CINTA ITU LUKA

CINTA ITU LUKA
Soft Boy


__ADS_3

Aku sedang menunggu angkot sambil membaca novel Cinta Itu Luka ,ketika cowok itu mendekati tanpa aku ketahui.


"Kamu belum selesai membacanya?".Suara itu begitu mengagetkan sampai novelku nyaris terlempar.Bukan apa-apa,selama ini aku selalu berpikiran tak akan ada orang yang akan iseng menyapaku.


Ya ampunnn! Ternyata cowok itu Satrio.Dia ini stalker atau apa,sih?Kok nempel terus sama aku.


"Emmh",aku betul-betul panik."Aku...Biarkan aku sendiri".


"Sendiri? Sendiri memang kadang menyenangkan.Tapi kurasa berdua lebih baik.Supaya ada yang menjaga kamu!"


"Ya,betul sih.Tapi aku nggak mau terlibat masalah lagi.Kalau bareng sama kamu,ada aja masalahnya!Tadi pagi aja kamu habis tonjok-tonjokan sama Hendra,kan?"


"Hahhh?Masak,sih?",dia nyengir."Betewe kamu belum jawab pertanyaan ku!"


"Pertanyaan? Pertanyaan apa?"


"Itu tadi.Aku tanya kamu belum selesai membacanya?"


"Ooh,itu.Sebenarnya sudah selesai,sih.Ini aku baca lagi.Udah tiga kali aku menamatkan novel ini!Eh,kok kamu tahu novel ini.Kamu suka baca novel juga?"


"Iya,aku suka.Terutama novel ini.Aku suka banget.Ceritanya sangat menarik.Oh,ya,kamu punya buku apa aja?"


Hah?Buku apa? Pertanyaan macam apa itu.Aku punya banyak buku,lah.Mulai dari buku pelajaran,buku tulis,sampei buku gambar.Aku punya semuanya.Hanya saja aku tak yakin apakah itu yang ingin dia ketahui.Toh, dia pasti tahu semua siswa punya buku seperti aku.


"Maksudnya?". Akhirnya aku balik bertanya dengan ragu.


"Yah,buku.Buku novel yang kamu koleksi".


"Oh..".Aku seperti ditampar!Koleksi! Koleksiku yang paling canggih adalah koleksi upil yang aku leletkan di dinding.Mana ada aku punya koleksi novel.Novel "Cinta Itu Luka" ini adalah satu-satunya novel yang aku punya.Itupun novel bekas milik Riyanti yang diberikan kepadaku karena dia sudah bosan membacanya.


"Emhh, yah,tidak banyak!",kataku berbohong.Punya satu kan artinya tidak banyak.Kata hatiku membenarkan diri.


"Apa aja?",tanyanya lagi.Aduuuhhh!Kenapa dia bawel banget,sih?Kenapa dia ngotot banget mau tahu novel-novel ku?


"Eh,aku tidak begitu ingat.Maksudku aku tidak menyimpannya secara rapi ..Eh, maksudnya secara khusus!"

__ADS_1


"Wah, harusnya kamu simpan rapi.Jadi gampang kalau mau tuker-tukeran".


"Tuker-tukeran?"


"Aku sering tuker-tukeran novel.Ya,nggak harus tukeran,sih!Bisa juga pinjam-meminjam aja.Biar bisa baca banyak,tapi hemat.Sejak SD aku sudah suka membaca novel.Jadi koleksi novelku ada banyak.Kapan-kapan kamu mau melihat koleksi novelku?"


"Nggak!",ujarku singkat.Aku nggak mau pergi ke rumah besar itu lagi.Gimana,ya?Aku merasa minder aja kalau harus pergi ke rumah mewah seperti itu.Apalagi kalau nanti aku nggak sengaja ketemu sama orang tuanya Satrio.Hiyy..Serem.Pasti bakal canggung banget.


"Kenapa?"


"Kan bisa pinjam novel di perpus!",kataku beralasan.


"Yah,tapi kan nggak semua novel ada di perpus,apalagi novel baru.Kalaupun ada,harus berebutan sama anak lain!"


"Eh,itu angkotku!",seruku ketika melihat angkot kuning melaju ke arah kami.


Di dalam angkot,aku mulai kagum dengan Satrio.Rupanya kami memiliki hobby yang sama.Bukankah itu bagus? Berarti kita kan cocok.Hahh..Mikir apa,sih,kamu Laras.Kan kamu sudah memutuskan untuk tidak berhubungan lagi dengan Satrio.Hmmm,ngayal dikit nggak papa kali.Seandainya dia bukan anak artis dan pejabat,pasti aku nggak akan mikir dua kali untuk bersedia menjadi pacarnya.Apalagi Satrio itu termasuk cowok soft boy.Tipe cowok kesukaanku.Walaupun kadang muncul badboy nya, sih.Tapi kalau lagi nggak tengil,dia ngomongnya halusss banget.Aku suka cowok soft boy kayak gitu.


