
"Udah siap?",ujar Hendra sambil tersenyum dari atas motornya.Parasnya yang tampan tertimpa sorotan matahari pagi.Sesaat aku tertegun.
"Heiii!!Kok malah bengong?Ayokk..Udah telat ini!"
"I..iya"
Aku pun segera naik ke atas motornya.
"Kamu dimarahin Tantemu,ya?"
"Iya,tapi biarin aja!Aku udah kebal!Lagian dia siapa mau atur-atur hidupku!Dia sebenarnya larang aku masuk SMA.Maunya aku masuk SMK,masuk jurusan Multimedia.Tapi aku nggak mau.Aku menolak keras.Aku tetap ngotot mau masuk SMA.Hingga akhirnya bisa masuk ke SMA Proklamasi sama-sama kamu. Aku tinggal di sana juga karena Ibuku punya utang.Jadi aku diperas tenagaku untuk bayar utang.Udah kerja di supermarket nggak dibayar masih juga jadi babu di rumah.Makanya aku kerja di BBC,Hen!".Aku baru menyadari dari tadi aku bicara sendiri."Hen,Hen!Kamu dengerin aku nggak,sih?"
"Dengerin,kok! Sengaja aku diam supaya kamu bisa curhat.Supaya kamu lega",jawab Hendra.
"Maafin kalau aku terlalu cerewet, ya!", ujarku.
"Ngg..Nggak,kok! Lanjutin aja.Aku dengerin,kok!"
"Dia juga larang-larang aku ikut Jujitsu di sekolah"
"Loh,kenapa,kan bagus?"
"Iya, gitulah.Dia pengen aku fokus nyanyi aja.Soalnya kalo nyanyi kan ada uangnya.Selama ini kalau aku ikut lomba nyanyi kan dapat duit.Terus setiap aku dapat duit, duitnya diambil sama dia.Katanya buat nyicil utang!"
"Ohh,karena itu kamu suka sama Azril,ya? Karena kamu suka Jujitsu?"
"Nggak juga,sih.Awalnya aku sering lihat anak Jujitsu latihan.Lama-lama dia ngedeketin aju.Kemudian aku sering ngobrol sama dia.Eh, tau-tau jadian"
"Oh, kalau gitu nanti aku ikut Jujitsu juga,ah! Supaya bisa jadian sama kamu!"
Kucubit pinggang Hendra.
"Aduhhh!", teriaknya."Kenapa kau cubit aku,Ras?"
"Aku nggak murahan kalee.Masak asal anak Jujitsu, aku mau? Murahan sekali aku!"
"Iya,iya, orang bercanda juga!",kata Hendra."Eh,udah nyampek,nih!"
"Iya"
Hendra pun menghentikan laju motornya di parkiran sekolah.Dengan segera aku turun dari boncengannya.
"Kalian kok lambat?",tanya Bu Victoria,guru kimia yang sedang piket jaga.
"Iya,Bu.Maaf!",kata kami hampir bersamaan.
"Kalian kompak juga,ya!Nah, sekarang kalian juga harus kompak membersihkan WC dan halaman"
"Iya,Bu", jawabku.
Kemudian Bu Victoria berlalu pergi entah kemana.
__ADS_1
"Ras, kamu menyapu halaman aja.Biar aku yang membersihkan WC!", ujar Hendra.
"Nggak usah, Hen! Kita kerjakan sama-sama aja"
"Jangan, Ras.Biar aku aja.Aku nggak mau badanmu bau.Tau,kan, keadaan WC kita? Apalagi WC cowok,tuh.Baunya bukan maen!"
"Ya,udah,deh.Kalau gitu.Lagi-lagi kamu berkorban untukku,Hen.Aku jadi nggak enak".
"Nggak papa,Ras!Apa salah,kalau aku berkorban untuk orang yang aku cintai?"
"Tapi aku nggak bisa membalas perasaanmu,Hen!Di hatiku sudah ada yang lain"
"Nggak papa,Ras.Selamanya aku akan mencintaimu.Biarkan saja begitu.Kamu tidak harus mencintaiku.Biarkan aku terus mencintaimu"
"Tapi nanti kamu akan terluka, Hen! Saat aku bersama dengan orang lain,pasti kamu akan terluka.Aku nggak mau menyakiti hatimu.Karena kamu sangat baik padaku"
"Ehhhh,, disuruh kerja malah pacaran!",seru Bu Victoria.Entah darimana ia muncul.Jangan-jangan Bu Victoria keturunan Kunti..Hii
"Engg..Iya,Bu.Permisi,Bu!",kata Hendra sambil berlari ke arah WC.
"Kamu juga.Cepat sapu! Supaya cepat masuk ke kelas!",hardik Bu Victoria kepadaku.
