Cinta Itu Apa, Sih?

Cinta Itu Apa, Sih?
Hubungan Yang Retak


__ADS_3

“Eh! Donghyuk! Pacar lo itu …” ucap Hyerin sambil menunjuk ke arah Haram yang terlihat berdiri diam seperti patung dengan aura marah yang begitu besar.


Lantas Donghyuk baru menyadarinya bahkan ia melupakan keberadaan Haram karena mengkhawatirkan Hara. Tidak ingin membuat Haram salah paham, Donghyuk pun mulai berjalan menghampiri Haram.


“Kamu nggak apa-apa?” tanya Donghyuk yang sudah berdiri di hadapan Haram yang langsung menepis tangannya dengan tatapan penuh kekecewaan. Donghyuk menyadari kesalahannya, tapi itu hanya spontanitas dari tubuhnya yang bergerak begitu saja tanpa bisa dikendalikan. Namun hal telah menyakiti perasaan Haram yang merupakan kekasihnya, orang yang seharusnya ia prioritaskan.


***


Suasana menegang antara Donghyuk dan Haram saling berhadapan di sebuah cafe untuk menghangatkan tubuh mereka dengan segelas minuman hangat.


Ini bukan pertama kalinya Donghyuk membuatnya merasa kecewa tapi ini sudah terjadi beberapa kali selama ia berpacaran. Awalnya mungkin Haram hanya mengira itu sebuah kebaikkan terhadap seorang teman. Namun mata tidak bisa berbohong. Sosok Hara begitu spesial di mata Donghyuk bahkan sebelum ia berpacaran. Sungguh hal mengejutkan saat Donghyuk menerima pengakuan cintanya saat itu. Sudah atau sejak awal hati Donghyuk bukan untuknya tapi kenapa dirinya memaksakan, sudah jelas dirinya hanya sebuah mengalihkan perasaan Donghyuk yang tak terbalaskan oleh Hara.


“Lo suka ‘kan sama Hara?” tanya Haram memberanikan dirinya mengatakan hal jujur agar tidak jauh lebih terjatuh karena perasaan bodoh ini. Liat. Sikap diam Donghyuk, melihatnya saja sudah jelas jawab yang ada di benak cowok itu. “Lalu kenapa kita pacaran? Kenapa lo terima pengakuan cinta gue? Sial … Br_ngs_k …!” ucap Haram yang sudah tidak tahan lagi untuk berkata kasar.


“Maafkanku … nggak. Jangan maafkan aku, kamu boleh menyumpahi aku atau memukulku sampai kamu lebih baik.” ucap Donghyuk dengan pasrah.


“Dasar cowok br_ngs_k …! Anjing tau nggak!!” uca Haram.


“Lalu apa kita putus saja?” tanya Donghyuk.


“Iya. Lebih baik kita putus. Gue sumpahin lo nggak bakal dapat cinta dia selamanya! Camkan itu!” ucap Haram dengan seluruh amarahnya.

__ADS_1


Haram beranjak dari tempat duduk bersama dengan kedua matanya melihat ke datangan Hara dan ketiga temannya yang baru saja masuk ke dalam kafe. Terlintas sebuah ide licik untuk mengabulkan sumpahnya pada Donghyuk. Ini adalah timing yang sangat pas untuk melakukan nya. Haram masih terdiam dengan tatapan mata yang tak lepas menatap ke arah Hara yang berjalan ke arahnya.


“Hya! Kim Donghyuk!!” sahut Haram sambil melihat ke arah Donghyuk yang mendongakkan kepalanya melihat ke arah Haram bersamaan dengan Hara yang hanya tinggal beberapa langkah lagi berjalan melewatinya.


Tepat saat Hara berada di berjalan di sampingnya dengan cepat Haram langsung memberikan sebuah ciuman ringan sebagai pembalasan dendam atas perbuatan Donghyuk terhadap dirinya. Ciuman yang bahkan tidak memiliki perasaan apapun. Seketika kedua mata Donghyuk terbelalak melihat apa yang dilakukan Haram dengan mata yang terbuka — menatap sinis ke arahnya.


Rencana Haram benar-benar sukses membuat Hara dan ketika temannya sangat terkejut melihat kejadian yang hanya berlangsung dalam 5 detik tetapi terasa seperti 5 menit. Hara benar-benar seperti terpukul dari belakang saat menyaksikan secara langsung dari jarak yang dekat, Donghyuk dan Haram berciuman. Perasaan menyakitkan yang tidak bisa dikatakan sontak Hara langsung membuang pandangannya sebelum Donghyuk melihatnya.


