
Sesampainya di halte bus Hara kembali melihat jam di ponselnya untuk memastikan dirinya tidak terlambat. Menengok ke kanan dan kiri, karena bus tak kunjung datang. Tapi seketika hanya terdiam beberapa saat, saat melihat Donghyuk sedang tertidur di dalam. Kemudian ia masuk kedalam bersama dengan beberapa pekerja kantoran. Karena bus penuh, terpaksa Hara harus berdiri dan berdempet-dempetan dengan orang-orang.
Sekitar dua menit menunggu, akhirnya bus pun datang. Hara hanya bisa menghela nafas saat melihat bus yang penuh dengan orang. Dirinya yang tak memiliki pilihan dan bersabar menahan gempuran orang-orang banyak. Hara mencoba menyelinap lebih ke dalam dengan tubuhnya yang kecil. Hara menghentikan langkahnya tepat di depan sebuah bangku bus.
Tidak sangka ternyata ia berdiri tepat di depan Donghyuk yang sedang tidur nyenyak di keadaan yang serunyam ini. Sungguh luar biasa. Hara hanya bisa menggelengkan kepala karena tidak percaya ada orang yang bisa tertidur dalam keadaan seperti ini.
Tapi tiba-tiba dengan mengejutkan, bus berhenti mendadak sehingga membuat para penumpang terkejut. Dan secara tidak sengaja, Hara langsung terjatuh di pangkuan Donghyuk saat bus yang tiba-tiba berhenti secara mendadak. Sontak Donghyuk membuka matanya dan terbangun dari tidurnya
Mereka saling bertatap satu sama lain karena terkejut. Kemudian Hara dengan reflek berdiri dan mereka terlihat salah tingkah. Sedangkan orang-orang yang didalam berkerut karena sopir bus yang berhenti mendadak. Sopir itu menjelaskan situasi yang terjadi.
Tapi sekarang Hara dan Donghyuk berada di dalam situasi yang sangat canggung. Mereka beberapa kali melirik dan mereka masih malu dan tidak berani. Hara mencoba menghindar dengan menyingkirkan dirinya ketempat yang lain, tapi tiba-tiba yang mengejutkan. Donghyuk menggenggam tangannya dan membuat Hara terdiam sambil memandangi tangannya dan kemudian melirik ke arah Donghyuk.
“Duduk saja disini …!” ucap Donghyuk sambil berdiri dan mendorong Hara hingga terduduk dibangku kosong itu. Hara terdiam dan tidak mengatakan apapun. Dong Hyuk berdiri dihadapannya saat ini, mereka hanya terdiam satu sama lain. Donghyuk mencoba bersikap biasa agar tidak terlihat canggung.
Tapi tidak dengan Hara. Rasanya masih sangat canggung berada di dekat Donghyuk. Masalah antara dirinya dengan Donghyuk seakan menghadapi jalan yang tidak jelas. hanya saja perubahan sikap Donghyuk seakan sedang mencoba memperbaiki hubungan mereka yang sempat merenggang. Walau ekspresi wajahnya masih masam, tapi Hara bisa merasakan sikap baik Donghyuk terhadap dirinya.
Mereka sudah turun dari bus, berjalan saling berjauhan seperti orang asing. Hara berjalan di depan Donghyuk yang berjalan di belakangnya. Donghyuk terus saja memandangi Hara dari belakang. Jika mengingat kembali sikap kekanak-kanakannya yang tiba-tiba mengabaikan Hara tanpa alasan membuat Donghyuk merasa malu berhadapan dengan Hara. Namun dirinya juga tidak bisa mengatakan maaf dengan mudah. Benar. Dalam hal ini Hara sungguh tidak memiliki kesalahan apapun terhadapnya. Kedekatan Hara dengan Taeil adalah di luar kuasanya.
Donghyuk mencoba memberanikan dirinya untuk kembali memulai hubungan yang baik terhadap Hara. Ia mulai mempercepat langkahnya menyusul Hara. Hingga ia bisa menyamakan langkahnya dengan Hara yang sontak menoleh bingung ke arahnya.
Mereka masih canggung satu sama lain, tidak tidak tahu bagaimana caranya untuk memulai sebuah pembicaraan.
“Perut lo nggak apa-apa?” tanya Hara mencoba memulai pembicaran walau setengah mati ia menahan rasa canggung.
“Memangnya kenapa?” tanya Donghyuk.
“Semalam ‘kan lo makan banyak banget. Atau … memang itu porsi lo makan?’ tanay Hara.