"I..Iya,Bu!", jawabku sambil mengambil sapu.
--
Saat istirahat,aku segera pergi ke kantin.Aku sengaja hari ini nggak bawa bekal.Supaya bisa makan mie ayam di kantin.Karena hari ini aku mau minta maaf ke Alfisa.
"Neng,mau pesen apa?",suara Bu Samsi memecah lamunanku.
"Eh,ya.Mie ayam aja,Bu".
"Minumnya apa?"
"Minumnya air putih dikasih es!"
"Eh,ya.Ditunggu,ya!"
Akupun duduk jauh dari mereka.Aku perhatikan mereka asyik ngobrol.Aku jadi tambah iri.Serasa air mataku mau tumpah.
"Neng,ini pesanannya",kata Bu Samsi sambil mau meletakkan pesananku di atas meja.
"Nggak usah,Bu!Boleh saya pinjam nampannya?"
"Boleh,Neng! Tapi jangan lupa dibalikin, ya?"
Aku mengangguk.
Aku angkat nampan yang diatasnya berisi mie ayam dan es air putih itu.Aku berjalan menuju ke meja Alfisa.
"Al, teman-teman.Boleh aku ikut makan di sini?",ujarku dengan mulut gemetar.
__ADS_1
Alfisa menoleh ke arahku.Kemudian dia kembali memasukkan pentol bakso ke dalam mulutnya.Dia bersikap seolah-olah aku nggak ada.
"Al, emangnya kamu udah baikan sama dia?",tanya Dinda.
Alfisa menggeleng."Nggak!Males baikan sama dia!Yuk, kita pergi!".Alfisa pun berdiri dan diikuti oleh Dinda dan Riyanti.
Mereka pergi meninggalkan aku sendiri.Tiba-tiba kakiku lemas.Tidak sanggup menopang tubuhku.
BRAAKKK!!!
Nampan yang aku pegang pun jatuh berserakan di atas lantai.
"Uwaaaaaa!!!",aku menangis sekeras-kerasnya.Aku nggak peduli pada mereka yang ngeliatin aku.
"Ras!Kamu kenapa?",aku mendongak.Ternyata Satrio.Dia sedang membungkuk dan mengulurkan tangannya padaku.
Aku menarik tanganku.
Plakkkk!
Aku menamparnya lagi."Ini semua gara-gara kamuu!",ujarku sambil berdiri dengan kesal.
Aku menuju ke kamar mandi.Aku mau membersihkan tubuhku yang terkena mie ayam tadi.
Ketika aku keluar dari kamar mandi.Aku lihat Hendra telah berdiri di depan pintu."Kamu nggak papa,Ras?", tanyanya.
"Nggak.Nggak papa,kok!Kok kamu tahu aku disini?"
"Tadi aku lihat postingan di Instargram.Adegan kamu menampar Satrio, lagi trending lo!"
"Apa??Iya,kah?Coba aku lihat!"
"Nih!",kata Hendra sambil menyerahkan handphonenya padaku.
"Astagaaa!!Kok bisa jadi gini?Siapa sih yang posting?Iseng amat!",kataku."Lihat ,nih.Komen-komennya.Aku dibully abis!Ada yang komen kalau aku sok kecakepan,lah.Ada juga yang bilang, aku penyihir saudaranya Voldemort!..Hahhh..Kok bisa.Jelas-jelas hidungku mancung begini!"
"Yaah, namanya artis.Idolanya kamu gituin.Fans-nya pasti marah,lah!Udah nggak usah dipusingin.Aku nunjukin ini supaya kamu tau aja"
"Oke.Makasih,ya,Hen!",kataku.Tiba-tiba aku teringat sesuatu."Nanti pulang sekolah,jadi kan beli bunga untuk Tante Fika?"
"Jadi, dong.Supaya Ibuku mau maafin aku.Kamu benar,Ras.Aku sudah terlalu keras padanya".
Tetttttttt!!!!
Bel berbunyi.Pertanda istirahat telah usai.Dan kami harus kembali masuk ke dalam kelas kami masing-masing.
"Aku masuk,ya,Hen.Sampai nanti pulang sekolah,ya!",kataku sambil melambaikan tangan.
Hendra juga melambaikan tangannya juga.Bibirnya menyunggingkan senyuman yang indah.
Kenapa,ya?Aku nggak bisa jatuh cinta sama dia?.Padahal dia ganteng,badannya bagus,terus pinter pula.Kenapa juga aku malah jatuh cinta pada Satrio.Artis tengil dan mesum itu.Hddhhh.Satu hal yang kupelajari.Cinta tumbuh bukan karena kebaikan dan perhatian.Cinta tumbuh begitu saja tanpa ditanam dan diberi pupuk.
__ADS_1