
Donghyuk hanya bisa diam. Karena ini caranya ingin menunjukkan pada Hara jika ia juga bisa dekat dengan wanita lain, jika ia bisa menghilangkan perasaannya terhadap Hara dengan mengencani wanita lain. Dengan begitu ia bisa melupakan Hara yang bahkan tidak peduli dengannya.
“Siapa yang nembak?” tanya Jongil.
“Gue. Gue yang duluan nembak dia dan langsung diterima. Kita juga udah ciuman.” ucap Haram yang kembali membuat Jongil dan Dal Po begitu heboh dengan ucapan Haram.
“Woooo ….!!! Baru sehari udah main cium ciuman aja … cepet amat lo Donghyuk!!” ucap Jongin.
BRAKK!
Kesal dengan kehebohan Jongin dan Dalpon membuat Eunsun semakin kesal hingga menggebrak meja.
“Bisa nggak? Nggak berisik? Kita lagi makan!” ucap ketus Eunsun sontak membuat Jongin dan Dal Po menciut ketakutan.
Mereka mulai menjadi tenang dan melanjutkan makan siang mereka.
“Kamu yang namanya Hara ‘kan?” tanya Haram.
Sontak membuat Hara melihat ke arahnya.
“Iya …,”.
“Ahh … sudah duga duga. Sebenarnya gue udah udah merhatiin lo sejak lama. Di antara kalian bertempat lo yang paling dekat dengan Donghyuk. Jadi gue pikir kalian pacaran, tapi ternyata gue salah.” ucap Haram dengan wajah yang tersenyum tapi menyimpan sisi licik di dalamnya.
“Maksud dia apa ngomong gitt!” bisik Eunsun kesal, tapi Yongsoo berusaha menahan.
“Gue ini orang nggak cemburuan. Bukannya mau misahin pertemanan kalian, lo nggak ada perasaan ‘kan, sama Donghyuk?” tanya Haram.
Hara terdiam dalam amarah yang tertahan di dalam, sebisa mungkin Hara mengendalikan wajahnya tetap tenang karena dirinya tahu maksud terselubung Haram mengatakan hal itu pada dirinya. “Lo nggak usah khawatir. Kita cuman teman.” ucap Hara dengan tenang.
“Makasih buat perhatiannya. Jadi tolongnya kalian jaga jarak dari Donghyuk …,” ucap Haram sambil merangkul Donghyuk dengan manja.
Rasanya marahan Eunsun sudah sampai ke ubun-ubun kepalanya melihat tingkah licik Haram yang tampak memang sengaja melakukan itu pada Hara. Begitu juga dengan Yongsoo dan Hyerin yang tak berhentinya menatap sinis ke arah Haram. Mereka tidak percaya jika Haram lebih licik dibanding yang mereka kira.
KRETT!!
__ADS_1
Hara beranjak dari tempat duduk. “Kalau begitu gue duluan. Silahkan menikmati makan siang kalian,” ucap Hara yang kemudian pergi sambil menatap sinis ke arah Donghyuk.
Begitu juga dengan ketiga temannya yang langsung menyusul Hara meninggalkan meja makan.
“Kita juga pergi!”.
“Loh! Loh! Loh! Kok pada pergi sih!!”.
***
Hara dan ketiga temannya pergi ke tempat seluncur es atau disebut dengan Ski. Musim dingin tidak akan lengkap jika tidak bermain seluncur es. Mereka mengenakan pakaian sesuai standar yang sudah ditentukan. Membawa peralatan yang ia ambil di bagian peralatan. Terlihat banyak orang yang datang. Hamparan es putih di depan mata. Menaiki lift untuk bisa sampai bukit.
Mereka tampak bersenang-senang walau di antara mereka berempat hanya Yongsoo yang pandai bermain ski. Hara dan Eunsun berusaha untuk memperhatikan Yongsoo yang sedang mengajari mereka tentang dasar-dasar permainan. Seperti bagaimana mereka bisa meluncur cepat, lambat dan diajarkan cara untuk berhenti.
Mereka kagum saat melihat Yongsoo yang meluncur dengan gaya dari atas bukit. Sedangkan Hyerin tampak berusaha untuk mengikuti Yongsoo, walau belum sehandal temannya itu tapi ia tampak lebih berusaha di bandingkan Hara dan Eunsun yang datang hanya untuk bermain lempar bola es.
