
Hari senin sudah datang, cuaca hari ini semakin dingin tanpa salju turun. Hingga saat ini memang salju belum kunjung turun, hanya beberapa kali hujan turun. Jalanan menjadi ramai orang yang lalu-lalang, sibuk untuk bekerja.
Hara baru saja turun dari Bus dan berjalan untuk sampai sekolah. Banyak sekali pelajar SMA yang berjalan. Hara merasa hari-harinya selalu ramai. Tapi ini sangat menyenangkan. Karena hari ini cukup dingin, hanya mengenakan jaket tebal, dan kaos kaki panjang untuk melindungi kakinya agar tidak kedinginan.
Berbeda dengan Donghyuk, walau sebenarnya ia tahu bahwa Hara yang berjalan di hadapannya, tapi Donghyuk merasa ragu untuk menghampiri Hara. Ia seberapa salah dan bingung, mulutnya terasa kaku untuk memanggil Hara.
Hingga akhirnya ia dikejutkan saat Hara tiba-tiba berhenti. Itu dikarenakan, Hara merasa ada yang mengganggu di belakangnya. Dengan cepat Hara membalikkan tubuhnya dan seketika membuat Donghyuk terkejut dan salah tingkah. Hara hanya terdiam karena bingung melihat sikap aneh Donghyuk yang seakan sedang berpura-pura tidak melihatnya.
Karena Donghyuk tidak menyapanya sama sekali dan melewatinya begitu saja, Hara pun kembali berbalik dan kemudian melanjutkan langkahnya. “Dia itu kenapa sih?” tanya Hara, heran.
***
Sesampainya mereka di lapangan indoor bola basket, Donghyuk menyuruh Hara duduk dibangku penonton bersama dirinya. Hara masih terlihat bingung, apa yang sebenarnya dipikirkan Donghyuk yang terlihat biasa saja.
“Kenapa kita kesini ..?” tanya Hara.
Sambil mengambil sesuatu di saku jaketnya. Kemudian mengeluarkannya pada Hara. “Ini …”.
Hara terdiam beberapa saat sambil memandangi sebungkus roti dan botol yogurt. “Ini apa?” tanya Hara sambil melihat ke arah Donghyuk.
“Lo nggak tau ini apa? Roti sama yogurt, tau!!” ucap Donghyuk.
Hara hanya menghela nafas heran dengan wajah yang sangat menyebalkan itu, dirinya pun tau bahwa itu roti dan yogurt. Namun yang tidak ia mengerti adalah al;asana kenapa tiba-tiba Donghyuk memberikan ini padanya.
Tiba-tiba Donghyuk beranjak dari tempat duduknya berjalan kelapangan.
“Mau ngapain?” tanya Hara.
“Bermain. Udah lama nggak main basket.” jawab Donghyuk dan melanjutkan langkahnya. Hingga ia sampai di tengah lapangan.
__ADS_1
“Cepat makan ...!” ucap Donghyuk.
Dong Hyuk mengambil satu bola basket dan ia mulai memantul-mantulkan bola. Ia mendribling bola tersebut, dan mengshotnya kedalam keranjang dan menciptakan point.
Sontak Hara terkejut melihat Donghyuk dengan mudah memasukan bola kedalam ring dari jarak yang jauh. tidak percaya. “Wahh ….!! Keren!! Lo masukin bola dari jauh!! “ puji Hara yang membuat Donghyuk langsung bergaya sok keren di depannya.
“Siapa dulu, gue …!!.” ucap Donghyuk yang menyombongkan dirinya dan kemudian ia melakukan hal itu lagi hingga beberapa kali.
Saat melihat Donghyuk bermain dengan begitu mudah membuat Hara tergerak ingin mencoba bermain basket. Walau sesungguh ia bahkan tidak pernah memegang bola basket.
“Gue juga mau!! ajarin gue …,” ucap Hara sambil menunjuk ke arah bola yang di pegang Donghyuk
“Lo mau coba?” tanya Donghyuk, sambil kembali ngeshoot bola kedalam ring.
“Eung!!”
Kemudian Hara langsung meletakkan roti dan yogurt di atas bangku — turun kebawa — berlari kecil menghampiri Donghyuk. Hara begitu bersemangat saat melihat bola tersebut, membuat DOnghyuk yang melihatnya benar-benar dibuat gemas.
“Coba lo masukin bola!” ucapnya sambil menunjukkan ke arah ring.
Hara terdiam beberapa saat sambil memandangi ring yang menjuntai tinggi di hadapannya. Hara merasa sedikit ragu.
