CINTA ITU LUKA

CINTA ITU LUKA
Secret Admirer


__ADS_3

Ketika aku pulang sekolah,Alfisa sudah menungguku di gerbang sekolah.Ugh,siang ini panas sekali.Kalau menuruti kemauanku,aku malas mau kemana-mana.Tapi,yah,gimana lagi.Aku sudah terlanjur janjian sama Alfisa mau ke Polsek bersama-sama untuk menjenguk Azril.


"Al,kamu sudah lama di sini?"


"Lama?Nggak,kok.Tadi aku baru dari kamar mandi.Biasa,lah.Kayaknya tadi pas istirahat aku kebanyakan naruh cabe di baksoku"


"Huhh..Dasar kamu!Selalu begitu.Nggak kuat makan cabe,tapi selalu makan cabe banyak-banyak!"


"Hehe..Kayaknya udah bawaan orok,deh!He..he.."


"Oh,itu ada angkot!",teriakku.


Kamipun segera menyetop angkot berwarna orange itu dan masuk ke dalamnya.


Ini pertama kalinya aku naik angkot.Biasanya aku selalu pulang sekolah naik ojol.Atau kalau lagi nggak ada uang,aku jalan kaki.


"Lo,Al,apa boleh kita menjenguk Azril di jam segini?Setahuku nggak setiap saat,deh,bisa menjenguk orang di tahanan.Kayak ada jam-jamnya gitu",ujarku.


"Nggak tahu,ya!Kita coba aja kesana dulu!"


--


Azril berubah total.Berubah mengerikan!Dia seperti habis diculik alien ,kemudian dioperasi oleh mereka.Maksudku,aku tidak mengenalinya!Kupikir dia orang lain.Tapi setelah kuamati lagi dia bukan orang lain,tapi Azril.


"Kamu kenapa,Zril?Kenapa kamu jadi seperti ini?"


Azril pasti menyadari kalau ada nada penasaran dalam pertanyaanku,Selain itu,aku mengamatinya dari ujung kepala sampai ujung kaki.


Kulihat badannya tidak sebesar dan  sekekar dulu.Tubuhnya sekarang kurus kering seperti orang kekurangan gizi.Rambutnya yang dulu rapi dan selalu disisir memakai pomade,sekarang awut-awutan.Tubuhnya yang dulu wangi karena disemproti parfum,sekarang sudah tidak wangi lagi.Bahkan cenderung kacau.


"Kenapa?Apa pedulimu?"


Aku menjawab kesal,"Aku lebih suka penampilanmu yang dulu!"


"Yah,itu kan sudah berlalu",kata Azril sambil tersenyum.


"Tapi itu,kan nggak bagus,Zril!"


"Huh!Kalau melihat kamu aku jadi kesal sekali.Ngapain kamu kemari?Mau mengasihani aku?Atau mau menceramahi soal penampilanku?Aku benci kamu!!Sana pergi!",bentak Azril.


"Aku kemari supaya kamu senang dan karena aku masih peduli padamu,Zril!"


"Sudahlah!Sana pergi!",bentak Azril lagi."Lagi pula banyak cowok-cowok yang suka padamu!Nggak usah pedulikan aku!Pergi!Pergii..Pergiiiiii!!!"


Hah!Aku tak percaya ini.Aku tak percaya Azril yng dulu lembut sekali apabila sedang berbincang denganku.Sekarang dia menjadi sangat kasar.Apa sebegitu bencinya dia padaku?


Tampaknya dia memang sangat membenciku,"Kenapa?Kenapa kita harus saling membenci seperti ini,Zril?Tidak bisakah kita kembali bersahabat seperti dulu tanpa ada rasa benci?"

__ADS_1


Jadi beginilah,gara-gara aku mutusin Azril,dia jadi sangat membenciku.Maksudku aku sebenarnya tetap ingin bersahabat  dengannya.Karena terus terang saja,belum ada orang sebaik dia.Dia dulu selalu baik dan perhatian kepadaku.


"Ras,Ayo kita keluar dulu.Mungkin Azril masih butuh waktu untuk mencerna ini semua.Biarkan dia sendiri dulu".


"Tapi,Al!"


"Sudah..Ayo kita pergi.Nanti kita kembali lagi kemari"


Kemudian Alfisa memandang ke arah Azril."Zril,kita pulang dulu,ya.Kamu baik-baik,ya,di sini.Aku akan selalu mendoakan kamu supaya kamu bisa keluar dari masalah ini"


Azril mendongakkan kepalanya yang terkulai."Terimakasih,Al!"


--


Hari ini adalah hari burukku.Karena di hari ini, ada pelajaran  bahasa Jawa.Itu artinya,aku harus duduk dua jam mendengarkan hal-hal yang tidak kumengerti.Maklum,lah.Aku kan bukan orang Jawa.Kenapa,sih,harus ada pelajaran bahasa Jawa.Itu juga artinya aku bakal jadi bahan olok-olokan kalau disuruh mengerjakan soal di papan.Mengerjakan soal aksara Jawa adalah momok terbesarku.


