
“Ya … nggak ada apa-apa, Ah! Apa lo lebih suka kalau gue jadi orang jail buat lo. Oke … mulai besok gue bakal jadi Donghyuk yang jahil.” ucap Donghyuk.
“Bukan itu maksud gue!! Maksud gue itu …”.
Baru saja Hara ingin mencoba menjelaskan kalimatnya Donghyuk tiba-tiba memotong ucapannya. “Udah sana masuk! Dingin tau!! Lihat kaki lo udah menggigil kedinginan. Gue pergi, bye!!” ucap Donghyuk yang kemudian berjalan pergi begitu saja meninggalkan Hara yang masih merasa ada yang mengganjal dalam pikirannya.
Hara terdiam melihat Donghyuk yang berjalan semakin jauh. Bahkan dirinya belum sempat untuk mengucapkan terima kasih karena sudah mengantar dirinya di cuaca yang sangat dingin ini. Hara melangkah masuk ke dalam rumahnya saat sosok Donghyuk sudah tidak terlihat ladi.
***
“Aku pulang!!” sahut Donghyuk sambil melepas sepatunya setelah masuk kedalam rumah.
Seorang wanita yang sedang menenangkan apron menghampirinya. “Udah pulang …” ucapnya.
Wanita itu adalah kekasih kakaknya yang sedang tinggal di rumah kakaknya. Donghyuk memang tinggal satu atap dengan kakaknya karena kedua orang tuanya tinggal di pedesaan. Wanita itu bernama Im Yoona. Bukan Im Yoona member SNSD. Dia kekasih kakaknya yang bernama Kim Jaehyuk yang merupakan seorang jaksa penuntut umum.
Donghyuk baru saja menjadi kurir pengantar berkas ke untuk kakaknya, itu sebenarnya ia tak sengaja bertemu dengan Hara tadi.
“Kakak lagi buat apa?” tanya Donghyuk sambil berjalan masuk ke dalam.
“Ibuku mengirimkan banyak lauk, lagi diberesin aja. Ah … kamu mau apple?” tanya yang kembali berjalan ke dapur.
“Nggak usah, perut aku udah kenyang. Kau masuk kamar ya …” ucap Donghyuk sambil berjalan ke kamarnya.
__ADS_1
Ia langsung menghempaskan tubuhnya ke kasur. Memang kamar tempat yang paling nyaman dan hangat. Setelah begitu lama berada di luar, tubuhnya menjadi kedinginan. Donghyuk menyelimuti tubuhnya setelah melepas jaket tebal yang ia gunakan saat di luar.
Membuka ponselnya, bermain instagram karena bosan. Kemudian Donghyuk terkejut saat melihat sebuah pemberitahuan jika akun yang bernama @Hara_97 mem follow akun instagram miliknya. Seketika Donghyuk terlihat senyuman di wajah Donghyuk dan segera menekan follback untuk Hara. Rasa penasaran mulia muncul dalam benaknya. Jarinya mulai bergerak untuk melihat isi profil instagram milik Hara.
Terlihat postingan foto-foto wajah Hara yang terlihat sangat menggemaskan. Bukanya hanya ada foto dia saja, bahkan ia juga memfoto kucing jalanan dan pemandangan. Sebuah sisi baru dari Hara yang ia ketahui saat ini. Kemudian ia kembali menggesernya kebawah, ternyata foto Hara bersama teman-temannya. Saat melihat senyum Hara, ia merasa bahwa Hara memiliki senyum yang masih dan tulus. Matanya juga sangat indah. Donghyuk terus memegang salah satu foto Hara yang sedang selca sendiri. Tapi tiba-tiba jantungnya berdebar-debar, Donghyuk merasa bingung dan tidak percaya. kenapa jantung tiba-tiba berdebar.
Perasaan ini sama seperti saat ia berada disamping Hara. Entah apa yang terjadi, tapi belakangan ini jantungnya selalu berdebar-debar. Begitu juga saat ini. ia pun langsung mematikan ponselnya dan membuangnya ke sofa.
Donghyuk mengelus dadanya yang tak berhenti berdegup cepat, ia menghela nafas berkali-kali. Ia memikirkan apa yang terjadi padanya. Ia pun berfikir untuk bertanya pada kakaknya. Sambil meraih ponselnya, Donghyuk berjalan menghampiri pacar kakaknya yang sedang bersantai di ruang tengah menonton televisi.
