CINTA ITU LUKA

CINTA ITU LUKA
Berawal Dari IG


__ADS_3

*Cerita ini adalah fiksi.Jika ada kesamaan nama, tokoh,tempat,atau kejadian hanyalah kebetulan semata.


Aku langsung panik.Waktu sudah menunjukkan pukul 07.55.Aduhhh...aku pasti telat,nih!Lima menit lagi pasti bel berbunyi.Mana hari ini pelajarannya Pak Charles lagi.Pak Charles adalah guru paling resek menurutku.


"Ayo cepat!",Pak Rizky,satpam di sekolahku mengkode aku supaya aku mengikuti langkahnya agar sampai ke seberang jalan.Memang Pak Rizky selalu menyeberangkan kami setiap hari.


Dengan setengah berlari aku mengikuti langkahnya yang besar.


Setelah sampai di depan pintu kelas,aku meraih pegangan pintu dan menariknya perlahan-lahan.


Aku lihat Pak Charles sedang menulis soal di papan.


Alfisa melambaikan tangan,memberi kode supaya aku cepat masuk.


Dengan mengendap-endap,aku masuk dan duduk di sebelahnya.Alfisa ini adalah teman sebangkuku sekaligus juga sahabatku.Aku sudah bersahabat dengannya sejak aku masuk di sekolah ini.


"Kenapa kamu lambat?",bisik Alfisa di telingaku.


"Aku habis maraton nonton drakor The Cursed",jawabku dengan berbisik juga.


"Dasar kamu!"


"Ayooo, siapa yang bisik-bisik itu?Jangan ribut,ya.Kerjakan cepat soal di papan!", perintah Pak Charles.


"Iyaa,Pakkk!",jawab seluruh kelas hampir serempak.


Alfisa dan aku saling berpandangan dan segera menulis soal di papan.


Pada saat istirahat,Alfisa,Dinda,dan aku segera pergi ke kantin.Dinda adalah temanku yang lain.Tapi tidak sedekat persahabatanku dengan Alfisa.Walaupun terkadang aku sedikit minder,sih! Tau nggak kenapa? Karena Alfisa itu anaknya cakeeeeppp banget.Beda sama aku.Aku juga cakep,sih.Nggak jelek-jelek amat.Tapi kalau dibandingkan sama dia ya,masih kalah, lah.Orang dia aja pernah jadi juara Gadis Muslimah 2021.


"Ahhhh,capekk!Fisika emang bikin pusingg!", keluhku.


Tak lama datang tiga mangkok bakso dan tiga gelas es teh manis yang tadi sudah dipesan Dinda.


"Minum tuh!Biar otakmu nggak panas!",celetuk Dinda.


Aku mengambil segelas es teh di meja.Tapi aku tak sengaja menyenggol gelas es teh yang lain.


"Ooooppps",ujarku."Maaf.Maaf!".Gelas es yang tumpah itu mengenai cowok yang kebetulan lewat.


"Tenang saja",sahut cowok itu."Nggak papa kok!",katanya sambil ngeloyor pergi.


Aku melirik cowok itu."Cowok itu cakep banget,yah!"


"Mestinya kamu tahu.Dia terkenal,loh,di sekolah ini",balas Alfisa."Hampir semua cewek di sekolah ini suka sama dia!"


"Berarti terkenal banget,yah!",ujarku."Kok aku nggak pernah lihat,ya?"


"Yeee,kamu,sih.Nongkrongnya di perpus mulu!",ledek Dinda.


"Iya juga,sih!",aku cengar-cengir sendiri."Betewe,kalau semua cewek suka sama dia,berarti termasuk kalian,ya?"


"Ya,iya,lah!Bahkan semester lalu,Alfisa pernah nembak dia",kata Dinda.


"Terus..Terus.. Diterima?",ujarku penasaran.


"Ya,nggak, lah!Kalau diterima,pasti Alfisa udah pacaran sama dia,kan?Dia ditolak mentah-mentah,tauk!Kamu gimana,sih?Kayaknya otakmu masih panas,ya, gara-gara pelajaran Fisika tadi!"


"Udah..Udah...Kamu juga Din, malu-maluin aja!",kata Alfisa.Pipinya yang putih itu sekarang bersemu merah.


"Ngomong-ngomong.Siapa nama cowok tadi?",tanyaku.


"Iiiihhh,kamu kok penasaran banget,sih!",ujar Alfisa."Lihat aja di hapemu.Kamu punya IG,kan?"

__ADS_1


Aku mengangguk.


"Coba buka IG kamu.Ketik Satrio Parulian"


"Satrio Parulian?",gumamku sambil mengetik di kolom pencarian IG.


"Iya.Dia separuh Jawa,separuh Batak.Makanya namanya campuran antara keduanya"


"Haahhhh,gantenggg banget.Fotonya juga bagus-bagus",gumamku.


"Ya, iyalah.Dia itu model tauk!",kata Dinda gantian menerangkan.Sedangkan Alfisa sedang sibuk mengunyah bakso di mulutnya."Mamanya juga artis.Kamu tahu Mimi Tambunan?"


Aku mengangguk.


"Nah,itu Mamanya.Sedangkan Bapaknya adalah calon Gubernur,Rudi Sanjaya".


"Haahhhh??",mataku terbelalak."Kalau sehebat itu kenapa dia sekolah di sini?Kok nggak sekolah di sekolahannya orang kaya, gitu.Kayak SMA Presiden,SMA Alexandria"


"Entah!",ujar Dinda sambil mengangkat bahu.


