aku mulai percaya padamu … Bukan .. aku percaya padamu,” ujar Hara mencoba menahan isak tangisnya karena dirinya tidak ingin menjadi wanita yang lemah. “Bahkan saat inipun aku ingin mempercayaimu … tapi … sepertinya akan sulit untuk mempercayaimu,” ucap Hara.
“Maksud kamu itu apa? Kamu nggak mau aku pergi? Oh?” tanya Ha Myung yang semakin panik dan bingung, ia khawatir dengan ucapan Arin yang seakan dia sudah mengetahui kabar tentang pertunangannya, tapi itu adalah hal yang mustahil. “Aku tidak akan pergi, jika kamu mencegahku …” ucap Ha Hyung sambil membalas menggenggam tangan Hara dengan sangat erat dengan wajah yang begitu yakin.
Sambil melepas genggaman Ha Myung. “Nggak! Mulai saat ini aku tidak berhak untuk mencegahmu,” ucap Hara membuat Ha Myung tidak bisa berkata-kata karena ia mulai mengerti apa yang dimaksudkan Hara.
“Ha Myung ….” Perlahan air mata terjatuh di pipinya. “Mari kita akhiri hubungan ini, aku ingin putus.” ucap Hara membuat Ha myung terdiam lemas dengan perkataan Hara, dan membuat benar benar sedih.
“Apa?” Ha Myung tertegun tak bisa percaya akan ucapan Hara yang menatapnya dengan penuh keyakinan akan apa yang dia ucapkan.
__ADS_1
“Aku tidak bisa melakukannya lagi … dan ini adalah pilihan yang terbaik untukku dan juga untukmu … ohh .. kita akhiri saja hubungan ini,” ucap Hara dan kembali air matanya terjatuh, mencoba membujuk Ha Myung agar mau melepaskannya.
“Aku nggak mau! Aku cinta sama kamu! Aku nggak mau! Kita bisa melakukannya dari awal, akan aku selesaikan masalah ini … jadi aku mohon kau jangan seperti ini … ya … aku mohon …,.” ucap Ha Myung mencoba memohon pada Hara yang menghindari tatapannya.