Dengan langkah ragu, Hara melangkahkan diri dan berdiri tepat di belakang Dong Hyuk berdiri. Hara terdiam beberapa detik, kemudian memasang tiang ring dan bola. Ia menghela nafas untuk mengurangi rasa gugup. Hara mengambil ancang-ancang. Ia memegang bola dengan sangat erat, dan kemudian ia mengangkat kedua tanganku ke depan wajahnya. Dan kemudian ia melompat dan melempar bola tersebut ke arah ring.
Hara memejamkan matanya.
Dong Hyuk terlihat serius.
Bola tersebut tidak masuk kedalam ring.
__ADS_1
Dong hyuk tertawa terbahak-bahak melihat apa yang dilakukan Hara begitu lucu.
Hara yang perlahan membuka matanya dan mendengar suara Donghyuk yang tertawa dengan kata-kata yang meledek, membuat Haranya jengkel. Ia hanya bisa terdiam karena malu.
Dong Hyuk masih tertawa tapi ia mencoba untuk menghentikan ketawanya, latran melihat raut wajah Hara yang tampak kesal karena nya. Donghyuk bergegas mengambil bola basket itu sebelum Hara benar-benar marah. Main bola tersebut langsung direbut oleh Hara yang kemudian kembali mencoba memasukkan bola kedalam ring walau dirinya kembali gagal.
Saat melihat Hara terus berusaha memasukkan bola tersebut kedalam ring, Donghyuk pun terdiam dan tersadar bahwa saat ia tertawa, ia telah membuat Hara sakit hati. Donghyuk merasa bersalah dan tidak enak hati.
Hara terus mencoba memasukkan bola kedalam ring, tapi bola itu tidak masuk-masuk. Hara merasa sangat kesal kenapa ia tidak bisa melakukannya. Hara kembali bersiap-siap untuk melempar. Tapi kemudian Donghyuk langsung berdiri di belakang Hara dan memegang kedua tangan Hara yang seketika membuatnya terkejut.
“Biar aku kasih tau. Kalau mau bola itu masuk, lo harus tenangkan jangan tergesah-gesah dan konsentrasi ..” ucap Donghyuk yang merendahkan nada bicaranya karena rasa bersalah. Kedua tangan Donghyuk membantu Hara untuk memposisikan bola yang benar agar bisa masuk ke dalam ring.
“Konsentrasi … Lempar!”
Dan kemudian Hara melemparkannya. Hingga akhirnya bola tersebut masuk dan seketika membuat Hara terkejut tidak percaya akhirnya ia bisa melakukannya. Hara bersorak kegirangan — membalikkan ke arah Donghyuk yang memberikan tanda untuk melakukan high five.
“Gue bisa …!! Yeah …!!
“Iya ‘kan … harus sabar dan konsentrasi …” ucap Donghyuk mencoba untuk tetap bersikap santai walau sebenarnya saat ini jantung berdebar dengan sangat cepat saat ia melakukan high five dan Hara menggenggam tangannya dengan begitu erat.
***
Sepanjang pelajaran terakhir. Donghyuk tak bisa melepaskan pandangannya menatap Arin dari belakang. Sungguh aneh dengan dirinya saat ini. Jantung tidak mau berhenti berdebar. Bagaimana bisa dirinya tergoyahkan hanya karena Hara menggenggam tangannya. Itu sungguh hal yang tak masuk akal.
Sesekali Donghyuk mengalihkan pandangan ke arah lalin saat melihat Hara menengok ke arah belakang. Sungguh tidak biasanya ia menjadi gugup hanya karena diam-diam melihat Hara. Donghyuk mencoba memikirkan hal ini dengan matang-matang. Namun tidak ada jawaban yang terlintas dalam pikirannya.
Saat Donghyuk kembali mencoba melihat ke arah Hara dengan spontan Donghyuk langsung panik saat mengetahui jika Hara juga menatapnya. Rasanya seperti sedang tertangkap basah sedang mencuri. Donghyuk menjadi salah tingkah dan tidak lagi berani melihat ke arah Hara.
Disisi lain Hara merasa bingung dengan sikap aneh Donghyuk yang seakan sedang menghindarinya. Padahal dirinya tidak melakukan apa-apa tapi Donghyuk menghindari tatapan matanya. Hanya bisa menggelengkan kepalanya akan ketidak jelasan sikap Donghyuk. Hara kembali fokus pada pelajaran.
__ADS_1