“Kak Yoona sibuk?” tanya Donghyuk.
“Nggak. Kenapa?” tanya sambil menoleh ke arah Donghyuk yang tampak terdiam membeku di depan pintu kamarnya. “Wajah kamu kenapa? Kayak abis lihat sesuatu? Kenapa …? Kamu lagi suka sama cewek ya …?” tebaknya
“Iyalah, muka kamu itu gampang ditebak. Sini duduk! Ceritakan semua pada kakakmu ini …,” ucapnya sambil menepuk sofa memberikan sebuah isyarat agar Donghyuk duduk di sampingnya. Tanpa pikir panjang seperti anak kecil, Donghyuk langsung duduk di depan calon kakak iparnya.
“Jadi … siapa …?” tanyanya.
“Sebenarnya, ada seorang gadis polos. Dia juga bodoh, keras kepala, sangat kekanak-kanakan, dan kalau dilihat-lihat dia itu sama sekali bukan tipe aku,” ucap Donghyuk.
“Lalu …?”.
“Tapi … saat aku bersamanya, aku selalu membuatnya sedih dan marah, tapi sumpah! Aku sama sekali nggak berniat kayak begitu sama dia, yah … aku cuman merasa senang mengganggunya. Aku ini kenapa ya …?” tanay Donghyuk dengan wajah yang murung.
__ADS_1
“Apa dia gadis yang imut?” tanyanya.
“Iya … kayak anak kecil aja,” ucap Donghyuk.
“Kalau kamu terus melakukan hal itu, lama kelamaan dia bakal nggak suka dan sirih sama kamu.” ucapnya seketika menusuk Donghyuk.
“Apa …?”.
“Para gadis itu memang suka bercanda dengan cowok, tapi jika terus dijahili dia akan mikir. ‘Ini orang kayaknya benci banget deh sama gue.’, ‘Ah … kayaknya dia cuman anggap gue sebatas teman,’ kurang lebih seperti itu. Pikiran cewek itu sangat rumit. Berbeda dengan cowok. Kalau kamu suka, kasih dia perhatian lebih … dia pasti bakal mikir dan bertanya-tanya. Saat itu juga pendiriannya bakal mulai goyah …” ungkap Yoona.
“Aku udah coba hal itu, tapi kayaknya dia nggak peka,” ucap Donghyuk.
“Apa dia menyukai cowok lain? Biasanya cewek bisa bersikap ramah, baik, friendly ke setiap cowok saat dia sudah memiliki seseorang yang spesial. Cewek bakal berubah menjadi sosok yang pemalu, jaim dan nggak banyak tingkah saat berada di dekat orang yang dia sukai. Huff … bagaimana ini … kayaknya adik aku ditolak seorang cewek …” ungkapnya sambil mengelus kepala Donghyuk karena merasa kasihan.
Donghyuk hanya bisa menghela nafas resah, dirinya tidak memiliki kesempatan saat ia memikirkan kedekatan Hara dan Taeil.
“Jangan sedih, kamu bisa kok ambil hati dia. Yah … tapi bakal butuh waktu yang lama … dan sulit. Tapi kakak yakin kamu bisa mengambil hati cewek itu,” ucapnya sambil memberikan senyuman penyemangat.
“Lihat kakak kamu, dulu itu kami musuh. Tapi dengan perjuangan dia akhirnya bisa meluluhkan aku, jadi yang perlu kamu lakukan bekerja keras dan berikan effort untuk dia yang lebih daripada yang diberikan cowok spesial yang ada di hati cewek itu. Kakak yakin, dia pasti bakal goyah … semangat!!”. ucapnya sambil menepuk punggung Donghyuk sebagai tanda penyemangat darinya.
Donghyuk tampak termenung sedih setelah mendengarkan pendapat dari kakak perempuannya yang sudah dipastikan tidak beda jauh dengan apa yang ada di pikiran Hara saat ini.
“Ah … makan dulu,” ucapnya sambil menyukai Donghyuk sepotong apel segar.
__ADS_1
Seperti anak kecil yang penurut, Donghyuk hanya membuka mulutnya dan mengunyah apel tersebut dengan wajah yang masih tampak murung dan putus asa.