"Eh,kalian ini.Ngemeng mulu!Cepat makan tuh bakso kalian!Bentar lagi bel!",kata Alfisa menasehati.Dia sudah menghabiskan baksonya sementara kami bercerita tadi.


"Ya,Iya",kataku sambil segera menghabiskan bakso dan es tehku dengan kecepatan penuh.


 


Malam ini aku tak bisa tidur.Entah kenapa.Mungkin karena tadi siang,sepulang sekolah aku minum Es Americano bersama Alfisa.


TING!


Kuambil handphone ku.Aku lihat ada notifikasi WA masuk.


SAYANG,KAMU SUDAH TIDUR?


Rupanya Azril,pacarku yang mengirim WA.


Jawabku.


KAMU LAGI NGAPAIN?


NGGAK,LAGI GABUT AJA


YA, UDAH.UDAH MALAM.BOBOK,GIH!BESOK KESIANGAN,LOH.


YA


Hmmmm...Formalitas tiap malam.Entah kenapa ,karena setiap malam dia mengirim WA seperti itu,aku merasa bosan.Azril orangnya kaku,bahkan cenderung nggak perhatian.Apalagi romantis.Hadehhh.Sebenarnya aku mau putusin dia,tapi aku nggak tega.Walaupun dia atlit Jujitsu, tapi dia selalu menangis setiap aku mau putusin.


Sambil melamun,tanpa sadar aku membuka profil Satrio di IG.Betapa gantengnya dia.Saking kagumnya, aku menulis komentar 'keren' di salah satu fotonya.


Aku mencoba rebahkan tubuhku lagi ke atas tempat tidur.Mataku belum sempat terpejam.Eh..


TING!


Hadehhh..Pasti ini Azril lagi,deh!


Aku ambil handphone ku dengan malas.


Hahhh!Aku kaget! Ternyata yang bunyi notif nya IG.Dan kulihat tulisannya.SATRIO PARULIAN MEMBALAS KOMENTAR ANDA.


Cepat-cepat aku klik notif itu.


>>Kamu yang tadi di kantin,ya?

__ADS_1


Hahhh!OMG dia mengingatku.Tapi aku nggak percaya.Coba aku tes.


>>Yang mana,ya?


>>Itu,yang numpahin es teh di celanaku


Haahhhh..Dia benar-benar mengingatku.


>>Maaf,ya


>>Nggak papa,kok,Ras!Sampai jumpa besok di sekolah


>>Iya


Percakapan di IG yang pendek.Tapi aku bahagia.


Aaahhh!!!Sadar,Ras!Kamu udah punya pacar!Azril mau kamu kemanain??


Ahhhh,bodo amat,lah!Pusing,mending aku tidur.


 


Aku lihat dari jendela.Cowok ganteng itu berjalan dengan anggun.Sepanjang jalan pandangan cewek-cewek tertuju padanya.Bahkan terkadang mereka mengerubunginya.Seperti semut mengerubuti gula.Ada yang ngasih kado,ada yang kasih bunga.Ada juga yang menarik-narik tangannya.Tapi ada yang lebih gila lagi.Ada yang berusaha untuk menciumnya.Dan itu..Astaga..Dinda!


"Hayooo...Ngelihatin apa? Ngelihatin Satrio,ya?",goda Alfisa.


"Nggak..Nggak..Itu,loh!Dinda mau nyium Satrio!"


"Halahh!Kamu baru tahu!Dinda itu dari dulu nge-fans banget sama Satrio!"


"Ohh,gitu.Kalau kamu?"


"Aku?Kalau aku udah nggak.Soalnya aku sudah pindah ke lain hati"


"Hahhh..Siapa?Siapa??"


"Ada,deh!Rahasia!"


 


"Dimana,sih,kita?",tanyaku sambil memandang berkeliling.


"Entahlah!Aduh,kenapa aku nggak perhatikan jalan tadi?",ujar Alfisa.


"Tenang.. Tenang.Semua pasti ada jalan keluarnya.Aku jalan aja nyari tukang tambal ban.Kamu tunggu aja di sini!"


"Tapi..Aku nggak tega kamu jalan sendirian.Mana sepi lagi!",kata Alfisa.


"Yah,mau gimana lagi?Apa ada cara lain?Atau kamu aja yang jalan,aku nunggu di sini?"


"Yah,aku juga takut nanti malah nyasar!"


"Terus,gimana,dong?Harus ada yang pergi,Sa!Kasian kamu kalau dorong terus.Padahal kita nggak tahu,tambal bannya masih jauh apa tidak!"


Sementara kami berdebat.Perlahan sebuah mobil SUV menepi.Dan keluarlah cowok ganteng idaman wanita.SATRIO!!!


"Hei,Ras!Kenapa?",sapanya.


"Eh,ini.Motor temenku mogok.Terus kita nggak tau,kita lagi ada dimana!"


"Ohhh,gitu.Kebetulan ini dekat dengan rumahku.Biar kalian naik mobilku aja.Nanti tunggu aja di sana.Nanti motormu aku yang bawa ke bengkel",ujarnya sambil mengulas senyum di bibirnya.Dan senyumnya manisss banget.Untung aku nggak mimisan lihat senyumannya.


"Ngg..Nggak papa,nih?Nggak ngerepotin?",tanyaku.

__ADS_1


"Ya,nggak papa!".Dia menoleh ke supirnya."Pardi,antar teman-temanku ini ke rumah,ya?"


"Siap, Bos!",jawab Pardi, sopirnya Satrio.


__ADS_2