---


Akhirnya aku naik sepeda lagi.Ini adalah akibat dari program pengiritan yang harus aku lakukan.Aku kan sekarang sudah nggak kerja di BBC lagi.Jadi aku nggak ada pemasukan sama sekali.Jangankan menabung untuk biaya kuliah.Hanya sekedar uang saku untuk jajan saja aku nggak punya.Sebenarnya ada sih,tabunganku.Tapi tabunganku nggak mau aku korek-korek.Itu untuk biaya kuliah.Aku sudah berkomitmen.Apalagi jumlahnya juga tidak seberapa.Biar saja aku nggak jajan dan nggak naik angkot,yang penting tabunganku tetap utuh.Aku juga tidak boleh mengeluh.Karena ini adalah jalan ninjaku!!Hahhh!


"Rass!Kenapa kamu naik sepeda!",kata Satrio dari dalam mobil.Kepalanya sedikit melongok keluar.


Aku melirik sebentar."Aku nggak punya uang untuk naik angkot!", seruku sambil tetap memandang ke depan.


"Kenapa nggak nebeng sama aku aja?Aku bisa jemput ke rumahmu!"


Ukkkhh!Ini cowok resek amat,sih.Ngapain ngurusin hidupku?Mau naik sepeda,kek.Mau naik motor,kek Mau naik pesawat,kek!Itu kan bukan urusannya.Kalau bisa,aku ingin bilang padanya,mending merangkak ke sekolah daripada semobil sama dia dan dilihat oleh teman-temanku.Aku nggak mau diledekin sama mereka.Kalau diledekin,sih, mending.Kalau dibully bagaimana.Satrio kan punya banyak fans di sekolah.


"Nggak!Nggak usah!", teriakku sambil mengayuh sepeda ku dengan lebih kencang.


Hahhh!! Diluar perkiraan ku sih! Mengayuh sepeda ke sekolah membuatku nyaris pingsan.Itulah yang terjadi padaku,nafasku tersengal-sengal dan betisku nyeri.


"Nih!".Sebotol air mineral diulurkan Hendra kepadaku.Rupanya dia juga baru sampai dan memarkir sepedanya di sebelah sepedaku.

__ADS_1


"Terimakasih.Tapi nanti kamu gimana?Kamu kayaknya juga kehausan".


"Kalau aku sudah biasa.Kamu minum duluan aja!"


Segera kuteguk air mineral itu sampai habis.


"Hahh..Seperti kembali lagi tenagaku.Terimakasih,ya,Hen!"


"Kamu kenapa naik sepeda,Ras?Kan kamu rumahnya jauh,Ras?"


"Emm.Setelah dipecat,aku benar-benar nggak punya uang sekarang.Jadi aku nggak punya uang untuk naik angkot!"


"Maaf,ya,Ras!Semua gara-gara aku.Gara-gara kamu nemenin aku di Rumah Sakit,kamu jadi dipecat"


"Nggak.Jangan menyalahkan dirimu sendiri,Hen.Semua yang terjadi sudah digariskan-Nya.Oh,iya.Tante Fika apa kabarnya?"


"Oh,Mama sudah pulang ke rumah.Dia sudah sehat dan beraktivitas seperti sedia kala".


"Ohh,bagus kalau begitu"


"Iya.Mmmh,aku juga dipecat,Ras!Jadi senasib kita.Hehe"


"Haha!"


"Kamu baru pertama kali ke sekolah naik sepeda,ya?"


"Iya"


"Kelihatan banget,sih.Soalnya aku dulu juga begitu.Waktu pertama kali ke sekolah naik sepeda ,nafasku tersengal-sengal.Bahkan kakiku sampek kram,Ras!"


"Oh,iya?"


"Iya.Tapi itu waktu dua hari pertama aja.Hari berikutnya aku sudah bisa mengayuh sambil bersiul-siul.Aku bisa menikmati terpaan angin dan rambutku yang berkibar.Dan waktu sampek di sekolah nafasku sudah tidak tersengal-sengal lagi.Bahkan aku jadi senang.Karena aku sangat menikmati pemandangan selama perjalanan".


"Iya,juga,sih.Lebih enak naik sepeda ya kalau ke sekolah.Nggak perlu dempet-dempetan lagi di angkot.Nggak perlu nyium bau keringat yang bercampur baur dengan bau lain di angkot".

__ADS_1


"Iya.Mulai besok,kita berangkat bareng,yuk!"


Aku mengangguk.Kamipun berjalan bersama menuju ke kelas.Dan tanpa kusadari, ada sepasang mata yang memperhatikan aku sejak tadi....


__ADS_2