
Melihat mobil Donghyuk yang semakin menjauh, kenapa hatinya terasa perih setelah mengatakan hal rencananya pergi ke Paris. Entah mengapa tiba-tiba ia merasa seperti bisa membaca ekspresi wajah Donghyuk tadi, dia seakan sedang menahan sesuatu hingga tak ingin sampai dirinya mengetahui hal tersebut.
Wajah tenang Donghyuk memang terlihat jelas, tapi kenapa ia merasa kecewa buatnya bersyukur. Rasanya memang sangat disayangkan, baru saja ia kembali mengenal dan berteman dengan Donghyuk, tapi kini dirinya malam mau kembali berpisah layaknya seperti orang asing kembali. Berhubungan dengan manusia memang sangat melelahkan. Hara pun mulai berbalik — berjalan masuk kedalam rumahnya dengan perasaan lega tapi berbuntut kesedihan. Hanya bisa terus menghela nafas sepanjang ia melangkah.
***
Sehari sebelum keberangkatannya. Hara sedang sibuk mengepaskan barang-barangnya yang akan dikirim terlebih dahulu hari ini. Dan sisinya dibawa saat ia pergi. Hara begitu terlihat sibuk menata semuanya. Tapi saat ia membuka laci lemari nya untuk mengambil buku harian didalam, Hara kemudian terdiam saat melihat kota yang berisi dengan foto-foto kebersamaannya dengan Donghyuk. Dan mengingatkan tentang kenangan masa lalunya.
Kenangan dimana Hara terluka dan Donghyuk selalu menggendongnya, kenangan dimana mereka selalu bertengkar, dan sedikit kenangan yang membuatnya merasa aneh. Semuanya sudah terangkum dalam memori buku hariannya. Karena ia tak bisa mengingat dengan baik, tapi buku harian yang selalu ia tulis cukup membantu.
SaHara membaca ia merasa seperti ada yang tak disadari sejak dulu, dan ia baru menyadari saat ini. setiap kesulitan dan kesenangan yang ia tulis dalam buku hariannya disana selalu tercantum nama Donghyuk. Hara sadar bahwa Donghyuk selalu di sisinya apa pun yang terjadi.
Entah apa yang ia pikirkan tapi ini muncul setiap saat ia memikirkan Donghyuk. Hara baru ingat bahwa perasaan ia mada jantung berdebar saat teringat Donghyuk, dan beberapa saat ketika ia bersama dia. Tapi karena ia hanya seorang teman baginya, maka dari itu perasaan berubah, tapi belum penuhi hilang, tapi hanya bersembunyi karena ada perasaan yang datang, maka dari itu perasaan itu bersembunyi.
__ADS_1
Walau ia merasa ragu dan takut akan kembali kehilangan, tapi ia yakin bahwa Donghyuk tak akan meninggalkanmu untuk alasan apapun itu. Hara berpikir untuk menuliskan suara sebelum ia pergi. Ini adalah surat pengakuan pertama nya untuk seorang pria, karena tak pernah sebelumnya ia melakukan hal ini.
***
Hari yang bersama dimana Hara pergi ke paris dan Donghyuk pergi ujian. Donghyuk keluar dari dalam rumah untuk pergi ke stasiun. Karena seketiar satu setengah jam lagi ia akan pergi. Tapi langkahnya terhenti saat melihat surat di dekat pagar. Surat dengan amplop berwarna pink, membuatnya bertanya-tanya. Tapi itu tertulis,
| To. Donghyuk
Sambil berjalan Dong Hyuk juga membaca surat yang dikirimkan oleh Hara.
Donghyuk … aku sesuatu yang ingin aku katakan padamu … ini tentang perasaanku yang ternyata tersembunyi sejak dulu. Apakah kau ingat dulu kita sering sekali bertengkar, sampai saat ini pun kita selalu bertengkar. Kau tahu segala, kau satu-satunya teman laki-laki yang mengertiku, kau satu-satunya yang menerimaku apa adanya .. entah apa yang terjadi padaku, tiba-tiba aku merasa ingin melalui masa depanku bersamamu .. ketika kau menggenggam tanganku, aku sadar bahwa ada sesuatu yang berubah dari reaksi itu .. entah bagaimana itu bisa terjadi .. jadi aku mohon tolong beritahu aku apakah ini cinta ..? aku ingat dengan subah lirik lagu .. jangan menyembunyikan perasaanmu, ingatlah kebahagiaan yang kau rasakan, selama kau bisa jujur .. itu adalah lagu yang paling aku sukai …
Donghyuk .. aku tidak ingin berbohong pada perasaanku lagi, karena kau tidak ingin seperti yang dulu selalu berbohong pada perasaan dan akhirnya aku sakit. Kaulah orang yang membuatku menjadi seekor kupu-kupu yang terbang, setelah terluka, dan kau memberikan aku tumpangan .. kini aku tahu bahwa kau adalah penyelamatku .. temanku … dan seseorang yang paling berharga bagiku … bye bye ... Kim Dong Hyuk ….”
__ADS_1
| From. Hara
Donghyuk hanya bisa terdiam, ia benar-benar tidak percaya bahwa ini adalah sebuah pengakuan yang ia terima dari Hara. Sambil melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 5 sore, ini menunjukkan bahwa Hara akan segera meninggalkan korea dalam waktu tak kurang dari satu jam.
Tanpa berpikir lebih panjang lagi, Donghyuk langsung berlari untuk menemui Hara. Karena ia yakin inilah saat ia juga mengakui perasaannya selama ini pada Hara. Dan ia juga tidak ingin berbohong lagi pada Hara.
“Hara .. aku mohon tunggu aku,” ucap Donghyuk dalam pikirannya.
Berbeda dengan Hara yang sedang di dalam mobil diperjalanan menuju bandara. Hara terlihat biru gugup, karena tiba-tiba jantungnya berdebar sangat cepat dan membuatnya sangat resah. Hari ini ia ditemani oleh Eunsun seseorang, karena kedua temannya tak bisa mengantar dan Ibu-nya sedang berada diluar kota.
Tanpa Harus sadar bahwa ponselnya terus bergetar, karena donghyuk terus menghubunginya. Donghyuk yang sedang berada di perjalanan menuju bandara terlihat cemas dan panik saat Hara tak menjawab ponselnya.
“Kenapa dia nggak menjawab?”.
__ADS_1
Hara mencoba menghela nafas untuk menenangkan perasaan, tapi masih saja jantungnya berdebar-debar. Ia merasa takut jika terjadi sesuatu padanya. Karena bosan ia pun berniat untuk bermain game diponselnya. Tapi saat melihat ponselnya, Hara terkejut bingung saat ada pemberitahuan.