__ADS_1
“Emm … gue memang makannya banyak. Lo nya aja yang makannya terlalu sedikit,” ucap Donghyuk yang mulai bisa mencairkan suasana.
“Siapa bilang, aku makannya juga banyak. Lo aja yang terlalu berlebihan. Sekarang gantian dong, lo yang traktir gue …,” ucap Hara.
“Emangnya lo mau apa?’ tanya Donghyuk.
“Serius gue di traktir?” tanya Hara yang tak percaya akan ucapan Donghyuk.
“Iya … sebagai permintaan maaf karena sikap gue belakangan ini,” ucap Donghyuk mencoba menghindari kontak mata dengan Hara yang tampak menatapnya dengan penuh binar.
“Cih!! Akhirnya sadar juga. Emm … kalau begitu, pasta! Aku tau restoran pasta yang baru saja buka, katanya banyak yang bilang makanan disana enak-enak. Gimana kalau kita kesana?” tanya Hara.
“Ya sudah, kalau gitu.”
“YES!! Berarti pulang sekolah kesana?”.
“Emm …” Angguk Donghyuk.
“Nggak! Mereka banyaknya terlalu banyak, uang jajanku nggak cukup.” tolak Donghyuk dengan cepat, lantaran dirinya hanya ingin makan berdua saja. Masalah uangnya tidak cukup itu hanyalah sebuah alasan.
“Ahh … oke!”.
***
Sesuai dengan janji yang di ucapan Donghyuk tadi pagi. Mereka berdua benar-benar pergi ke sebuah restoran pasta yang baru saja buka hingga membuat antrian yang cukup panjang. Sesungguhnya Donghyuk sangat tidak menyukai hal-hal yang menunggu seperti ini. Namun karena Hara sangat ingin makan di tempat ini dirinya mengalahkan egonya untuk kesenangan Hara.
Hampir satu jam mereka mengantri, akhirnya mereka mendapatkan tempat duduk setelah seorang pegawai restoran mengantarkan mereka ke sebuah meja. Semua meja restoran penuh dengan pengunjung yang terlihat menikmati makanan mereka.
__ADS_1
“Ini buku menunya, silahkan …” ucap seorang waiters wanita yang sangat ramah sambil menuangkan minuman di gelas Hara.
Kedua mata Hara lantas terbelalak saat melihat daftar harga yang ada di buku menu. Harga yang sangat mahal, tidak cocok untuk seorang pelajar. Karena makananya yang paling murah yaitu sup cream seharga 200 ribu. Hara hanya bisa menelan ludah, gemetar tak kuat melihat harga.
“Lo mau makan yang mana?” tanya Donghyuk dengan santainya. “Disini menu apa yang paling populer?” tanya Donghyuk.
“Ada Pesce Pasta, dia bahan dasar saus nya terbuat dari tomat dan terlihat mirip dengan jjampong. Lalu ada Rose Beef Risotto, dua menu ini sangat populer.” ucapnya.
“Gimana? Mau pesan apa? Lo sukanya yang mana?” tanya Donghyuk.
Hara mencoba mendekatkan wajahnya sambil menutup dengan buku menu agar tidak terlihat oleh waiters jika ia ingin mengatakan hal, “Kayak kita nggak usah makan di sini deh. Harganya mahal banget … ayo kita pergi!” bisik Hara.
Donghyuk hanya bisa tersenyum menahan tawa melihat tingkah menggemaskan Hara yang tampak panik karena melihat harga makanan di sini.
“Nggak apa-apa … duit aku banyak, jangan khawatir.” bisik Donghyuk.
“Kalau begitu kami pesan dua menu tadi sama Myeongran Oil Pasta. Minumannya cola saja …,” ucap Donghyuk sambil menutup buku menu tersebut.
Hara masih panik melihat Donghyuk yang memesan menu dengan harga yang sangat mahal. Dirinya merasa tak enak hati karena membawa Donghyuk ke tempat seperti ini.
“Baiklah. Kalau begitu mohon ditunggu pesanannya …,”
“Iya. Terima kasih.”
Setelah waiter itu pergi. Hara hanya bisa menghela nafas bersalah pada Donghyuk, rasanya hari ini ia seperti sedang merampok uang saku Donghyuk selama tiga bulan.
“Lo yakin makan sebanyak itu? Harganya mahal banget tau …” tanya Hara.
__ADS_1
“Iya. Nggak usah khawatir. Uang jajan gue masih ada sisa banyak. Jadi nggak usah mikir yang aneh-aneh, cukup dengan menikmati makannya, oke?!” ucap Donghyuk.
Hara hanya bisa mengangguk pasrah.