
“Ya ... ampun cantik sekali, udah lama ibu nggak dapat bunga. Terima kasih ya,” ucap Ibu sambil menepuk pundak Hara yang tampak malu-malu. Dan tanpa di duga ibunya Donghyuk memeluk Hara penuh hangat.
“Ayo … Ayo … masuk, ibu udah buat banyak makanan buat kalian …,” ajak ibu mempersilahkan Hara masuk.
Dengan sungkan Hara mengikuti langkah Donghyuk dan ibunya menuju meja makan. Sontak Hara dibuat terpukau akan semua makanan yang ada di atas meja makan, ini layaknya seperti makanan kerajaan yang sering ada di drama yang ia tonton. Sangat banyak dan mewah, bahkan mana bisa beliau menyiapkan ini semua seorang diri, pasti dia sudah bekerja keras, Hara sangat terharu melihatnya. Dia mendongak menatap ibu Dongkyuk.
“Ibu nggak tau apa selera kamu, jadinya ibu buatkan yang sering Donghyuk makan, nggak apa-apa ‘kan?” tanyanya ibu takut Hara todak menyukai makanannya.
“Oh … ini saja sudah buat saya terharu, banyak sekali … pasti ibu lelah membuatnya. Terima kasih banyak.” ucap Hara sambil beberapa kali merundukkan kepalanya.
“Ibu udah biasa masak banyak, jadi nggak usah khawatir,” ucap Donghyuk sambil menggeser kursi untuk Hara yang kemudian duduk.
“Iya … walau capek, tapi ibu suka kok, jadi kamu nggak perlu khawatir,” ucapnya.
“Ayo kita makan …” ucap ayahnya Donghyuk.
“Selamat makan!”
“Makan yang banyak ya ….”
Mereka mulai menikmati makan siang bersama, walau Hara masih merasa sungkan tapi kedua orang tua Donghyuk berusaha membuat Hara agar bisa nyaman. Hara pun bisa merasakan kehangatan perlakuan kedua orang tua Donghyuk, mereka bahkan beberapa kali memberikan Hara lauk ke dalam mangkok nasinya.
“Jadi … kalian sudah merencanakan pernikahannya, mau kapan …?” tanya ayah yang tiba-tiba memulai dengan topik yang lebih serius. Sontak membuat Donghyuk dan Hara saling menoleh satu sama lain seakan sedang berbicara lewat mata mereka masing-masing.
“Sesegera mungkin. Mungkin sekitar satu atau dua bulan lagi,” jawab Donghyuk.
“Emm … begitu rupanya. Ayah setuju-setuju saja kalian mau nikahnya kapan,” ucapnya.
__ADS_1
“Kalau ibu boleh tau, Hara ini pekerjaannya apa?” tanya Ibu.
Segara Hara meletakkan sumpitnya dan menegakkan tubuhnya dengan sopan. “Saya bekerja di salah satu brand pakaian dan saya bekerja di bagian tim desain,” jawab Hara.
“Emm … apa seperti yang membuat pakaian semacamnya, begitu?” tanya ibu.
“Iya.”
“Oh … begitu rupanya.”
“Dulu ibu sering dengar cerita tentang kamu dari Donghyuk, karena kalian berteman lama. Jadi sebagian ibu sudah tau … Donghyuk bilang kamu juga cantik, ternyata kamu lebih cantik dilihat secara langsung. Wah … nggak nyangka Donghyuk bisa dapat yang cantik dan pekerja keras,” ucap ibu membuat Hara merasa malu-malu kucing.
“Tapi kalian dua-dua berkarir, ibu khawatir kalian nggak memiliki rencana untuk memiliki anak.” ucap Ibu dengan wajah sedikit murung, membuat Hara merasa tidak enak hati mendengarnya.
“Ibu,” panggil Donghyuk.
“Aku memang tidak ingin mengecewakan kalian berdua, tapi bisakah hal-hal seperti itu biarkan kami yang memutuskan. Aku hanya tidak ingin pembicaraan sepertinya memberatkan salah satu pihak.” ujar Donghyuk dengan berhati-hati dengan intonasi nada bicaranya agar tidak membuat ibunya salah paham.