Haram langsung menjauhkan dirinya dari Donghyuk — menyeringai puas dengan tatapan sinis.


“Lo udah gila ya?” ucap Donghyuk yang sangat shock dengan apa yang dilakukan Haram terhadapanya. Cewek itu benar-benar sudah tidak waras, pikir Donghyuk yang kemudian menyadari keberadaan Hara yang berjalan melewatinya. Itu berarti memungkinkan Hara telah menyaksikan apa yang baru saja terjadi. Ia semakin tidak bisa berkata-kata dengan kelicikan Haram yang sengaja melakukan hal tersebut di depan Hara.


***


“Anjir … di tempat umum mereka berani-berani begitu,” ucap Eunsun dengan nada mengosip setelah menyaksikan sebuah adegan yang mungkin hanya mereka lihat di dalam drama.


“Tapi kok, Haram pergi …?” tanya Hyerin yang bingung melihat Haram yang pergi meninggalkan Donghyuk yang terlihat tidak baik-baik saja.


“Serius?” Sambil berbalik ke belakang untuk memastikan perkataan Hyerin. “Lah! Iya yah …?” kembali berbalik ke depan. “Apa jangan-jangan mereka bertengkar?” tanya Eunsun.


“Masa iya habis ciuman bertengkar, nggak masuk akal kali!!” ucap Yongsoo.

__ADS_1


“Sudah … jangan bicarakan mereka. Kalian nggak laper apa?” tanya Hara mencoba mengalihkan topik pembicaraan yang sedang tidak ingin ia bicarakan, karena hal itu semakin membuat jengkel dan perih.


“Oh iya. Nggak penting juga.” ucap Eunsun langsung menyadari sikap acuh Hara yang tidak menyukai topik pembicaraan mengenai Donghyuk. “Gue mau kalguksu …!!” ucap Eunsun.


***


Hara berjalan di malam yang tampak sepi setelah berpisah dengan ketiga temannya di halte bus tadi. Entah mengapa kejadian saat di tempat ski tidak bisa dilupakan. Adegan itu terus muncul secara tiba-tiba membuatnya masih merasa tidak habis pikir dengan apa yang ia lihat. Adegan yang hanya sering ia lihat di dalam serial drama tapi tadi ia melihatnya secara langsung.


Hubungan mereka seperti jauh lebih dalam dan dekat dibandingkan yang ia kira. Benar. Jika dua orang sudah saling melakukan hal itu berarti mereka saling menyukai satu sama lain, lalu apa masalahnya?


“Kenapa dada gue rasanya berat ya … apa gue terlalu banyak minum kopi? Atau terlalu banyak makan?” tanya Hara pada dirinya sendiri yang merasa tubuhnya terasa tidak nyaman. Tampaknya ia harus membeli obat atau sesuatu yang bisa menghilangkan perasaan yang tak nyaman itu, di apotik.


Kebetulan di jalan menuju arah rumahnya ada sebuah apotek di dekat persimpangan jalan. Hara masuk ke dalam disambut seorang apoteker yang begitu ramah dan juga tampan, sepertinya dia pegawai baru karena apoteker sebelumnya seorang wanita.


“Ada yang bisa saya bantu?” tanyanya.


“Tolong berikan obat kembung.” ucap Hara.


Hara segera mengambil uang cash yang ia punya di dalam dompet — memberikan uang tersebut lalu pergi dengan membawa obat. Berjalan melewati malam yang sepi. Terkadang jika berjalan sendiri di malam hari Hara masih suka merasa takut, walau jalan yang ia lewat termasuk jalan yang aman, tapi tindakan kriminal tidak ada yang tau kapan terjadi.


Hanya tinggal sekitar 20 meter lagi ia sampai persimpangan jalan menuju rumahnya. Namun langkahnya tiba-tiba berhenti saat kedua matanya melihat seseorang yang berdiri dibawah lampu jalan — menatap ke arahnya. Jika dilihat dari postur tubuhnya Hara bisa langsung mengenali orang tersebut. Benar dia Donghyuk.Tapi kenapa dia ada di sini?

__ADS_1


__ADS_2