Setiap kali Pak Bambang,guru bahasa Jawaku yang norak itu memberi pertanyaan,anak-anak di kelas selalu berseloroh,"Tanya Laras saja,Pak!"Hdhh..


Jantungku deg-degan seakan mau copot.Pak Bambang selalu meminta seorang anak secara acak untuk menulis aksara Jawa ke papan tulis.


"Ras,kamu kenapa?Kok tegang gitu?",bisik Dinda yang duduk di sebelahku.


"Aku takut ditunjuk Pak Bambang,Din!",bisikku juga.


"Laras,maju ke depan!",kata Pak Bambang dari depan kelas.


"Laras!Ayo maju!",seru Pak Bambang lagi.


"Eee..Sa..",keringat mengucur deras dari keningku."Saya..saya..".Belum habis aku berkata-kata.Tiba-tiba Satrio mengacungkan tangannya.


"Pak,biar saya yang mengerjakannya,Pak!",serunya.


Pak Bambang memandang ke arah Satrio."Ya,Satrio.Silahkan maju ke depan!"


Hhhhh..Aku menghela nafas lega.


Tapi segera saja seluruh kelas jadi rame."Ciee..Calon suami,nih!Calon suami Laras hebat,nih.Jadi Pahlawan!Sudah menghadap calon mertua belum,nih!"


Pak!Pak!Pakkk!


Pak Bambang memukul-mukulkan penggaris kayunya ke atas meja."Diammmm!Tenang semua!Satrio,maju ke depan!"


Aku menundukkan kepalaku.Aku malu.Kenapa,sih.Satrio harus melakukan itu?Kan jadinya aku jadi bahan ledekan satu kelas.


"Kamu kenapa lagi,Ras?",tanya Dinda.


"Aku malu,Din.Diledekin anak satu kelas!"

__ADS_1


"Hmm..Kamu ini aneh.Kalau aku pasti malah seneng!Diperlakuin kayak gitu.Dia bagai pangeran berkuda putih yang datang untuk menyelamatkan sang putri!"


Aku menyandarkan kepalaku ke jendela.Kenapa sih Satrio harus berbuat seperti itu?


---


Bel istirahat sudah berbunyi.


Satrio mendatangiku.Rasanya aneh sekali.Ada cowok seganteng dia datang ke mejaku.


"Hai,Ras!",katanya sopan.Aku merasa kikuk.Aku merasa banyak pasang mata yang melihatku.


"Kamu kenapa kemari?",ujarku setengah berbisik.


"Emang kenapa?Kan aku bebas mau kemana aja!",jawabnya.


"Iya,tapi lihat,tuh.Semua orang melihat kita.Gimana kalau ada yang moto atau mideoin.Terus diupload ke pacebook,instargram,atau ucub gimana?Nanti hancur loh, imej kamu!",ujarku masih dengan berbisik.


"Aku nggak peduli!",ujarnya.


Aku mendengus kesal.Huh ini anak emang semaunya.Lama-lama Satrio tambah ngelunjak.


"Ayo kita pergi ke kantin!",katanya sambil menarik tanganku dengan paksa.Aku terpaksa mengikutinya.


"Ihh,kamu jangan maksa,dong!",ujarku.


"Udah,ayok!Aku yang traktir!Kamu makan apa aja boleh!",kata Satrio sambil menarik tanganku lagi.Tapi tangannya ditahan oleh Hendra.


"Kamu dengar,kan!Laras bilang kalau dia nggak mau!",kata Hendra dengan tegas.


"Eh,kamu nggak usah ikut campur,ya!",bentak Satrio.Aku lihat wajahnya yang putih itu mulai memerah.Pertanda dia sedang berada dalam puncak amarahnya.


"Lepaskan!Laras bilang dia nggak mau! Jangan maksa!",kata Hendra sambil menarikku ke arahnya.


"B******* kamu,ya!Beraninya kamu ikut campur!"


Bukkkkkk!!!!


Satrio memukul wajah Hendra dengan tangan kanannya.


Bukkkkkk!!


Hendra juga membalas pukulan Satrio.Kini darah mengalir dari mulut mereka.Sepertinya bibir mereka pecah.


"Stooppp!!Stooppp!!!Kalian ini anak cowok selalu menyelesaikan masalah dengan otot!",bentakku berusaha menengahi mereka.


Aku menarik tangan Satrio."Udah,jangan ribut lagi.Ayo kita ke kantin!"

__ADS_1


Aku berjalan dengan agak tergesa dengan masih menggenggam tangan Satrio.Entah kenapa aku ingin segera menjauhkan Satrio dari Hendra.


__ADS_2