Mendengar Donghyuk yang mengatakan hal tersebut sesungguh membuat Hara merasa nyaman dan merasa dihargai, tapi disisi lain ia juga merasa tak enak hati saat melihat ekspresi kedua orang tuanya Donghyuk yang sebenarnya kecewa akan ucapan anaknya tapi mereka terlihat berusaha menyembunyikan keinginan tersebut.
“Betul apa yang dikatakan Donghyuk. Bagaimanapun kita harus menghargai keputusan mereka, karena jika mereka sudah menikah, mereka berhak akan apapun yang mereka ingin putuskan. Kita sebagai orang tua cukup mendukungnya,” ucapnya mencoba menenangkan dan memberikan pengertian pada istrinya yang memang sangat menginginkan cucu. “Melihat mereka berdua bahagia, itu sudah cukup … Hara … kalau sampai Donghyuk nyakitin kamu, langsung bilang sama ayah biar saya yang kasih pelajaran buat dia,” ucap ayah pada Hara yang langsung terharu mendengar kalimat terakhir yang beliau ucapkan.
“Iya …,” jawab Hara dengan mata yang sudah berkaca-kaca tapi berusaha ia tahan.
***
Hari yang telah dinantikan bagi Hara dan Donghyuk telah tiba. Gedung aula yang mulai ramai oleh para tamu undangan dimana Donghyuk dan kedua orang tuanya berdiri di depan untuk menyapa para tamu yang datang. Berbeda dengan Hara yang menunggu di ruang khusus pengantin dimana banyak para tamu wanita yang berdatangan untuk berfoto bersama dengan Hara yang tampak begitu cantik dengan gaun putih yang membuatnya seperti seorang putri.
__ADS_1
Dibalik senyuman di setiap foto yang diambil, sesungguh Hara sangat tegang. Jantungnya berdebar dengan cepat, ia khawatir akan membuat kesalahan di hari pernikahannya. Di saat begitu banyak mata yang menyaksikan pernikahannya hari ini.
Semua tamu sudah memasuki ruang aula, acara pernikahan pun telah dimulai. Terlihat Jaehyuk, kakaknya Donghyuk yang berdiri di podium sebagai pemandu acara pernikahan adiknya.
“Baiklah. Untuk pengantin wanita dipersilahkan masuk ke dalam …”.
Pintu awal yang kemudian terbuka membuat semua mata mengarah pada pemeran utama yang tampak mulai berjalan. Hara berjalan bersama dengan ayahnya menyusuri carpet mereka menghampiri Donghyuk yang sudah menunggunya. Semua terpesona pada kecantikan Hara yang berjalan begitu anggun, hingga sampailah ia di hadapn Donghyuk.
“Donghyuk, saya persilahkan kamu untuk membuat Hara bahagia bersama kamu, ucap ayahnya Hara yang kemudian memberikan putri semata wayangnya pada pria yang dipercaya dan dicintai anaknya.
“Iya. Percayakan semua padaku.” ucap Donghyuk yang kemudian menggenggam tangan Hara untuk berdiri di hadapan pendeta yang akan menjadi pendeta.
Setelah mengucapkan janji pernikahan. Akhirnya mereka resmi menjadi sepasang suami istri dan disambut tepukan yang begitu meriah untuk Hara dan Donghyuk yang kemudian saling bertukar cincin. Donghyuk memberikan kecupan di kening Hara sebagai tanda cinta tulusnya yang kini menjadi suaminya.
Tak lupa mereka juga saling berciuman ringan di depan para tamu sebagai tanda jika mereka benar-benar telah sah menjadi pasangan suami-istri hingga membuat para tamu undangan bersorak kegirangan melihat keromantisan mereka.
Hara dan Donghyuk mulai berjalan melewati karpet sebagai seremoni. Berjalan menyapa para tamu yang menebarkan kelopak bunga ke arah mereka. Sungguh mengharukan.
Setelah perjalan panjang di antara kami … akhirnya hari ini datang …
Namun ini bukanlah akhir bagi kisah hidup kami, melainkan awal untuk menuju gerbang kehidupan yang lain ...
Hara dan Dongkyuk saling bergandengan tangan dan saling menatap satu sama lain penuh cinta.
"Aku mencintaimu Hara."
"Aku juga mencintaimu Donghyuk,"
__ADS_1
The End....