Saat Hara dan Eunsun sedang bercanda dibawah menunggu Hyerin dan Yongsoo yang sedang menaiki bukit untuk meluncur. Tiba-tiba dari kejauhan mereka dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang tidak terduga.
“Hara!!!”
“Kenapa mereka ada disini sih?” tanya Eunsun jengkel.
“Sudah abaikan saja!” ucap Hara sambil membalikkan pandangannya.
“Apa kita pergi ke tempat lain saja?” tanya Eunsun.
Namun tampaknya mereka sudah terlambat untuk pergi karena mereka datang lebih cepat.
“Kalian datang kesini juga. Wah … kebetulan sekali …,” ucap Haram yang berusaha untuk bersikap baik walau sebenarnya ia tahu jika dua cewek yang berdiri di hadapannya itu tidak menyukai ia menjadi pacar Donghyuk.
“Haha … iya juga.” ucap Eunsun terpaksa menyahut omongan Haram sebagai tanda sopan santun
“Kalian bisa bermain ski?” tanya Haram.
“Nggak.” jawab Eunsun.
__ADS_1
“Mau aku ajari?” tanya Haram dengan senang hati.
“Nggak perlu kami datang kesini cuman mau bersenang-senang,” tolak Eunsun.
“Ahh … begitu ya. Ya sudah kalau begitu kami pergi. Ayo …” ajak Haram pada Donghyuk yang hanya diam saja sejak berhadapan dengan Hara yang bahkan tidak melihat ke arahnya.
Saat sedang bersenang-senang di bawah bersama ketiga temannya karena sudah lelah untuk naik ke atas bukit mereka hanya bermain layaknya sekumpulan anak kecil. Kesenangan mereka berhenti saat Haram yang tiba-tiba datang setelah meluncur dari atas. Bersikap seolah-olah mereka akrab.
“Kemana Donghyuk?” tanya Eunsun dengan sinis.
“Ahh … dia masih diatas, itu lagi meluncur,” ucao Haram.
Namun tiba-tiba sebuah tragedi yang tidak diduga-duga terjadi. Seorang yang sedang meluncur dari atas bukit tampak panik saat dia tidak bisa menghentikan dirinya sendiri hingga berteriak pada setiap orang yang ada di depannya.
“SEMUA MINGGIR!! MINGGIR!!”
Namun dia meluncur begitu cepat tepat ke arah Arin dan Haram. Haram dengan mudah bisa menghindar tapi tidak dengan Arin yang kesulitan menggerakkan kakinya. Hingga akhirnya tabrakkan pun tidak terhindari.
Arin dan peseluncur itu tersungkur hingga membuat orang-orang disana memperhatikan kejadian tersebut. Haram juga ikut terkena tapi tidak separah Arin yang ikut terlempar. Yongsoo langsung berlari menghampiri Hara karena dia yang bisa bergerak dengan bebas. Namun terlihat Donghyuk yang lebih cepat datang menghampiri Hara.”Hara … Hara …! Lo nggak apa-apa? Hara!” saut Donghyuk mencoba menyadarkan Hara yang terlihat tidak sadarkan dirinya walau matanya tetap terbuka.
Tak lama Yongsoo pun menyusul Hara.
“Hara …! Lo nggak apa-apa?” tanya Yongsoo panik mencoba membangunkan Hara.
Karena kedua matanya tidak terlihat fokus, mungkin karena terlalu syok. Perlahan Hara mulai kembali sadar sambil menggeleng-gelengkan kepalanya yang terasa sakit.
“Hara … lo nggak apa-apa ‘kan?” tanya Yongsoo bersamaan dengan datangnya Eunsun dan Hyerin.
“Gimana …? Dia nggak apa-apa?” tanya Eunsun.
“Nggak kok, gue nggak apa-apa …,” jawab Arin.
“Gimana nggak apa-apa liat siku lu berdarah …!!” ucap Yongsoo.
“Ahh .. pantesan perih!” ucap Hara sambil terkekeh karena tidak ingin mengkhawatirkan teman-temannya.
__ADS_1
Namun disisi lain terlihat Haram yang terdiam menatap ke arah Donghyuk yang bahkan tidak menghampirinya saat ia juga ikut terluka akan tragedi tabrakan tadi. Rasanya sungguh tidak adil jika semua perhatian hanya tertuju pada cewek biasa itu. Bahkan kekasihnya saja lebih memilih mengkhawatirkan Hara dibandingkan dirinya.